Sunday, June 05, 2011

Pak Bondan & Me

Ketemu Pak Bondan, saya pun dinasehatin kalau makan jangan berlebihan. Upst..

Ada tempat makan baru di Surabaya. Namanya Eat and Eat. Tempatnya keren, dengan konsep ChinaTown. Nuansanya benar-benar jadul, dekornya juga. Yang paling membuat saya kepingkel-pingkel pas lihat interiornya ada Panci Blerek. Duh jadi ingat jaman kuliah, ada teman yang ngadaikan Panci Blerek di pegadaian. Huahahaa……..


Pas acara pembukaan saya diundang, dan berkesempatan bertemu dengan Pak Bondan, dan Pak Iwan Tjandra, yang memiliki profesi sebagai Food Artist. ( Ternyata food artist ini, mirip seperti food stylist, tapi jauh lebih kompleks, nggak sekedar menentukan makanan, tapi termasuk desain ruangan).

Ssst… padahal saya kira, food artist itu, tukang ngasih makan artis gethuuu…hihihi.

Duh seneng sekali ketemu Pak Bondan, a
palagi saya duduk berdua, dan mengobrol akrab. Tapi sesekali, ada aja yang mengusik, apalagi kalau para tamu yang kepingin foto sama Pak Bondan.

“Ehmm… mbak minggir ya, mending mbak ngadep belakang aja. Nah, punggungnya lumayan buat dijadikan keber!” kata seorang pengunjung yang menyamakan geger saya, dengan kuade manten. Jambuuu..! Tapi, enak juga duduk sama Pak Bondan. Dikit-dikit ada yang nyuguhin makanan. Syukurlah saya selalu kecipratan.* apa saya dikira centengnya Pak Bondan, ya!


Saya lalu ngobrol gayeng :

“Hmm.. Pak Bondan, bener yang ditayangin tuh benar-benar enak? Ntar kalau nggak enak tetep dibilang, mak nyus!” *selidik saya bernada investigasi.

“Kalau saya bilang enak, itu benar-benar enak. Kalau tidak enak, tidak ditayangkan!” tegas Pak Bondan

“Hah! Serius! Masa sich Pak Bon?” *lho kok serasa sama tukang kebon, hehehe.


“Iya, bener! Pernah kok ada restoran dengan menu yang biasa-biasa, akhirnya tidak ditayangkan!” katanya serius.


Catatan menarik lainnya, Pak Bondan bilang, Indonesia kalah jauh sama Thailand soal promosi kuliner. Bahkan pemerintah Thailand memiliki target membuka 10 ribu resto Thailand dalam kurun waktu 3 tahun di seluruh dunia. Dan ini sudah terwujud, bahkan melebihi target. “Support pemerintah kita sangat kurang, padahal kuliner bisa dijadikan daya tarik wisata!”tegasnya.


Ngobrol sama Pak Bondan memang menyenangkan, ditemani es palu butung sebaskom, sedangkan Pak Bondan sepertinya hanya menikmati tiga-empat suapan saja. *Saya habis dua mangkok setengah, yang setengah punya teman saya nggak habis. Hihihi..

Note buat Pak Bondan:
Pak… Pak Bondan. Jujur saja, sebenarnya kalau ketemu Pak Bondan, pengennya saya malah tidak membahas makanan. Karena saya mengagumi Pak Bondan jauh sebelum tenar sebagai pakar kuliner. Saya ingat, pas masih baru jadi wartawan, dan ikut pelatihan jurnalistik bersama rekan-rekan AJI –Surabaya, bahwa Investigasi Pak Bondan dalam kasus skandal Busang selalu dijadikan contoh, sebagai investigasi jurnalistik terbaik sepanjang masa.

14 comments:

  1. mandaaaa...... masih di ss ga? tadi icha nelpon cari manda, tapi orangnya galak...hikzzz...

    ReplyDelete
  2. Hah, mosok she yang biasa-biasa aja nggak ditayangin sama Pak Bondan? Tapi mereka udah kadung bayar buat ditayangin kan?

    ReplyDelete
  3. Wooooh, mbak Mendol kok mung separuh??

    ReplyDelete
  4. serunya yo iso ktm & ngobrol ma pak bondan,aku br tau yen pak bondan dl wartawan he..he..
    oh ya, disuguhine opo mung es palu butung tok mbak kok ampe abis 2,5 baskom dewe ngono he..he..he..

    ReplyDelete
  5. yeah... kok gambarnya separo...? *penasaran*

    ReplyDelete
  6. sama spt. mbak Evi, mung separo..opo wedi nek ketok kabeh bener koyo geber, hehehehe

    ReplyDelete
  7. @icha : kena semprot receptionku yaaa... hahahaa sabar. emang orangnya rada moddy-an. maaf ya.

    ReplyDelete
  8. selalu seru mbaca postinganmu mbak *kepingkel2

    ReplyDelete
  9. iyaaaa..... gapapa... yang penting tadi udah melepas rindu....wkwkkwkw

    ReplyDelete
  10. "Investigasi Pak Bondan dalam kasus skandal Busang selalu dijadikan contoh, sebagai investigasi jurnalistik terbaik sepanjang masa. "

    >> oya?? woww....

    ReplyDelete
  11. sayang potonya kok dipasang cuma seperempat tho mbak?

    ReplyDelete
  12. keren nich kl ngomongin pak Bondan.. asyik nih mb yg empunya blog bs kenal dg pak Bondan. Kapan2 ke Palembang, coba mampir ke Pempek Lince Pempeknya Palembang Mantabb.

    ReplyDelete
  13. pak bondan memang empunya kuliner hampir setiap masakan yang di review pak bondan pasti bikin penasaran dan menggugah selera kita hihihihi :)
    tolong di review juga dong kuliner unik dari bandung soalnya di bandung setiap minggunya ada makanan baru teruss...
    mungkin untuk info mengenai wisata sama kuliner bandung bisa buka www.bandungreview.com up date pokonya, thanks

    ReplyDelete
  14. beliau memang jagonya bikin orang pengen makan. keren dan salut untuk pa bondan. referensi aja, ada sambal roa yg sama enaknya. mampir di link atas ya. makasih

    ReplyDelete

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...