Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2011

Lemak Is My Middle Name

Desain by Jujuk

Perbincangan dimilis kulinus Surabaya


"Namamu siapa ?"

"Manda Lemakwati!"

"Hah... bener, namanya ada lemaknya?"

"Serius!"

"Memang nama lengkapnya siapa?"

"Manda Lemakwati Tak Jenuh Ganda!"

"Whatt...!!!!" *ditimpuk pake gajih

Hueheheeheheh.....*kena deh

Oude Fabriek Track

Berkunjung ke pabrik kecap Jaman Mbiyen


Wah… seru pengalaman saya dan Anton kali ini. Kebetulan House of Sampoerna (HoS) punya program tematik Surabaya Heritage Track (SHT) bernama Oude Fabriek Track, tur tematik ini mengajak tracker mengunjungi industri-industri yang berlokasi di kawasan Surabaya Utara setiap hari Selasa hingga Kamis, pukul 09:00 – 10:30 selama bulan Desember 2011.

Jam 09.00 saya sama Anton sudah siap-siap. Sebelum berangkat, Anton ngecek lensa, batere, dan memori card. Saya nggak mau ketinggalan, cek roti, snack, cokelat, minuman ringan 2 botol. Sebenarnya saya mau nyari nasi bungkus, tapi Anton ngancem, kalau saya beli nasi bungkus, dia muthung moto.

“ Mbak Mendol... sampeyan sangunya kayak mo mudik, ini loh perjalanannya nggak sampai 20 menit,!”katanya ngamuk-ngamuk.

Yo wislah, daripada muncul tanduk di kepalanya, niat mo mbungkus nasi jagung, saya batalin. Ada tiga tempat yang kami kunjungi, Pabrik Siropen, Kecap Jeruk dan pabrik Misoa. Tapi kali ini mau cerita pa…

Kikil Saya

Jadi ingat waktu dulu saya makan kakinya squidward

Kali ini, saya ditugasi kantor untuk melobi Kikil Sapi Pak Said untuk tampil di acara Kuliner Khas Surabaya yang rutin diadakan sebulan sekali di Toeng Market.
Sebelumnya, saya sudah kenal sama Bu Said. Pertama waktu liputan, dan kedua pas diajak syuting sama Bango. Kali ini saya langsung menuju ke rumahnya di daerah sepanjang.Kedatangan saya ke rumahnya tidak mengejutkan, malah terlampau vulgar.

“Pak… masih ingat saya?” sok akrab

“Hmm..debt colector ya?” kata Pak Said dengan tatap curiga.Yaelah, lihat lengan gempal, ama perut mekar langsung aja main nuduh debt colector.
“Ehemm.. saya itu loh pak, yang dulu pernah ke sini liputan, trus kita khan pernah syuting bareng!”
“Ohh... iya, mbak yang makannya banyak itu toh!” katanya sumringah
“Wadoh… diinget yang itu seh, pak!” isin dewe
Tidak lama Bu Said muncul.

“Loh mbak iki, mbiyen. Yang makan dua mangkok itu ya!” katanya super yakin.

Aduh…tobat. Ternyataadegan saya makan ugal-ugalan sampai dua…