Saturday, November 26, 2016

Rumpi Kuliner Dapur Manda



Kata adik saya, cocok wis, "seneng ngoceh, doyan makan. Jadi penyiar program kuliner!" 

 Ya.. saya jadi penyiar loh, tepatnya serba kebetulan, dan prosesnya wat..wet ..wooot. Persis ketika saya diminta ngurusin multi function hall, yang cuma dikasih waktu seminggu, dan harus bilang iya. 

Atau... ketika ada yang minta jadi dosen. Dan saat itu saya bilang OK. Karena passion saya, selain jadi jurnalis, adalah jadi dosen. Dan... ngga lama, setelah saya ngobrol, seandainya di She Radio ada program kuliner, pasti menarik. Bladalaaah, sorenya saya sudah disuruh trial siaran, oleh Pak Errol Jonathans. Syaratnya cuma, "jadi diri kamu sendiri, Manda yang apa adanya, suka guyon, tapi kalau memang lucu. Jangan memaksa ketawa kalau itu tidak lucu!" 



Wah..wah, saya seneng dong. Apalagi ketika Pak Errol Jonathans, minta harus ada nama saya di program ini. Haduh..haduh saya jadi malu, soale saya iki sopo toh? Suara cempreng, ketawanya kayak buto ijo, bodynya kayak buntelan, wajah bengep kayak habis diuncali bakpao. Trus, dipercaya bawain program pakai nama saya,...duh..aduh *ngembang kayak ikan buntel.

Ya..ya.. akhirnya, siaran pertama, lancar sih, lah ngomongin soal menu sarapan praktis. Saya kasih yang beneran praktis, oseng-oseng wortel buncis, cap cay Jowo, sama fu yung hai. Bahannya sama,  wortel, buncis, telor, tinggal dimodel model aja...hahahaha *asline lek isuk-isuk lak muales lek ribet.


 Topik kedua, soal sambel, saya kasih tips praktis bikin sambel pencit...pertama siapkan, bahan sambalnya, cabe, bawang putih, garam... kemudian galah alias senggek! Nah...loh! Iya, anda pergi ke tetangga untuk nyenggek mangga..praktis bukan?" *diuncal watu..

Ya pokoe happy bangets, bisa dilihat tuh di IG : mandaroosa kalau saat jeda iklan, biasanya dibuat ngemil, atau joget-joget...apalagi kalau lagunya little mix...wowww..langsung mencolot mejooo siaran. *mejone langsung cuklek 

Setelah 4 kali on air, allhamdulilah, selalu ada yang support ngasih voucher, dan pastinya undangan makan buat kanjeng Manda...membludak. Sampai bikin tenda dan ngga mau pulang *ah kalau ini lebay.. hihiihi.

Yo wis, buat Surabaya sekitarnya, dengerin ya "Rumpi Kuliner Dapur Manda" tiap Jumat, pukul 4-5 sore hanya di SHE Radio, 99.6 FM. Yang di luar kota streaming giiih...

Salam 
Kanjeng Manda, Pengganda Lemak !

Monday, October 24, 2016

Makan Enak, Nyantai di Hotel Berbintang dengan Pemandangan Indah Luar Biasa


 Yuks, bro and sis.. tandai kalender kalian, buat bisa berlibur ke sini. Pesan online bayar mudah Pake Traveloka aja, pesan tiket pesawat, booking hotel, perjalanan, traveling. ... Ngga pake mumet, cukup satu ketukan, pembayaran beres….duh, senangnya.
 

 Bali yang indah seakan tak ada satu  kata yang bisa melukiskan keindahannya. Bali yang memesona membuat wisatawan selalu datang kembali untuk menikmati pesonanya. Bali yang menawan membuat siapapun akan datang dan membuktikan sendiri cantik dan mengagumkannya sebuah pulau kecil di timur Indonesia ini.

Salah satu keindahan alam yang menjadi magnet wisatawan adalah Pantai Nusa Dua yang berada di ujung selatan Pulau Dewata ini. Pantai ini dikenal dengan pantai terbersih dan cukup nyaman karena tidak secrowded Pantai Kuta. Juga tidak seeksklusif Pantai Seminyak yang memiliki berbagai macam resor dengan harga fantastis.

Di Pantai Nusa Dua ini kamu bisa memilih Grand Nikko sebagai penginapan di Bali. Lokasinya berada di Jl. Nusa Dua Selatan, Benoa, Nusa Dua, Kabupaten Badung berada di antara hamparan sawah dan agak jauh dari kota sehingga memberikan ketenangan yang kamu butuhkan. Dengan berada di pantai privat dan suasana hangat nan romantis menjadikan hotel ini banyak dijadikan sebagai tempat berbulan madu.

