Thursday, February 23, 2012

Magang Kenyang

Di tempat saya, selalu ada anak magang. Jatahnya, biasanya satu bulan, tapi biasanya bisa molor hingga empat bulan. Soalnya, kita bener-bener terbantu dengan mereka. Udah gitu, anak magang ini kebanyakan seneng loh kalo diperpanjang, apalagi kalau saya ajak liputan."Asyik...makan-makan!"

foto: Anton

Cerita anak magang ini juga lucu-lucu. Ada cowok yang modelnya mbeler… jadi kalau disuruh liputan, ada aja alasannya yang nggak masuk akal. Mulai nemenin mama arisan, trus nganter jemput pacar, dan yang paling aneh… nemenin mama meni-pedi! *neplok jidattnya Chintami Atmanegara.

Ada juga yang rajin bangets, namanya Icha anak AWS –Stikosa. Pokoknya saking seregepnya, itu jatah saya liputan diambil dia semua. Saya sampai plonga-plongo di kantor.

Cerita lain, sama Si Ayub. Mahasiswa Petra. Jadi kita diundang di sebuah rumah makan. Pas itu sama orangnya suruh milih menu.Tunggu punya tunggu…hampir sejam kok makanannya nggak keluar.

Apa yang terjadi sodara-sodara ! Ternyata kita ini cuma disuruh moto makanan yang ada di buku menunya. Hiyaa....


Pas keluar, saya misuh-misuh. Lah pas waktunya makan siang jooo…laper lagi. Akhirnya mengobati gondok.Saya sama Ayub andok es dawet hitam. Hihii….

Ada juga Edu, mahasiswa Petra juga. Niatnya magang jadi fotografer, tapi bapak dosennya yang tak lain Anton, malah nyaranin sekalian magang nulis. Si Edu ini bawaannya laper mulu. Jadi tiap jam ada aja yang dimakan, mulai nasi goreng jawa, bakso, siomay, chiki-chiki, pisang goreng, kripik, permen kelapa yang diemut nggak habis-habis. Makan mulu dah…pokoknya.

Penyakit memamah biak yang tak mengenal waktu ini akhirnya menulari saya yang duduk di depannya. Jadi, giliran jam 2 sampai 5 sore, ikut-ikutan nggak berhenti nyemil. *berubah wujud menjadi gudhel, anaknya kebo!

Anak magang ini juga blater loh, kalau punya makanan. Seperti si Icha, yang sering sangu oreo, trenz, tanggo. Biasanya digeletakin gitu di meja, Nah, pas ditinggal ke kamar mandi, itu jajannya sudah ludes tak tersisa. Saya selalu jadi tersangka, padahal ngabisinnya rame-rame, tetep saya yang tertuduh! Huh

Si Ayub, lain lagi. Suatu hari dia bawa donat. Dua dos besar. Satu dos, dibuka dan dibagiin donatnya ke seluruh teman-teman. Dan satu dos lagi, dia kasih khusus buat saya. Hah!!. Saya terharu sampai ngguling-ngguling. Lah, yang lain dapat satu biji, giliran saya, spesial 12 donat! Hahahahaa….

Nah, kalau si Edu, Kakaknya pinter bikin chiffon cake, jadi dia sering bawa chiffon cake ke kantor. Huahhh..enak-enak. Jatah punya Anton pun saya embat! Salah’e teko’e telat weks!

Ada anak magang yang lucu-lucu gini, sebagai balas jasa, saya bawain kupang lontong. Biasanya saya sertai ancaman, “besok gantian bawain jatah ya…!” *nodong pake lontong ama lentho. Hihii…

Tuesday, February 14, 2012

Ngeluwak

Kali ini kami rapat redaksi di luar kantor... ihiiii



Rapat kali ini, disepakati di luar. Total ada 8 orang, dan saya satu-satunya perempuan, mau nggak mau nurut aja suara terbanyak, bahwa pilihannya di coffe house. Akhirnya, kami menuju kafe Ijen yang ada di Kapas Krampung Plaza(Kaza). Jauh memang dari kantor..tapi kadung niat.

Café Ijen menawarkan suasana yang sangat hangat, cozy dan nyaman. Dengan interior unik menggunakan ornamen kayu kopi asli, batu-batu gunung, bahan furniture yang alami memberikan atmosfer kebun kopi. Lalu ada foto –foto kawah Ijen, yang moto kebetulan sahabat saya Si Mamuk Ismuntoro.



Hmm… oh iya, Harganya murah bangets! Soalnya Kafe Ijen ini second layer dari Cafe Rolas. Café Ijen menyediakan banyak pilihan, dengan harga mulai Rp 5000 – Rp 9000,-. Harga yang betul-betul terjangkau. Sebagai perbandingan aja, saya minum secangkir kopi luwak di Rolas harganya Rp 190 ribu. Hadeww.

Rapat pun dimulai. Teng!. Tapi yang ada malah guyonan. Yaelahh, apalagi kalau bukan ngerjain temen saya Si Lukito yang super duper Telooo!!

Ceritanya, pas minum, garnishnya biji kopi beneran. Dicokot atos, rasanya yo pahit. Ada sekitar 5 biji kopi yang dijadikan h
iasan. Nggak pengen saya sendiri yang kecele kena biji kopi pahit, saya langsung mbujui temen saya si Lukito ini.


“Lukito, Itu choco chips, bentuknya aja kayak biji kopi!”
“Iya, tah?”

Si Luki Telo ini menikmati biji itu. Lalu …

“Hueekkk. Cuehh!" katanya girab-girab
“Loh Luk, jangan dimuntahin tah. Telen-telen!” teriak sayaa

“Beneran? Buat Apa?” kata Luki Telo sambil segera nelen.
“Biarin..biarin, telen bijinya, ntar diambil lagi, kayak luwak!”

Hiiiiyekkkk..... Mendol Jorok !!!! 7 orang mendadak sakit perut!


Ijen Cafe
Kaza - Surabaya

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...