Tuesday, October 07, 2014

Food Disaster



 Suka bangets ketika sebuah restoran fine –dining di Surabaya mengundang buat food taster. Yang diundang ada ibu-ibu socialite, pengusaha frozen food, pengusaha butik, pokoknya kalangan elite. 

Saya minder pastine. Dari penampilan kalah telak. Mereka , cantik, mulus, tas branded, sepatu high hells. Lah saya, kucel, ginuk-ginuk, tas model emak-emak ke pasar blauran, sepatu …hmm lumayanlah buccheri, beli pas sale 70 persen. huehehehe.
 

Saya awalnya kaku, tapi mereka ternyata asyik bangets diajak ngobrol. Kesimpulan awal, kalau membahas kuliner bisa meruntuhkan batasan cantik dan si kucel, tas branded versus tas bakul brambang..hihihii.


Pas yang mengundang memperkenalkan saya sebagai jurnalis kuliner, mereka takjub loh. Malah nanya-nanya restoran yang lagi happening di Surabaya. Aiih…Tapi hanya sekali itu aja mereka kagum, selebihnya saya yang ganti domblong kayak macan ompong. 


 Foto diambil dari sini

Pas menu pertama keluar, mulailah obrolan mengandung bullying


“Saya pernah makan ini pas di Perancis,” katanya.
“Oh iya, resto itu, saya juga,” timpal ibu yang satu lagi.

Yang enak di resto itu mashed potatoesnya!” kata ibu sebelahnya

Iya..iya, mashed potatoesnya eeeenak,” kompor ibu sebelahnya lagi.


Huiik..mbahas resto mewah di Perancis kok kentang tumbuknya? Batin saya. Mbok yao mbahas dessertnya atau steaknya. Hihihi.



Bullyingnya berlanjut …
“Mbak..tau ngga resto baru di Surabaya, itu loh yang jual kepiting Alaska!”

“Hmm.. be..be..be..lum, bu!” jawab saya minder

“Loh yo opo seeeh mbak iki, jurnalis kuliner jarene, kok blom ke situ !” bernada prihatin.



Saya jadi mati khutuk …*nyokot taplak



Apalagi ketika mereka mulai ngobrolin, resto class atas, yang lagi rame di Surabaya, yang steaknya seporsi nyaris Rp 400 ribuan, ngopi secangkir  yang katanya cuman Rp 250 ribuan.. aiii cumaan. *langsung raup kobokan



Saya benernya kepancing juga, tapi saya cuman ngedumel plus mbatin. “Aku loh bisa sehari 3 kali makan di hotel  karena diundang liputan,  Keluar masuk resto mewah gretoong, karena diundang sama ownernya. Kalau mau liputan sendiri, tinggal  nunjuk ini –itu langsung tinggal rembours ke kantor!”  Upsssttt

 

Tapi ngga mungkin saya ngomong kayak gitu. Ibaratnya  perbandingannya  bukan apple to apple , tapi apple to kesemek … *nyungsep


Pembicaraan makin ngga imbang. Lah saya cuman jago kandang, jagoan di Surabaya doank. Kalah telak wis sama ibu-ibu socialite. Tapi gpp wis, hikmahnya wawasan saya tambah luas, setidaknya kalau ditanya mashed potato paling enak di Perancis saya tau…. hihihiii

Liburan ke Bali? Yuk, Kunjungi 7 Tempat Wisata Kuliner Terindah Ini

Bicara kuliner, masakan khas Bali menjadi salah satu yang paling digemari. Apalagi jika tempatnya diselimuti keindahan alam, tentu meng...