Thursday, September 22, 2011

Jatuh Bangun Penjual Kupang

U and Me …..End!

Setelah tiga tahun berjualan di Dapur Nusantara -Food Court lt 3 ITC Surabaya. Kontraknya habis. Tepatnya pada bulan Ramadhan lalu dan tidak diperpanjang. Banyak suka duka berjualan selama tiga tahun.

Waktu pertama kali buka, jadi kami penjual makanan tradisional, untuk mengisi stand yang kosong, diberi wadah mengisi Dapur Nusanara. Letaknya kurang srategis, Karena jarang sekali orang yang lewat. Saya masih ingat, awal buka hampir seminggu nggak ada yang beli. Bayangkan…
Tiga dari enam penjual langsung mengundurkan diri, karena merasa rugi. Saya tetap bertahan, karena prinsipnya saya mau merasakan
merintis usaha dari nol.

Menginjak minggu kedua, dalam sehari paling banyak laku 2 porsi. Melihat kondisi ini, agar bahan tidak mubazir, ada ide berjualan di depan rumah. Ide ini justru datang dari simbok saya. Langkah pertama yang saya lakukan, membagikan kupang gratis kepada tetangga sekitar. Niat awalnya, agar menghabiskan bahan, daripada
dibuang. Tapi dipikir-pikir bisa juga sekalian promosi.

Cara lainnya, sa
ya juga jualan di kantor. Promosi sama temen-temen siapa yang mau pesen. Dan ini sangat ampuh, karena sebelum saya berangkat selalu ada sms pesan kupang atau lontong mie.


Jadi, meskipun yang di food court sepi, tapi dagangan saya tetap jalan. Langkah berikutnya, saya undang temen-temen wartawan ngeliput dagangan saya…hehehehe. Kebetulan sebagai jurnalis kuliner temen-temen sering minta rekomendasi tempat makan. Yah, saya undang saja.

Support temen-temen wartawan ini luar biasa. Mereka ikutan bangga loh, punya temen model kayak saya ini. Mulai muncul, di rubrik kuliner, profil saya muncul juga deh. Lucunya, temen- temen males wawancara, malah saya disuruh wawancara diri saya sendiri. Hihihii….


Nama Kupang Lontong Tanjung Perak mulai dikenal. Pegawai saya ikutan senang, soalnya tampangnya ikutan nongol di liputan. Bahkan, cuman gambar tangannya yang kelihatan dia sudah seneng banget, dia belain beli dua edisi Tabloid Lezat untuk dikirimkan ke rumah ortunya di Madura.
Pelan-pelan usaha saya mulai kelihatan hasil. Pesanan lancar, aktif ikutan bazaar, dan diundang festival makanan. Allhamdulilah.

Dan setelah tiga tahun, setelah omzetnya lumayan, bahkan sampai menambah pegawai. Kerjasama ini diputus sepihak. Tepatnya di bulan Ramadhan menjelang Hari Raya. * duh pas harus nyiapin THR-an.

Sabar. .. selalu berpikir positip, pasti Gusti Allah, ada rencana lain.Dan sekarang harus bangkit lagi. Karena saya punya pegawai, kasihan nasib mereka. Saya memutuskan untuk berjualan di rumah saja. Rencananya selain kupang, niatnya mau nambah pangsit mie ayam.

Pengalaman tiga tahun lalu, dimana tiga bulan pertama saya harus jatuh bangun, bahkan tekor dulu, gara-gara nggak sumbut buat mbayar gaji pegawai merupakan pengalaman berharga. Rasanya, sekarang saya harus lebih siap.

Bersama my sharuhkhan saya yakin bisa mengembangkan usaha ini. Bismillah, dengan niat baik, dan didukung doa tulus dari pegawai saya yang tak pernah putus, saya yakin Allah akan memberi jalan.


Monggo...Kupang…kupang….sini kupangku Anget …!

17 comments:

  1. Kalau berjualan di rumah, alamatnyaa dooooong Mbak Mandaa..... :)

    ReplyDelete
  2. mba mendolll smangat yo mba, coba buka dijakarta mba? aku pasti jd konsumen fanatikmu dah.

    ReplyDelete
  3. Dibalik kelonthongannya Manda, tersimpan kelembutan hatimu yang seperti tahu mbak. Salut aku.
    Mudik 2009 wingi durung keturutan ngrasakno lonthong kupangmu, Insya Allah mudik berikutnya tak sambangi lonthong kupangmu.
    Sampeyan kok jarang apdet seh. Kangen aku ambek kelonthongan sampeyan.

    Salam
    mbonek kesasar

    ReplyDelete
  4. wes tak dukung Mba... doaku selalu bersamamu. kalo deket aku beli deh...

    ReplyDelete
  5. maju terus pantang mundur mbak!!!

    kata orang tiga tahun itu emang waktu buat bangun "merk" mbak......saya yakin kemanapun mbak Manda jualan nantinya...pelanggan akan cari ....saya yakin itu..

    ReplyDelete
  6. maju terusss mbakkk

    ReplyDelete
  7. kok bisa diputus sepihak gitu
    karena rame kali ya, makanya didepak orang

    ReplyDelete
  8. maju terus mbakkkk :D

    ReplyDelete
  9. alamate nangdi Mbak Manda...
    aku pengen nyobaaa......

    ReplyDelete
  10. @all: terimakasih supportnya. jadi tambah semangat.

    alamatnya..sementara belon di publish soale tempate elek, nanti kalo sudah ada meja kursi, sama gerobaknya ..pasti tak tunjukin di blog. hehehehe

    ReplyDelete
  11. Mbak aku yooo kangen kupangmu mbaaaaak

    ReplyDelete
  12. semangat mbak manda..!! aslih aku pengen ngerasain kupang lontongmuuuu...

    ReplyDelete
  13. kupang lontong daerah saya banyak banget orang jualan tepatnya daerah utara pandaan

    ReplyDelete
  14. walah.... tiwas'e aku wes ngiler mbak..
    alamat'e ora di publish :'(

    ReplyDelete
  15. alamate nang ndi mbak? aku pengene mrono tapi kudu awakmu sing ngladheni loh yooo, hihihi...

    ReplyDelete
  16. SALAM
    Informasinya Sangat Menarik dan menambah wawasan kami

    http://supplierfrozenfood.com/, 0821.3656.8222

    ReplyDelete
  17. mantep iki lontong kupang, sate kerangnya itu lo bikin tambah sedep :D

    agen tiket pesawat

    ReplyDelete

Liburan ke Bali? Yuk, Kunjungi 7 Tempat Wisata Kuliner Terindah Ini

Bicara kuliner, masakan khas Bali menjadi salah satu yang paling digemari. Apalagi jika tempatnya diselimuti keindahan alam, tentu meng...