Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2008

Menu Siang-Malam

Makanan khas Suroboyo di satu lokasi

Referensi tempat makan di Surabaya, bertambah satu lagi. Yaitu, Food Court Urip Sumoharjo.Berada di pinggir jalan. Pusat makanan ini terletak di depan rumah susun Urip Sumoharjo. Pusat makanan ini dibuka secara resmi oleh walikota pada 29 Desember 2007 lalu.Dan resmi beroperasional sejak tanggal 1 Januari2008. Tempat ini mampu menampung para PKL binaan Dinas Koperasi Pemerintah Kota Surabaya yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Sebelum memesan menu, pastikan Anda membaca daftar menu yang terpampang di papan nama, tepat di pintu masuk.Ada dua papan yang menunjukkan daftar menu siang, dan menu malam. Perbedaan jenis menu ini karena sistem berjualannya pun terbagi menjadi 2 shift, yaitu pagi dan sore,dengan total waktu buka mulai jam 6 pagi hingga jam 11 malam.

Setidaknya tak kurang dari 60 pedagang makanan, yang menempati area foodcourt Urip Sumoharjo ini. Pengaturan shift ini di-handle oleh Paguyuban Pedagang Urip Sumoharjo.

Untuk menu malam siang;…

Dilempar Martabak

Foto : Anton
Enak dimakan dimakan selagi hangat ditambah acar timun dan cabe.

Berbahagialah jika kita bisa membeli martabak. Sedikit terlalu berlebihan ya ? Hahaha…, alasannya, karena dua hal, pertama karena mendapat martabak dengan pesanan khusus (dagingnya yang banyak, ya Bang… ), kedua kita dihibur langsung dengan gaya atraktif penjualnya.

Yah, melihat gaya penjual martabak memang paling asyik, bulatan tepung yang gemuk itu, dipipihkan di alas yang licin, ditarik ujung-ujungnya, lalu setelah agar mekar, adonan yang sudah tipis ini diangkat, lalu dilempar memutar, sehingga adonan bertambah tipis dan melebar.

Di kawasan Ampel, mudah ditemui rombong penjual martabak, ciri khasnya apalagi kalau bukan papan bertuliskan urutan harga, dari yang biasa sampai istimewa. Ahmad, seorang penjual martabak mengatakan perbedaan harga hanya masalah telur dan bumbu.

“Martabak istimewa berarti jumlah telur, daging, dan sayurannya lebih banyak. Belum lagi tambahan daging kambing, atau daging lain sesuai k…

Tayangan Imajiner

Setting : Sebuah dapur dengan kitchen set terbaru.


Presenter : “Kita panggilkan bintang tamu kita, La Mendol !”

Audience sekitar 30 ribu orang, tampak antusias memberikan applaus. Plok…plok…plok

Presenter : “Hari ini mau presentasi masakan apa ?”

Mendol : Saya membawa menu Ayam Tulang Lunak. Silahkan dicicipi."

Presenter : “Wow…amazing. Rasanya empyuuuuuk …..
bangets !”

30 ribu Audience ngeces seketika, sambil berlinang air mata haru.

Presenter : “Pasti daging ayam ini dipresto dulu, ya ?”
Mendol : “Nggak tuh !”
Presenter :“Wah, pasti diungkep dengan daun pepaya !” *bergaya a la Ira Kusno.

Mendol : “Hmm… nggak juga !” *pasang tampang Cumi
Presenter :“Bagi tipsnya Mbak Mendol !Setuju khan pemirsa ?

30 ribu Audience serentak ; Iyaaaaaa…… *Penasaran akut

Mendol : “ Daging ayamnya empuk, karena saya duduki selama seperempat jam !”

“Apaaaa…!!!! Hueeekkkkk….. !!!!!” * gemuruh suara 30 ribu Audience dan satu orang presenter yang mual…

Kugadaikan di Blauran

Di Pasar Blauran saya mengobati kerinduan dibalik jajanan tradisonal tempoe doloe.

Doloe, waktu saya masih SD, sehabis mengantarkan ibu menggadaikan emas di toko Emas Enam Djaja (buat bayar sekolah...) , ibu selalu mampir ngajak ke penjual jajan pasar di Blauran.

Jaman segitu Blauran beceknya luar biasa, masuk ke pasar blauran ibarat main ke sawah, soalnya sandal saya penuh dengan ledhok. Sebenernya pengen rasanya digendong, tapi nggak mungkin. Lha bobot tubuh saya pas kelas enam SD itu sudah menyamai bobot ibu saya.*GuEdE Tenan Pokok'e

Segala makanan tradisional seperti klanting, putu, rujak cingur, lontong balap, tahu campur, tahu tek, rujak gobet, jenang grendul, bubur sum-sum, jajan pasar siap tersedia. Bila dahaga tinggal coba saja dawet, es degan atau es campur dijamin segar.

Ibu saya paling suka berkunjung di atas jam 8 malam, ssttt... bukan malu ketahuan tetangga kalau menggadaikan emas hehehehe… tapi jam segitu jajan pasarnya diobral setengah harga.

Apalagi jajan yang ad…

Blog Ini Haram

Intinya, Saya tidak mau menambah dosa …

Saya nggak tahu apa jadinya jika selama dua belas bulan, gaya makan saya dibiarkan ugal-ugalan.
Ngemil di sini, jajan di situ, andok di pinggir jalan, ngedim-sum di resto, ngopi di mal, makan bebek seminggu dua kali, bakso tiap hari, belum lagi kalau pas perjalanan pulang ke rumah pas-pasan sama yang jual siomay, bakul sate kelapa, tolat-tolet rujak manis di jalan Dr. Soetomo, yang membuat saya segera menepikan sepeda motor.
Di luar rutinitas (makan) yang tidak terduga itu… hmm Saya sudah punya jadwal khusus, memenuhi undangan promo makanan dari hotel, resto dan cafĂ©, yang merupakan kewajiban saya untuk datang (dan makan !).

Tapi, di bulan Ramadhan saya benar-benar tobat. Iya benerr !
(Setidaknya sampai menjelang magrib, hehehe...)

Di meja kerja saya tidak adalagi klethikan. Di laci juga tidak ada snack momogi, ring, dan potato chips. Dalam tas kerja, juga nggak ada Sari Roti rasa Coklat.Peralatan perang, seperti mangkok, piring, sendok , garpu…