 
Photoright: grandnikkobali.com

 Selain paket bulan madu yang sarat dengan pelayanan yang memberikan kenyamanan, hotel ini juga memberi kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati paket Day in Paradise. Acara ini dimaksudkan agar siapapun mempunyai kesempatan untuk merasakan sensasi santai yang berkualitas di hotel ini dengan biaya yang terjangkau. Paket ini bisa dinikmati oleh siapapun termasuk keluarga. 

Tersedia empat buah kolam renang yang saling terhubung dan sebuah seluncuran sepanjang 30 meter. Juga sebuah jacuzzi luar ruangan yang dapat digunakan oleh siapa saja. Selain fasilitas hotel, dengan membeli paket Day in Paradise, kamu juga akan mendapatkan akses gratis ke Jungle Camp selama 1 jam.

Dengan predikat sebagai pantai terbersih di Bali, Pantai Nusa Dua menjadi daya tarik utama bagi resor yang ada di kawasan ini termasuk Grand Nikko Bali. Pantai yang sepi, ombak yang tenang dan udara yang segar bebas polusi membuat istirahat kamu di pantai ini lebih berkesan. Sehingga resor-resor di Nusa Dua selalu padat dikunjungi wisatawan.

Sebenarnya, tidak ada nama Pantai Nusa Dua. Karena di bagian selatan pantai ini dikenal dengan nama Geger dan di bagian utara dinamakan Pantai Mengiat yang berada di kawasan Nusa Dua. Setiap resor yang ada di kawasan ini bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan pantai. Sehingga kamu akan melihat petugas hotel atau resor yang membersihkan pantai secara rutin.

Untuk berkunjung ke Pantai Mengiat, kamu tidak perlu menginap di salah satu hotel atau resor yang ada di sini. Terdapat akses jalan dengan lahan parkir yang cukup luas. Di tempat ini juga terdapat sebuah restoran lokal yang bernama Yasa Segara yang bisa kamu kunjungi setelah puas bermain air di pantai.

Photoright: log.viva.co.id

Di kafe ini juga terdapat tempat shower sehingga kamu bisa membilas tubuhmu setelah bermain di laut yang diapit oleh karang besar. Karang ini membuat area Pantai Mengiat relatif aman untuk berenang. Sedangkan untuk surfing, kamu harus menyewa perahu agar bisa lebih ke tengah demi mendapatkan ombak yang lebih besar.

Jika kamu susuri Pantai Mengiat, di bagian selatan kamu akan bertemu dengan Pantai Geger. Pantai ini lebih terkenal oleh wisatawan sebagai objek wisata di kawasan Nusa Dua. Pantai ini juga lebih diminati karena suasananya yang lebih tenang, bebas dari pedagang kakilima atau penjual jasa seperti yang banyak ditemui di Pantai Kuta.

Walau demikian pesona Pantai Geger tidak kalah dengan dua pantai sebelumnya. Pantai ini banyak dikunjungi oleh pasangan bulan madu yang menginginkan suasana romantis dan privasi. Sehingga mereka dapat menikmati kebersamaan tanpa harus terganggu dengan hilir mudiknya pengunjung pantai. Juga mereka dapat meresapi keindahan pantai dengan lebih maksimal. Terutama menjelang sunset dan sunrise di mana panorama yang hadir di sini sungguh mengagumkan. 


Photoright: tribunnews.com

Di pantai ini kamu juga akan mendapati resor untuk menginap agar bisa menikmati keindahan pantai lebih lama lagi. Dengan pelayanan yang prima liburanmu menjadi lebih berkesan di sini. 

Monday, September 26, 2016

Mari Jo Ka Manado (2)

Ini Lanjutannya …..

Diantar  tante, kami berdua blusukan di Pasar dekat rumah. Mulai milih-milih kue tradisional..yang rata- rata mirip kayak di Jawa. Ada apem, cucur, dadar gulung.
Bedanya, di Manado rasanya lebih kuat, dan ada beberapa bahan yang mungkin tidak ditemukan dengan di Jawa.



