Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2011

Pertanyaan SARA

Berdiri di depan meja, untuk register undangan Food Panel

foto: sijagomakan

“Atas nama siapa mbak?”
“Manda”

“Beratnya?”
“Hah...apa!!”

“Oooh… ma...maaf. Maksud saya, umurnya?”* dengan wajah ketakutan

Giliran saya kok ditanya berat badan. Grhhh... * Kalap, pengen ngerakoti mbaknya!

Nasi Campur Korea

Liputan kali ini membuat saya histeris…!!!!

Ambil nafas… Puehhhh. Saya kena virus demam Korea nih. Sekarang hobi banget nyari DVD Korea. Deman korea, ini juga kebawa-bawa di kantor. Wallpaper yang dulunya, gambar Mas Matthew Belammy, saya ganti sama Lek Min Hoo.. Hehehe… biar nggak diolok-olok saya pasang gambarnya yang resolusinya kuecillll biar saya aja yang bisa lihat.foto : ayub

Susah juga kene virus ini. Pernah mata saya bengkak, gara-gara mantengin serial drama korea 24 episode sehari semalam.Hu..hu ..hu. Soalnya penasaran. Dan saya itu punya kebiasaan dari dulu, kalau baca buku, harus urut. Nggak ada namanya baca depan terus melompat-lompat ke halaman terakhir. Ini berlaku pula nonton DVD, biar episodenya sampai puluhan, dan penasaran hampir mampus, saya tekun ngikutin episodenya.

Saya sering bingung lihat aktor korea, wajahnya mirip semua, bodynya lencir, kayak nyiur melambai. Tapi yang bikin saya ngga kuattttt duh….lihat model rambutnya. Kiyutttttttt. Duh Lek..lek MinHoo..situ …

Jatuh Bangun Penjual Kupang

U and Me …..End!

Setelah tiga tahun berjualan di Dapur Nusantara -Food Court lt 3 ITC Surabaya. Kontraknya habis. Tepatnya pada bulan Ramadhan lalu dan tidak diperpanjang. Banyak suka duka berjualan selama tiga tahun.

Waktu pertama kali buka, jadi kami penjual makanan tradisional, untuk mengisi stand yang kosong, diberi wadah mengisi Dapur Nusanara. Letaknya kurang srategis, Karena jarang sekali orang yang lewat. Saya masih ingat, awal buka hampir seminggu nggak ada yang beli. Bayangkan…
Tiga dari enam penjual langsung mengundurkan diri, karena merasa rugi. Saya tetap bertahan, karena prinsipnya saya mau merasakan merintis usaha dari nol.

Menginjak minggu kedua, dalam sehari paling banyak laku 2 porsi. Melihat kondisi ini, agar bahan tidak mubazir, ada ide berjualan di depan rumah. Ide ini justru datang dari simbok saya. Langkah pertama yang saya lakukan, membagikan kupang gratis kepada tetangga sekitar. Niat awalnya, agar menghabiskan bahan, daripada dibuang. Tapi dipikir-pikir bisa juga…