Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Para Pencari Bukber

catatan : postingan yang sok dramatis saya undur dulu yaa...
Tradisi setiap bulan Ramadhan, undangan bukber, full.
Spesial paket bukber The Alana Hotel 
Dari hari pertama sampai 5 hari sebelum Hari Raya. Hampir seluruh hotel, resto di Surabaya ngundang, ditambah klien, narasumber sampai jatah bukber sama temen-temen kantor. Enak dong! Ah, nggak sepenuhnya bener. 
Soalnya kalau buka bersama, saya sukanya gelap mata. Ngambilnya gila-gilaan, maunya sih sok table manners gitu. Semestinya,  takjil, kolak, kurma, snack, baru kemudian makanan yang berat. Laah, kalau saya kebalik deh.


Begitu Duurr, kumandang adzan. Langsung digerojok es buah. Nyambung makan, isi nasi sak umbruk, lauknya nyampur baur, ayam, daging, cap cay, gorengan.  Senggol sana, nyikut sini, makan kayak orang kalap! Belum habis, sudah ambil lagi…. Kalau sudah puas, berhenti sebentar atur nafas… kemudian beralih ke makanan kecil, plus buah. Baru kemudian keponthal-ponthal ngejar sholat magrib… Dueeeh!



Paket Bukber Dewandaru Cultu…

Setan Lamtoro

Catatan :
Postingan ini spesial buat temanku pipit yang protes kenapa ngga update.
Critane kepekso iki..hihihi

----------------------------------------------
Ini sebenarnya aib, tapi tiap bulan puasa selalu teringat
Foto : lontong balap dan sate kerang buatan Manda La Mendol
Ini kisah luamaaaaa, antara saya dan seorang teman sekaligus mantan bos. Jadi perbedaan umur nggak terlalu jauh, cuma nasibnya lebih baik. Dia jadi bos, saya jadi bergedel… eh maksudnya saya jadi stafnya.
Biasa, kerjaan wartawan khan ngukur jalan tuh, alias keluyuran nyari berita. Saya rada keliyengan,panasnya minta ampun, tadi pas sahur saya cuma makan dua piring, dan  pisang ambon 6 biji. Pueeh… minimalis bangets khan?!

Saat berteduh di bawah pohon lamtoro, tiba-tiba saya seperti kesambet penunggu lamtoro. Lah, kok ada godaan untuk membatalkan puasa…alias mokel. Awalnya bener-bener bimbang, tapi dasar perut gendut, dan nggak kuat Iman, banyak suara-suara jelek muncul.
“Udahlah, Ndol. Daripada kamu pingsan, ntar emakmu b…