Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Big is Beautiful

Halooo .... Bosan bolak balik ke sini tapi ngga up date ya....Maaf! Sementara nikmati yang ini dulu, ya.


Uhmm.. tahun 2012 ini buat saya Luar Biasa. Sejak Januari sampai September, saya mendadak punya profesi "bonus" ini juga yang membuat saya bener-bener menikmati kejutan-kejutan kecil dalam menjalani pekerjaan saya yang mendadak berwarna -warni. 
Kalau saya diminta jadi juri cooking class...itu biasa, disuruh nge MC, sekaligus mbadut itu juga sudah kulino. Lah, bulan April lalu, saya ditawarin jadi juri Big Is Beautiful, Hah! Kalau saya diminta karena saya gendut, itu masuk akal, tapi saya khan ngga beautiful-beautiful bangets, apalagi fashionable!*melet...
Tapi, pihak Kapas Kampung Plaza, bener-bener meminta saya menjadi salah satu jurinya. Dan saya terima tantangan ini. 
Hiii...pas lihat orang lemu-lemu jalan di catwalk. Saya ngakak, sampai sakit perut. Lah gimana, ngga ketawa, itu body di atas 100 kilogram, dengan pedenya  pakai busana tank top, pada pamer lengan gempal, ka…

Dim Sum Maut

Saya dan Anton dapat tugas liputan dim sum paling enak di Surabaya.  Jatahnya dalam seminggu minimal 5 penjual harus didatangin. Jadi kira-kira 3 minggu ada 15 resto dim sum yang harus dicoba. *jingkrak-jingkrak  Seperti biasa, saya mulai menge-list sasaran liputan. 
Yang pertama diingat Orchid Dim Sum punya Garden Hotel. Kami memilih makan di restonya Ming Court.Dari semua menu, ada satu menu baru unik dan jadi favorit, yaitu Udang Goreng Tebu.  Udang ditusuk sama tebu dicocol dengan saus asam manis. Nah tebunya juga bisa dimakan.Kata Anton, enaaaaaaakk! Biasa khan kalau udang saya selalu skip! Hiks… Selanjutnya, ke Lan Hua Chinese Restaurant, di Mercure Grand Mirama. Gile… di sini ada 226 macam pilihan dim sum! Yang saya suka tuh..Egg tartnya. Duh, pie mungil dengan custard filling ini membuat saya jatuh hati.. sampai tiga basket saya habisin sendiri. Hehehe..
  foto dim sum by : Anton Pastinya, banyak yang tanya. Halal ngga sih? Mereka sangat fair kok, setiap saya nanya halal nggak? Mer…

Tukang Service? Hikss...

Bandar Jakarta - Foto ; Manda La Mendol
Sekali-sekali cerita pas tugas di luar kota, ya…
Kantor saya dapat undangan dari Toshiba. Dan tugas itu jatuh ke saya. Jadi selama di Jakarta, akomodasi dan transportasi ditanggung Toshiba.
Sampai di hotel, kaget juga, karena yang diundang adalah perwakilan media dari seluruh Indonesia, total wartawan yang datang dari seluruh tanah air ada  80 orang.
(Ini di luar Jakarta, soalnya yang dari Jakarta tidak pakai menginap) 

Malamnya, dengan menggunakan tiga bus, kami diajak ke Bandar Jakarta.Sayang, waktunya habis di jalan, gara-gara kena macet. Jadi, pas di Bandar Jakarta sudah loyo dan nafsu makan berkurang… *ih..bohong bangets, ya!
Saya pun banyak kenalan dengan teman-teman baru. Ada, Mas Didik dari Harian Joglo Semar, dari Semarang, yang rumahnya di Surabaya, hanya selisih satu gang dari rumah saya. *Haiyaaaa…  Lalu ada Fanny dari Cirebon, dia suka marah kalau saya panggil Tahu Gejrot!  Hehehehehe….

