Skip to main content

Emotional Cingur

Surabaya punya agenda rutin yang selalu dinanti, yaitu Festival Rujak Uleg

Foto: Anton




















Tahun ini, bakal digelar pada 13 Mei 2012, tempatnya di Kembang Jepun. Tahun lalu, kantor saya ikut berpartisipasi. Tapi kalah heboh sama peserta lain, yang tampil pakai kostum pocong, suster ngesot, punakawan, sampai macak India. Team saya tampil biasa saja, pakai batik sama caping doang, yang heboh mungkin karena bawa maskot Kebo *nunjuk diri sendiri.

Festival rujak ulek ini selalu meriah, soalnya penonton juga bisa icip-icip gratis rujak uleg. Yang jadi andalan apalagi kalau bukan Rujak Cingur. Bikinnya gampang sekali, tinggal ambil petis lalu dihaluskan bersama kacang, dan sejumlah bumbu lainnya. Baru kemudian diberi irisan lontong, dan aneka buah-buahan. Dan pastinya cingur sapi.

 


Soal cingur yang kenyal kenyul ini, sebenarnya ada trik khusus mengolahnya, supaya  menjadi empuk dan baunya khasnya hilang. Sayangnya, tidak semua pinter mengolah cingur. Saya jadi ingat pas makan rujak cingur bersama Adam dan Anton di jalan Pakis. Anton, punya kebiasaan, kalau makan selalu  bersih dan licin. Piring saya, masih ada beberapa potong cingur yang super alot  minta ampun.

Sedangkan Adam, yang berbadan cengkring,  sepertinya menggas- menggos dan  sudah kewalahan menghabiskan sisa setengah porsi.
 
 

“Woii…Dam, harus habis yooo…!” teriak saya.


“Lho, sampeyan wetenge ombooo, kikil’e yo sek akeh!” protesnya
 

“Iki loh, kikil’e atos, koyok mangan karet ban!” mulai emosi.
 

Saya dan Adam bertengkar gara-gara makan nggak habis. 
“Wis ngene ae. Pokok’e piringnya harus bersih semua. Titik !” teriak Anton jengkel.

Ya sudah, Adam makan sisa rujak tanpa mengunyah. Langsung ditelan.

Lha saya, kemat-kemut cingur, tapi mendal terus digigit. Oalaa…. ditelen kok, masih ngelawan aja.
 
Tapi Gusti Allah memang punya cara terhadap hambanya yang kepepet ini. Lha kok tiba-tiba saya wahiing  “Hatjuuuuu…… !   Dan itu kikil itu pun mendarat tepat dipiring Adam. 

 
Adam pun macak marah-marah nggak jelas, dan nggak mau nerusin makan karena sudah terkontaminasi. Saya pun nyerah, nggak sanggup makan cingur biadab itu. 

Yoi, nyerah ae…timbang gigiku gopil …heheheh


FESTIVAL RUJAK ULEG
13 MEI 2012
Jl. Kembang Jepun

Comments

  1. lha kalo cingur dimasak sampe hilang bau khasnya, jadi ndak enak dong ndol.. biarkan cingur rasanya cingur.. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba,angel koment tmptmu aku nebeng direply ae yo :) oh ya taon ini kantor mba ikutan festifalnya lg ndak? dah nemu temanya mba? jo lali diposting yo. jd pengen dolan neng sby ki mba..*pgn ktm dikau jg he..he.. mo nodong rujak cingur soale :)

      Delete
    2. pas acara ini pengunjung bebas icip-icip lohhh gratisssss

      Delete
  2. wah harus nontok ki...moga2 aja gak lupa ah...wong yg tahun kemarin hebohnya juga dah eko lihat je...

    ReplyDelete
  3. baru denger festival rujak uleg, ah jadi penasaran pengen liat..

    ReplyDelete
  4. Mbak Nelly,..... tahun ini kayaknya diikuti 1000 peserta loh, mau dicatat di Rekor MURI. *moga-moga jurinya nggak sakit peyuttt deh

    ReplyDelete
  5. hwarakadhah...sing nguleng neng poto paling atas, dandanne indehoi tenan....:B

    ReplyDelete
  6. Seumur hidupku belum pernah nyobain rujak cingur..soalnya cingur gitu loooh... hihihi ngebayanginnya aja udah serem duluan.

    ReplyDelete
  7. wah cingur, blm pernah nyoba nih saya :o


    Restoran Unik di daerah Tangerang, Kung Fu Village Restaurant. Info lebih lengkapnya kunjungi : www.kungfuvillage.com / kungfuvillage.blogspot.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rejekine Wong Lemu

Memory Gubeng Pojok

Kisah Cinta Sharukhan dan Spring Bed


Tempat makan lawas, dengan harga ramah di kantong ini salah satunya, Gubeng Pojok. Saya punya memori indah dengan depot satu ini. Ya masa-masa jaman pacaran sama my sharukhan, masa-masa habis nonton bioskop di Mitra, dah gitu kelaparan nyari makan. Ke sini tempatnya. Alasannya, murah bangets, masuklah buat my sharukhan yang pacarnya sekali makan bisa 2-3 piring…hihihi

Seporsinya dulu cuman Rp 8 ribu-an, ngga beratlah kalau saya nambah 2 kali, masih masuk akal. Hihihi..
Tidak ada yang berubah di gubeng pojok, kursi meja suasananya tetep. Yang berubah harganya. Sekarang sudah Rp 11.000,- tapi masih murah seh nurut saya. 


Dari dulu sampai sekarang my sharukhan seleranya tetep. Krengsengan, sama jeruk anget. Wis!. Kalau saya juga tetep, kare ayam, nasi goreng, rawon. Maksutnya habis makan rawon, nambah nasi goreng, kadang kare ayam. Ya maksutnya pancetnya nambah 2 sampai 3 piring getoooo.


Pilihan kita duduk di pojokan, sambil mengenang masa pacaran…cieee c…

Makan Enak, Nyantai di Hotel Berbintang dengan Pemandangan Indah Luar Biasa

Yuks, bro and sis.. tandai kalender kalian, buat bisa berlibur ke sini. Pesan online bayar mudah Pake Traveloka aja, pesan tiket pesawat, booking hotel, perjalanan, traveling. ... Ngga pake mumet, cukup satu ketukan, pembayaran beres….duh, senangnya.

 Bali yang indah seakan tak ada satukata yang bisa melukiskan keindahannya. Bali yang memesona membuat wisatawan selalu datang kembali untuk menikmati pesonanya. Bali yang menawan membuat siapapun akan datang dan membuktikan sendiri cantik dan mengagumkannya sebuah pulau kecil di timur Indonesia ini.
Salah satu keindahan alam yang menjadi magnet wisatawan adalah Pantai Nusa Dua yang berada di ujung selatan Pulau Dewata ini. Pantai ini dikenal dengan pantai terbersih dan cukup nyaman karena tidak secrowded Pantai Kuta. Juga tidak seeksklusif Pantai Seminyak yang memiliki berbagai macam resor dengan harga fantastis.
Di Pantai Nusa Dua ini kamu bisa memilih Grand Nikkosebagai penginapan di Bali. Lokasinya berada di Jl. Nusa Dua Selatan, Benoa, …