Satu lagi,…gula merahnya itu. Hmm… lebih pekat, cenderung ke coklat tua. Nah, inilah mengapa cucurnya, apemnya, enten-entennya kok coklat tua bangets.. ..ya karena gula merah..eh gula coklatnya ini.  
 Trus..di Manado ini banyak sekali yang jual nasi kuning. Heraan…soalnya nasi kuning itu khan wong Jowo bangetslah, kalau ada syukuran, bancaan, biasanya pakai tumpeng nasi kuning. Penasaran donk, ternyata nasi kuningnya bolehlah mirip…tapi lauknya beda. 

Nasi Kuning berbungkus daun wokah
Bedanya nasi kuning di sini ada suwiran ikan cakalangnya… trus, ngga ada tuh mie kuning, di sini pakai bihun. Tempe kering masih ada sih, tapi bergedel kentang ngga ada, gantinya kayak suwiran kentang..tapi kata tanteku itu ubi..dibuat kayak kering tempe. Rasanya…. Weeenak puolll…sambal dan ikan cakalang suwirnya itu loh bikin…lidah ajeb-ajeb! 

Ikan bakar sambal dabu-dabu, sampai ayam daun wilem..sadaapppp
 Oh iya..mumpung di rumah tante, dan ketemu Oma Eva, saya belajar masak. Tahapannya, saya bantu iris-iris bumbu, trus bersihkan ikan, barulah dipercaya ngulek dan numis bumbu. Hahahaha..ada level-levelan..ternyata. Hadew...
 

Wow…soal bumbu, di sini lebih gampang. Banyak ngandalin jahe, daun salam, kunir, sere,  tomat, sama cabe rawit. Pokoknya pedes nyelekit. Kalau saya hitung-hitung..itu dua kali masakan, kayaknya ngabisin lombok sekilo. Padahal ..kalau di rumah, saya kalau beli lombok campur rong ewu…seminggu juga ngga habis (laaah….ngga tau masak gimana mau habis yaaa???) wakakakaka…. 

Yang jelas, happy bangets saya bisa berkunjung lagi ke Manado. Makanannya enak-enak, pedes gila. Dan saya makan tanpa rasa bersalah. Lah setiap habis makan trus ke belakang…gara-gara ngga kuat pedesnya ...hahahah!!!

Wednesday, August 31, 2016

Mari Jo Ka Manado (1)



Saya akhirnya ke kota ini lagi…. Manado! Dulu jaman kuliah pernah ke sini, ketampul –tampul naik kapal 4 hari 3 malam, dapat tiket kelas ekonomi, paling kerasa pas diterjang ombak gede. Puuueh..mumet..muneg-muneg puoll!. Trus menu pagi, siang , malam...ransumnya ikan mulu. Hadew I really miss pecel that moment. Jiaah ..


 

Dan saya kembali ke sini. Lonjak-lonjak. Manado . Saya tuh kagum sama keramahan mereka. Iya,kalau berpas-pasan selalu menyapa, “Selamat Pagi” awalnya saya cuek, lah ngga kenal. Eeeeh…kata tante saya, orang Manado memang gitu, saling sapa. Aiiihh..esok harinya, saya semangat menyapa mereka duluan. “Pagi Om, Pagi Tante, Selamat pagi semuaaa …!”

Satu lagi yang paling berkesan pastinya selera makan orang Manado yang sukanya pedas gilaaaa! Levelnya wis ngga karu-karuan. Herannya, saya yang ngga doyan pedes, lah kok jadi tebel lidahnya. Tuh, sambal apa saja, saya sikat. Meski hasil akhirnya perut saya yang ngga kuat. Hiyaaaaa…

Wednesday, July 27, 2016

Kopi, Memikat Suami



Kopi Simbol Lelaki? Ah, ngga juga.  Banyak perempuan suka, dan tidak kehilangan sifat feminimnya.


Kapan Anda menikmati kopi? Meski ritualnya banyak yang minum di pagi dan sore hari,  tapi kopi bisa dinikmati kapan saja. Kalau lelaki, pilihan kopi, selalu disandingkan dengan rokok. Ngobrol gayeng, dari sore hingga larut, asalkan ada kopi pasti semangat. Kalau saya, secangkir kopi, harus ditemani cemilan. Pisang goreng, rondo royal, gethuk,  kepok rebus, atau kalau mau praktis tinggal beli biskuit, atau cookies. Meski akhirnya komposisinya ngga imbang.  Lah segelas kopi, cemilannya sepiring penuh pisang goreng. 