Nah, pas di bus, ada cerita lucu juga.  Teman sebel…

Tom Yam # 1

Ini jelas bukan versi Saya, tapi ternyata ada kejuaraan Tom Yam kelas dunia

Bukannya sombong ya, sekarang dalam seminggu saya bisa 7 kali ke Sutos. Bahkan pernah sehari bisa 3 kali ke Sutos.

Hadeh...ini tentu ada sebabnya, pertama di Sutos ada program lunch diskon 50 persen. Lah, kantor saya itu khan duueeket sekali sama Sutos, akhirnya sering makan siang di sana. Yah, semenjak ransum makan siang di kantor dihentikan sepihak oleh katering, jadilah kita kalau jam makan siang keleleran di Sutos. *mbrebes mili liat dompet
Kedua, sekarang majalah saya ada 4 halaman dikapling sama APKRINDO, itu loh Assosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia. Allhamdulilah bangets, ternyata halaman kulinernya laris, jadilah saya sering bergentayangan dari resto, kafe, pub sampai rumah makan yang ada di Sutos, untuk memenuhi undangan mereka. *hiya...makin lebarlah peyut penanggung jawab rubriknya.
Seperti biasa, saya  pastinya sama Anton, kalo liputan. Dan itu, mbak-mbak di TLC, mas-mas di Savory Resto, sa…

Rujak Uleg Rasa Iwak Peyek

Foto by :  Manda La Mendol

Tiap tahun tambah rame, tambah kreatif. Inilah agenda tahunan menyambut Ultah Kota Surabaya, tahun ini paling heboh, soalnya yang ikut seribu peserta. Semuanya bawa cobek dan mengulek bersamaan diiringi dengan lagu iwak peyek.
Acara ini diawali dengan mengulek rujak di atas cobek raksasa.

Untuk menguleknya membutuhkan  10 orang.  Yang didaulat mengulek adalah Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Setelah bumbunya siap, ditumplek blek-lah segala macam irisan buah-buahan. Dalam hitungan detik, itu rujak di atas cobek raksasa habis bersih. Ganas, dah warga kalau kena gratisan.


Yang nggak kalah menarik adalah aksi para fotografer.  *Ngiler liat kamera Nikon D 7000

Buat para fotografer disiapkan scaffolding. Enak kayaknya, moto dari ketinggian 10 meter.  Saya jadi pengen ikutan naik ke panggung itu. Pas mau naik, tiba-tiba ada yang teriak dari atas. “Woiii…jangan naik. Masih di tangga saja panggungnya sudah bergetar nih,…

Tahu Campur Investigasi

Menguak tabir Tahu Campur Pak Sugeng
Setiap pulang kantor, tepatnya pertigaan arah Banyu Urip yang mau ke Dolly, Kedungdoro, dan Diponegoro, kawasan ini memang super macet, karena sedang dibangun jalan tol. Belum lagi Pasar Kupang dipadati oleh orang jualan burung , ini  burung yang beneran loh. Yang kadang membludak sampai ke pinggir jalan.

Giliran di traffic light, perhatian saya tertuju pada deretan motor di depan pedagang Tahu Campur. Saya selalu gummun dengan penjual Tahu Campur  ini. Ramai sekali yang beli, dan setelah saya perhatikan dengan teliti, yang beli kelihatan kakinya semua loh.Lah ini berarti mereka orang beneran khan! *maklum pas pulang mesti magrib, hehehe…

Sebagai jurnalis kuliner, saya mulai mengendus sesuatu. Insting saya seolah dibangkitkan untuk menguak rahasia dibalik tabir kain kuning bertulis Tahu Campur Pak Sugeng. *sambil ngelus weteng.

