Skip to main content

Spirit Selai Nanas

Jangan pernah tidak menghargai hal-hal sederhana dalam hidup ini.


Puasa, ah stop dulu cerita makanan. Ntar banyak yang protes. Saya tiba-tiba inget jaman mikut embah di Malang. Embah saya khan punya katering. Namanya pesanan di luar rantangan, tiap hari ada, mulai mantenan, ulang tahun, tujuh bulanan, sampai selametan, 7 hari, 40 hari,pendak dll. Pokoknya rame terus.


Saya sering macak bantuin, tapi kok kayaknya banyak makannya. Embah saya juga suka kebangetan, kalau ada ikan goreng yang ilang, atau jajan dus-dusan kurang mesti nuduhnya ke saya. “Ndol, itu lempernya kok kurang satu, itu jumlahnya ngepres, ayo..balekno!”


Heran, saya kok mesti ketahuan. Padahal ada sekitar 30 orang pekerja di sana.


Tapi embah saya baik banget lho, kalau ada teman kuliah saya datang, selalu dikasih makan. Mereka boleh ambil sepuasnya. Bahkan sering buat acara masak-masak di rumah.Nah, salah satu kebiasaan embah, selalu membawakan bekal buat saya.


Bekalnya roti tawar dua tangkep, sama selai nanas buatan sendiri. Begitu berangkat, roti dua tangkep itu sudah tersaji di meja. Iya…saya yang mahasiswa masih dibawain bekal. Awalnya sih senang, tapi lama-lama bosen juga. Saya pun protes.


“Mbah, besok aku nggak mau bawa roti lagi yaaaa ..!”

“Kenapa?”

“Bosen, mbah. Masa roti selai nanas terus!”

“Ya udah.. besok bawa rantang yaaaa!” *Ampun..emang mau ke bonbin. Huh!”


Duh, kalau inget-inget almarhum mbah, saya sering sedih,karena mbah kalau punya makanan enak, saya yang dicari dulu. Kalau mau njajan enak, saya pasti diajak. Kalau makan nggak habis, saya tukang ngabisin.. *Hiyaaaa…centeng kale!



Embah saya memang sudah lama tiada, tapi siapa menyangka, apa yang dilakukan embah lebih dari sepuluh tahun lalu, kini saya lakukan, saya merintis usaha kupang lontong, mulai menerima pesanan tumpeng, rantangan buat anak kos, mulai berani menerima order catering untuk kawinan.


Semua berjalan lancar, karena saya sudah tau polanya, takaran dan ukuran. Rasanya, spirit embah, seperti menemani langkah saya menjalankan usaha ini.


Satu hal yang saya sesali, tiba-tiba saya kangen bangets makan roti sama selai nanas buatannya yang pernah saya tolak itu…

Comments

  1. mbakkkkkkkkkk buka cabang jakarta pleaseeee....aku customer rantangan nomer 1 nanti hikssss

    ReplyDelete
  2. wah roti selai nanas itu kesukaanku lho mbak...
    mbak kalo ke sby, harus mampir ke tempat sampean, makan sebanyak2nya :D hehe

    ReplyDelete
  3. mbak bener...iki si Non lagi buat nastar berselai nanas......bener enak..

    ReplyDelete
  4. what a wonderful memories.....kenangan yang menjadi kenyataan.

    asli indah.......

    ReplyDelete
  5. hiks... jd inget alm. mbah kakung dan mbah putri saya. waktu kecil saya sama mas2 digiring rame2 ke warung rawon di mt.haryono malang (ex. depan BCA dinoyo) depan tiap malam minggu.

    ReplyDelete
  6. di solo sudah ada belum ya?

    ReplyDelete
  7. bagus sekali menerima chatering buat kawinan juga.

    ReplyDelete
  8. smoga sukses usahanya mba, Gbu
    :)

    ReplyDelete
  9. @pinkina: Semoga...dalam waktu dekat KUPANG LONTONG TANJUNG PERAK buka di Jakarta.

    @kang eko : aduh terharuuuu saya. Maturnuwun.

    @Arul : aku nggak isok mbuat. Isoke mangan hiyaaa..

    @kerajinan: Solo? Emang wong solo doyan Kupang???

    @Nita : TERIMAKASIHHHHHH

    ReplyDelete
  10. Halah...katanya nggak mau ngomong soal makanan, tapi dibaca-baca tetep aja temanya makanan. Hahahahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rejekine Wong Lemu

Memory Gubeng Pojok

Kisah Cinta Sharukhan dan Spring Bed


Tempat makan lawas, dengan harga ramah di kantong ini salah satunya, Gubeng Pojok. Saya punya memori indah dengan depot satu ini. Ya masa-masa jaman pacaran sama my sharukhan, masa-masa habis nonton bioskop di Mitra, dah gitu kelaparan nyari makan. Ke sini tempatnya. Alasannya, murah bangets, masuklah buat my sharukhan yang pacarnya sekali makan bisa 2-3 piring…hihihi

Seporsinya dulu cuman Rp 8 ribu-an, ngga beratlah kalau saya nambah 2 kali, masih masuk akal. Hihihi..
Tidak ada yang berubah di gubeng pojok, kursi meja suasananya tetep. Yang berubah harganya. Sekarang sudah Rp 11.000,- tapi masih murah seh nurut saya. 


Dari dulu sampai sekarang my sharukhan seleranya tetep. Krengsengan, sama jeruk anget. Wis!. Kalau saya juga tetep, kare ayam, nasi goreng, rawon. Maksutnya habis makan rawon, nambah nasi goreng, kadang kare ayam. Ya maksutnya pancetnya nambah 2 sampai 3 piring getoooo.


Pilihan kita duduk di pojokan, sambil mengenang masa pacaran…cieee c…

Makan Enak, Nyantai di Hotel Berbintang dengan Pemandangan Indah Luar Biasa

Yuks, bro and sis.. tandai kalender kalian, buat bisa berlibur ke sini. Pesan online bayar mudah Pake Traveloka aja, pesan tiket pesawat, booking hotel, perjalanan, traveling. ... Ngga pake mumet, cukup satu ketukan, pembayaran beres….duh, senangnya.

 Bali yang indah seakan tak ada satukata yang bisa melukiskan keindahannya. Bali yang memesona membuat wisatawan selalu datang kembali untuk menikmati pesonanya. Bali yang menawan membuat siapapun akan datang dan membuktikan sendiri cantik dan mengagumkannya sebuah pulau kecil di timur Indonesia ini.
Salah satu keindahan alam yang menjadi magnet wisatawan adalah Pantai Nusa Dua yang berada di ujung selatan Pulau Dewata ini. Pantai ini dikenal dengan pantai terbersih dan cukup nyaman karena tidak secrowded Pantai Kuta. Juga tidak seeksklusif Pantai Seminyak yang memiliki berbagai macam resor dengan harga fantastis.
Di Pantai Nusa Dua ini kamu bisa memilih Grand Nikkosebagai penginapan di Bali. Lokasinya berada di Jl. Nusa Dua Selatan, Benoa, …