Monday, June 01, 2015

The Power of FJB



Foto : by Fahmi  FJB2007
 
Acara kuliner Festival Jajanan Bango sepertinya sudah menjadi separoh jiwa saya. Nggak mungkin bisa berpaling.



Saya hadir dong, di FJB 2015 di Grand City. Ya..saya merasa harus bisa hadir, karena  Kesempatan, Pengalaman, Sedih, Bahagia campur aduk saya rasakan bersama, dan merasa Bango menjadi bagiannya. Kenapa? Baiklah *Duduk manis, sambil ambil serit buat nyari tumo…



Kesempatan

Dari FJB saya punya kesempatan ketemu langsung pelaku kuliner kondang Surabaya, kenalan, berlanjut liputan dan persahabatan. Seperti kisah saya dengan Bu Nur Aini pemilik Rujak Cingur Sedati. Sejak FJB pertama, kami masih berhubungan baik. Kebiasaannya Bu Nur kalau ketemu saya, ehemm…nyangonin Rujak Cingurnya. Hihi..saya mana mau nolak!  




                                                                         Foto : Anton
 FJB 2008 (Bu Nur Aini Kerudung Hijau- Rujak Cingur Sedati)

Pengalaman

Buanyaaak wis. Ketemu Mas Surya Saputra yang super ramah. Karena saat itu dia jadi brand ambassador Kecap Bango.  Saya masuk tipi…yang langsung ditelpon sama bude di Jakarta. Wow..berasa artis dah! Sst..padahal cuman dishoot ngomong  “Bersama Bango, mari kita lestarikan warisan kuliner Nusantara”. Hihihi..wis!
Eh..ada lagi ding, pengalaman saya sama Mas Sur..pas adegan horror nyokot kikil


 
FJB 2010 (Mas Radit, baju batik)

Sedih

Hmm..FJB kali ini saya teringat sama seseorang yang selalu hadir di setiap FJB. Mas Radityo Djajoeri. Sejak FJB pertama, Mas Radit yang mengenalkan Bango Mania, Komunitas Bango dll. Mas Radit selalu melibatkan saya, mulai mengundang teman pers, blog, dan aktif di milis Kulinus. Sedihnya.. Mas Radit, sudah tidak ada, pertemuan terakhir saya lihat badannya lebih kurus, dan terlihat ringkih. Tak lama saya dengar Mas Radit meninggal.  Rasanya, ketika singgah ke tenda media, ada yang hilang. Semoga Mas Radit tenang di sana …



Bahagia

Sek..sek kalau kebahagiaan saya diukur makanan, ngga juga loh. Bahagianya saya diundang Bango ke Jakarta, trus  dapat hadiah duit, dan  bisa buat akikah anak saya.Pokoknya Allhamdulilah.





FJB2015 (Bersama Arie Parikesit)

Bicara soal menguatkan identitas menu tradisional, FJB  adalah buktinya. Pelaku kuliner yang tampil di FJB  memperoleh banyak keuntungan. Pastinya, secara brand mereka naik, ownernya jadi bintang iklan, produknya dipromosikan nasional bahkan tingkat internasional seperti kisah Ayam Taliwang bersaudara yang tampil di World Street Congress 2015…luar biasa. 

Kalau saya, meski bukan rekanan FJB, tapi merasakan banyak limpahan rejeki.  Networking makin luas,  berujung undangan makan, dan minta diposting di blog, dan IG  makin banyak, lumayanlah buat tabungan beli tandon. Hehehehe… tandon kok beli tandon. Hush..hush!

FJB

4. sate-buntel-empuknya-daging-kambing.2008
5. pecel-semanggi.2008 
6. bodyguard-takut-mentok 2008
7. terima-kasih-bango.2010

Liburan ke Bali? Yuk, Kunjungi 7 Tempat Wisata Kuliner Terindah Ini

Bicara kuliner, masakan khas Bali menjadi salah satu yang paling digemari. Apalagi jika tempatnya diselimuti keindahan alam, tentu meng...