Seperti biasa, saya langsung ajak Anton. Janjian nanti malam pas pulang mau sidak ke lokasi. Aha! Anton setuju.…

Emotional Cingur

Surabaya punya agenda rutin yang selalu dinanti, yaitu Festival Rujak Uleg

Tahun ini, bakal digelar pada 13 Mei 2012, tempatnya di Kembang Jepun. Tahun lalu, kantor saya ikut berpartisipasi. Tapi kalah heboh sama peserta lain, yang tampil pakai kostum pocong, suster ngesot, punakawan, sampai macak India. Team saya tampil biasa saja, pakai batik sama caping doang, yang heboh mungkin karena bawa maskot Kebo *nunjuk diri sendiri.

Festival rujak ulek ini selalu meriah, soalnya penonton juga bisa icip-icip gratis rujak uleg. Yang jadi andalan apalagi kalau bukan Rujak Cingur. Bikinnya gampang sekali, tinggal ambil petis lalu dihaluskan bersama kacang, dan sejumlah bumbu lainnya. Baru kemudian diberi irisan lontong, dan aneka buah-buahan. Dan pastinya cingur sapi.



Soal cingur yang kenyal kenyul ini, sebenarnya ada trik khusus mengolahnya, supaya  menjadi empuk dan baunya khasnya hilang. Sayangnya, tidak semua pinter mengolah cingur. Saya jadi ingat pas makan rujak cingur bersama Adam dan Anto…

Magang Kenyang

Di tempat saya, selalu ada anak magang. Jatahnya, biasanya satu bulan, tapi biasanya bisa molor hingga empat bulan. Soalnya, kita bener-bener terbantu dengan mereka. Udah gitu, anak magang ini kebanyakan seneng loh kalo diperpanjang, apalagi kalau saya ajak liputan."Asyik...makan-makan!"

foto: Anton
Cerita anak magang ini juga lucu-lucu. Ada cowok yang modelnya mbeler… jadi kalau disuruh liputan, ada aja alasannya yang nggak masuk akal. Mulai nemenin mama arisan, trus nganter jemput pacar, dan yang paling aneh… nemenin mama meni-pedi! *neplok jidattnya Chintami Atmanegara.

Ada juga yang rajin bangets, namanya Icha anak AWS –Stikosa. Pokoknya saking seregepnya, itu jatah saya liputan diambil dia semua. Saya sampai plonga-plongo di kantor.

Cerita lain, sama Si Ayub. Mahasiswa Petra. Jadi kita diundang di sebuah rumah makan. Pas itu sama orangnya suruh milih menu.Tunggu punya tunggu…hampir sejam kok makanannya nggak keluar.

Apa yang terjadi sodara-sodara ! Ternyata kita ini cuma di…

Ngeluwak

Kali ini kami rapat redaksi di luar kantor... ihiiii

Mie Wetenge Jemblung

Menu yang satu ini membuat saya ingat perut Mat Solar

Foto by : Mendol

Setelah sukses dengan nasi goreng super pedasnya, Surabaya Plaza Hotel launching menu baru yaitu Mie Jemblung. Soal nama jemblung ini karena merujuk pada porsinya yang gede. Jadi mie ini bisa dinikmati 5 orang karena porsinya jumbo.

Hmm… tapi enggak, ding. Kalau makan sama saya, kayaknya cukup dimakan berdua….hihihi*nyengir kuda.

Pas launching, Chef Eko pun beraksi memasak.

Plang…plung, bumbu dicemplung
Srang…sreng, udang sama telur digoreng
Tang…Ting, wajannya dibanting! Hihihi…

“Hayo …siapa mau nyobain pertama!” teriak Chef Eko.

Temen-temen wartawan pada kasak –kusuk.
“Mendol suruh maju, dia khan jemblung!”

Ampun… padahal selama acara saya sudah nahan nafas, biar perut agak rampingan. Tapi nggak ngefek ternyata.

Dipaksa maju, saya akhirnya malu-malu (in), nyoba satu porsi besar mie jemblung. Ajee..gile…porsinya maut. Sampai menggas- menggos juga nggak habis-habis!
Padahal sudah disundul minuman merem-melek, tapi tetep aja …