Thursday, December 29, 2011

Oude Fabriek Track

Berkunjung ke pabrik kecap Jaman Mbiyen


Wah… seru pengalaman saya dan Anton kali ini. Kebetulan House of Sampoerna (HoS) punya program tematik Surabaya Heritage Track (SHT) bernama Oude Fabriek Track, tur tematik ini mengajak tracker mengunjungi industri-industri yang berlokasi di kawasan Surabaya Utara setiap hari Selasa hingga Kamis, pukul 09:00 – 10:30 selama bulan Desember 2011.

Jam 09.00 saya sama Anton sudah siap-siap. Sebelum berangkat, Anton ngecek lensa, batere, dan memori card. Saya nggak mau ketinggalan, cek roti, snack, cokelat, minuman ringan 2 botol. Sebenarnya saya mau nyari nasi bungkus, tapi Anton ngancem, kalau saya beli nasi bungkus, dia muthung moto.

“ Mbak Mendol... sampeyan sangunya kayak mo mudik, ini loh perjalanannya nggak sampai 20 menit,!”katanya ngamuk-ngamuk.

Yo wislah, daripada muncul tanduk di kepalanya, niat mo mbungkus nasi jagung, saya batalin. Ada tiga tempat yang kami kunjungi, Pabrik Siropen, Kecap Jeruk dan pabrik Misoa. Tapi kali ini mau cerita pas ke pabrik kecap jeruk dulu, yah.

Kecap yang satu ini ibaratnya kecap semua bakul di Surabaya. Bisa dicek deh, mulai bakul sate ayam keliling, rujak tolet, soto, pasti pakai kecap ini. Bentuknya jadul dan unik. Iya, soalnya mereknya masih pakai kertas tempelan gitu. Gambarnya dua orang pria dengan potongan jaman mbiyen.

Pabrik Kecap Cap Jeruk Pecel Tulen yang didirikan oleh Hwan Kieng Hien dan istrinya pada tahun 1937, usaha kecap ini semakin berkembang semenjak dikelola oleh generasi kedua, yakni Hwan Hong Piek dan Hwan Hong Poen. Di tangan generasi ke-3 citarasa kecap ini tetap tak berubah, soalnya resepnya masih sama.

Pemuja Kecap

Senang banget bisa berkunjung ke pabriknya yang berada di Sidonipah. Lokasinya disebuah kampung sempit. Pekerjanya rata- rata ibu-ibu. Biar tergolong manula, tapi jangan tanya tenaga mereka, wah, kayak Hulk. Saya ikut-ikutan ngaduk adonan kecap, tapi nggak sampai 5 menit nggak kuat. Panas…

Pas pulang, saya dihadang sama ownernya. Wah, ada apa yah? Agak mencurigakan sich. Habis dia menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.

Saya sudah masang kuda-kuda, dan siap mengeluarin jurus Gorila menghujam bumi. Lalu …

“Mbak, ini buat oleh-oleh!” katanya

Hah… saya dikasih kecap. Horeeeee…!!! Tapi sebenarnya saya sudah niat mau beli kecap, khan mumpung di pabriknya, tapi berhubung dikasih, ya sudahlah.

Oh iya, pas di sini, saya juga ngambil foto, tentu saja dengan petunjuk dari master saya si Anton. Biar sambil ngomel-ngomel, Anton mau juga minjemin kamera SLR –nya.

Foto hasil jepretan di Pabrik Kecap ini, saya kirimkan ke Panitia Pewarta Foto Indonesia (PFI), Allhamdulilah dua dari tiga foto saya , ikutan tampil di Pameran Moms to All, yang diadakan oleh PFI di Tunjungan Plasa 2 yang dipamerin tangal 22-25 desember lalu.

Bangga, campur tak percaya, soalnya foto saya dipajang sama Fotonya Bu Ani SBY, Dubes Amrik dan Bu Risma, Walikota Surabaya.* Ihii..... Senyum manis ala kecap jeruk


Saya sebenarnya lebih memilih difoto deh timbang motoin. Tapi keburu dibantai ama Anton.

“Mbak Mendol … sampeyan itu, nggak ada menariknya difoto, diambil dari sudut manapun!” kata Anton dengan nada menghina.

“Arek iki ancene mokong !!!* Ngurap wajah Anton ama Kecap.

Foto by Manda, kecuali foto pemuja kecap, by sopir SHT

16 comments:

  1. jangan kasar gitu sampeyan, sama mas anton,.... kesian, mosok diurap kecap....



    *dorong mas anton ke adonan kecap*

    ReplyDelete
  2. nggak ngajak-ngajak... huaaaaaa

    ReplyDelete
  3. wah tak kapan2 nyoba sing tematik ah.....ben oleh hadiah kecap koyo mbak Manda, xixixixixixi

    ReplyDelete
  4. oh iku kecap favoritku..

    ReplyDelete
  5. Anonymous6:48 AM

    wah ini sambel paleng enak di makan bareng bakso. favorit sejak aku TK nih

    ReplyDelete
  6. Anonymous6:18 PM

    Thanks Mba Mandaa buat tulisannyaa..ditunggu loo tulisan soal pabrik2 yang lain :DD - Intan (HoS) -

    ReplyDelete
  7. tak kiro smpyn mau arepe sangu sego rantangan mbak :D

    ReplyDelete
  8. baru tau sama merek kecap ini ... selama ini hanya nge-bango aja :D.
    Eh akhirnya bisa ngeliat juga muka cantikmu mbak yu manda :D

    ReplyDelete
  9. Ini promosiin kecap ya? hihiih... :D
    Saya malah baru tau sama kecap ini, merknya kurang familiar soalnya :D

    ReplyDelete
  10. itu yang di tengah kan??? bener kan?? *apa akunya yang sotoy?* :D

    ReplyDelete
  11. beneran mbak lebih milih difoto ? beneran ? mana buktinya ? hahahahha....

    ReplyDelete
  12. @Intan HOS : iya makasih sama-sama.
    @Icha : yang tengah itu temanku Ayu- dari arek TV wakakakakakaka.......

    @Nely: takok Anton ae, mbak. Fotoku onok sak folder di kompienya...hiyaaaaaa

    ReplyDelete
  13. jare mbakyuk ku ..." kecap itu ngerusak rasa dek.."

    ...babah.....aku seneng kecap kawit cwilik.
    mari ngono saiki aku ngalami dwe.....

    lalu sebenarnya selera jawa timuran itu asin opo manis seeh...hehehehehe

    ReplyDelete
  14. kecapnya pasti nomer satu juga, nggak kecap nomer dua ato tiga, rasa kecapnya gimana mba, kok ngga di resensi

    ReplyDelete
  15. @zippy: situ kurang gaul ama bakul

    @endik: Saya cuman crita pengalaman tour aja, lah blog ini bukan blog resensi kecap, kok. heheheh

    ReplyDelete

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...