Monday, May 10, 2010

Crumbling Tool

Takut masuk ke resto fine dining karena nggak ngerti table manner ? *sama donk.

Biar sering keluar masuk resto mewah, tap
i saya sering keder juga kalau sudah lihat susunan macam-macam alat makan di meja. Ternyata nggak seburuk film Pretty Women yang keongnya mencelat sampai-sampai ditangkap pelayan. Karena resto kelas atas sudah mengatasipasi buat menghadapi konsumen yang kayak saya.

Pengalaman saya pas diundang ke Vis a Vis , Rest
o Perancis di JW Marriott. Begitu datang saya disuguhi beragam canape. Canape ini adalah roti-roti kecil yang dihiasi dengan berbagai macam topings modelnya kayak goreng-gorengan-lah.


Salah satunya Escargot Loraine. Kuenya keren, gurih, diatasnya ada seperti jamur, pas dimakan rasanya kenyul-kenyul. Oalaa…ternyata itu adalah siput. Hihihi..nggak nyangka siput yang sering keinjek di halaman kantor pas hujan jadi makanan keren a la Perancis.

Nah, pas makan , para waitersnya khan pada siap-siap di kiri dan kanan. Yang menarik perhatian saya bukan mas-mas waitersnya yang ganteng dan ramah.

Tapi sesuatu yang metungul di balik saku baju mereka. Jadi para waiters ini di saku bagian atas ada bolpoint, warnanya keemasan.



Saya jadi tau kegunaan alat itu. Pas saya asyik menyantap kue siput itu, remah-remah kuenya berjatuhan di meja.
Lalu pas per
gantian menu dari makanan pembuka ke maincourse, para waiters ini membersihkan meja, Bladalah ….mereka mengeluarkan alat ini, dan ternyata memang bukan bolpoint.

Ini adalah crumbling tool, bentuknya seperti bolpoint, tapi tengahnya bolong dan ujungnya meruncing. Karena fungsinya seperti serok sampah, alat ini mendorong kotoran atau rempah-rempah.

Dan ditampung di atas piring kotor. Kata Mas-nya alat ini juga berfungsi
membersihkan saus yang belepotan.

“Lho Mas, kalau ditekan ke saus bukannya tambah mbleber.“


“Iya memang menimbulkan noda di taplak
nya, tapi kalau tangan kita nempel ke saus sudah tidak lengket.”

Saya pun langsung latah mempraktekanny
a. Ih… beneran sausnya nggak ngotorin tangan, soalnya sudah merembes ke taplaknya. *Terkagum-kagum.

Karena alat inilah , meja yang acak kad
ut penuh remah, dan noda saus jadi bersih dan rapi.

Tapi puncak dari hidangan ini, menurut saya ketika menikmati Dark Chocolate Souffle with Cherry Jubile and Vanilla Ice Cream. Makannya harus cepat soalnya ntar rotinya cepet turun. Inilah ciri khas lain dari makanan penutup Perancis memadukan panas sama dingin. Aduh enak bener deh, apalagi saya khan seneng bangets ame namanya cokelat.

Saya sing seneng-seneg saja dengan makanan Perancis, masuk kok sama selera saya, cuman yang bikin nggak sreg itu ya ukurannya. Mungil-mungil porsinya
. Ndak kukuh……. Habis liputan ini saya ngacir ke nasi padang, apalagi kalau bukan nyari kikil sama ayam Pop. Huheueueueeu

Next Post : Djatilegi Terrace & Resto

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...