Bersama suami tercinta, menyeduh kopi bisa menjadi momen yang bahagia. Bahagia? Iya, ini bukan gombal. Coba bayangin, daripada diajak ngopi ke mall, khan mending di rumah. Dompet aman, suami pun aman ngga dilirak-lirik pramuniaga yang langsing dan lencir. Duh!


Kopi favorit suami saya. Pilihannya, satu sendok kopi hitam, dua sendok kecil gula, plus satu sendok creamer.  Sebagai pecandu kopi, jika komposisinya melenceng dikit, dia tahu loh. “Ini kemanisan!” katanya tempo hari. Maklum, karena keburu-buru disambi ngulek sambel.

Pernah juga dia mengeluh, “Kok kelewat pahit, sih?” protesnya. Yah, lagi-lagi karena buatin kopi sekalian masker sama luluran, jadi nuang bubuk kopinya kebanyakan.   

Hmm.. . biar sudah rutinitas, tapi kok selalu mbleset takarannya.   Hiks.. rada sedih juga, khawatir jika kopinya ngga cocok terus nyari kopi di warung janda cantik, bisa bahaya ini! *nyiapin pentungan.


Tapi, sekarang  suami saya ngga pernah protes soal kopi. Ini bukan karena dia takut sama istrinya yang punya bodi kayak Hulk ini. Tapi sudah ada kopi instan yang komposisinya pas. Kopi Gus Ipul ini memang pas dengan selera suami saya. Ya, kopinya, susunya, gulanya. Keahlian saya cuma merebus air panas, dan ngundek aja. Praktis bangtes, bahkan isok disambi nggolek Pokemon. Ihiii.

Kearifan di Balik Sebiji Kopi



Meneruskan Tradisi Mantap Rasanya….
Setiap butir biji kopi ada kisah yang tersembunyi tentang kearifan lokal.


 Kopi tidak memandang gender. Pria dan wanita pasti banyak yang suka ngopi. Lihat saja, coffe shop selalu ramai pengunjung sekedar untuk ngopi. Mereka rela merogoh kocek dalam untuk mendapat secangkir kopi hangat. Yah, kopi memang istimewa. Coba perhatikan, di Surabaya, bertebaran gerai kopi, sayangnya banyak didominasi brand luar. Budaya ngopi, yang dulu identik dengan ‘warungan’ pinggir embong sudah bergeser jadi life style.


Apa yang diharapkan dari secangkir kopi? Tak sekedar gaya, namun kenikmatan secangkir kopi (tanpa sianida) memang luar biasa. Perlakuannya saja beda, bukan hanya karena varietas bibitnya berasal dari bibit yang unggul, kopi harus ditanam di ketinggian tertentu. Level ketinggian ini akan berpengaruh langsung dari kopi yang dihasilkan, baik dari ukuran, bentuk, dan pastinya terhadap rasa dan karakter kopi. 

Tanaman kopi juga membutuhkan perawatan dan pemupukan secara teratur, di Lampung, di Aceh, masyarakat di sana memperlakukan tanaman mereka dengan kearifkan lokal, sehingga tanaman kopi memiliki rasa nikmat dan khas. Usai panen, masih ada serangkaian proses pengolahan mulai pemetikan buah, penyortiran buah, pengupasan kulit, penjemuran biji, dan penggilingan biji kopi dan akhirnya buah kopi menjadi serbuk kopi yang siap diseduh

Tak heran jika para penikmat kopi, selalu harus punya waktu untuk menikmatinya, menyeruputnya sedikit demi sedikit, sembari menikmati semerbak aroma. Menghela nafas panjang, sambil sedikit memejam mata. Seakan untuk menebus proses pengolahan biji kopi yang panjang.

Jika kenikmatan itu yang dicari, tidak harus ditebus dengan harga mahal. Sebungkus kopi instan, dengan proses yang benar, akan menghadirkan kopi a la kafe. Begini caranya, pertama, perhatikan kualitas air, saran saya, gunakan air galon. Rebus hingga air benar-benar mendidih. Kedua, ambil satu sachet kopi susu, atau white coffee, kopi Gus Ipul, tuangkan ke cangkir. Kemudian, tuang air mendidih ke dalam cangkir, lalu aduk sebanyak 30 kali searah jarum jam. Dan… Kopi Gus Ipul siap dinikmati. 

            

 Sebagai warga Surabaya, rasanya bangga jika ada produk lokal muncul, karena pastinya akan mendukung perekonomian produsen lokal. Jadi, mari kita tunggu kiprah Gus Ipul, untuk Kopi di Indonesia ... Semoga kopi kebanggaan warga Surabaya ini, bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.