Friday, November 20, 2015

Beda Cappuccino and Caffe late



              

 Masih soal ilmu perkopian dari Beskem Café, sederhana tapi rada mengusik rasa penasaran saya. Kalau liat latte art yang lucu, kadang terbalik-bolak. Ini Cappucino atau Caffe Latte ?

Pesen minuman trus ada hiasan di atasnya itu, kalau kelewat cantik, eman-eman minumnya, apalagi kalau liat mas-nya gethu bangets pas nggarap. Masak terus saya sruput gitu…sueerrrlah ngga mentolo. Pastinya,  saya liat-liat dulu, foto-foto dari samping, jungkir balik, sampai nyari dingklik buat moto dari atas. Tapi, akhirnya saya dapat jawaban atas pertanyaan yang mengusik saya. Karena mbak Monica Tjandra, si ahli kopi mau membuka tabir…



What’s the different between Cappucino and Caffe Lattte…and the answer is…
 
Caffe latte, komposisi susu lebih banyak dengan busa susu tipis. Sedangkan cappuccino memiliki komposisi susu yang lebih sedikit, kopinya lebih banyak dengan busa susu yang lebih tebal jika dibandingkan dengan caffe latte.


Buat saya yang cuman pintar bedain kopi sama es blewah, ini pelajaran berharga loh. Yaaah, siapa tau kelak saya bisa bikin gambarnya mysharuhkan, trus saya sruput pelan-pelan...tsahahahaha...


 Beskem Cafe
Jl. Panjang Jiwo Permai No 40
Fbpage I Instagram @Beskemsby  

Monday, November 02, 2015

Belajar 'Nyeduh' di Beskem Cafe

 
Yess...We Are Dulur Beskem

       Saya bener-bener awam soal kopi, mikirnya cuman ambil bubuk kopi, kasih gula, banyu Omoob. Wis! Tapi undangan dari Beskem Café membuka wawasan saya.



Beskem Café, memang tak sekedar tempat ngopi tapi juga membawa misi edukasi kepada pengunjungnya. Salah satunya dengan mengundang, blogger datang ke acara ini, kata Wenny, owner café ini, ia ingin membuat segitiga positif antara Beskem Café – Community – Pelanggan Retail.  
 “Acara cangkrukan akan bersifat membangun komunikasi awal dengan para blogger tanpa melupakan sharing product knowledge mengenai Beskem Café.” 


Saya belajar banyak mengenai kopi di acara Manual Brewing, All about Siphon. Dari expertnya langsung, Monica Tjandra, tentang brewing, ternyata mempunyai kisah menarik, dan prosesnya tidak sim salabim!
Menyaksikan atraksi manual brewing a la Monica, dari menyeduh dan menghidangkan kopi sangat detail. Monica sangat piawai. Kalau ditilik dari pengalamannya sangat luar biasa, karena lama di hotel, bahkan, mendapat penghargaan Certified as an espresso expert by Illy Coffee on 2015. Meski sekarang tercatat sebagai Training Manager Padma Resort Ubud, tapi kecintaannya kepada kopi yang membawanya menjadi barista. 

 Super Duper Enerjik Monica

Suka deh, lihat gaya Mbak Monica presentasi, soalnya ngga jaim, banyak ketawa tapi  tetap menunjukkan skill-nya sebagai barista. Sembari cerita, taste kopi bisa kaya hanya karena kopinya dekat dengan perkebunan tanaman tertentu. Monica juga menuturkan, tentang banyak faktor yang mempengaruhi hasil rasa kopi ketika diseduh. Soal Manual Brewing ini penjelasan seperti ini :

……….Manual brewing adalah salah satu jenis penyeduhan dalam menghidangkan kopi. Manual yang berarti tangan, brewing yang berarti menyeduh, dapat diartikan menjadi penyeduhan kopi yang dilakukan mengandalkan penuh tangan manusia dan tidak menggunakan peralatan yang berhubungan dengan listrik. ..……..- Sumber - Internet

Dari proses ini, diketahui bahwa manual brewing selalu menghasilkan rasa berbeda, kata Monica, ini justru merupakan hal yang menarik bagi seorang barista. “Barista pada umumnya ketagihan pada metode ini, karena karakter kopi yang dihasilkan berbeda-beda,” ungkapnya


Menyaksikan ritual menyeduh kopi sangat menarik, agak-agak bergaya scientist, karena bentuk siphon mirip alat di laboratorium Alatnya terdiri dari empat bagian utama yaitu dua tabung atas dan bawah, pipa yang mengalirkan air dari tabung bagian bawah ke atas, filter untuk menyaring ampas kopi, dan terakhir adalah pemanasnya itu sendiri.

Kata Monica, Kopi yang dihasilkan dengan Siphon ini dipastikan memiliki rasa dan kualitas yang sangat baik. Kopi yang dihasilkan memiliki rasa yang murni dan tidak pahit. Terdengar agak aneh sih, bukannya kopi indentik rasa pahit? Rasa penasaran ini pun terbalaskan, satu gelas kecil menjawab kegusaran ini. 
Aroma harum semerbak tercium, sangat smooth. Begitu dirasa, hampir tak percaya jika itu adalah KOPI! Karena rasanya asam, tapi inilah citarasa kopi murni, disajikan tanpa gula, tak ada pahit, malah menghadirkan rasa asam segar sesudah lewat tengorokan. Awesome...!!!

Beskem Cafe
Jl. Panjang Jiwo Permai No 40
Fbpage I Instagram @Beskemsby  


Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...