Wednesday, January 05, 2011

Teh Yang Tak Biasa

Mulanya biasa saja, pas tau langsung keseretan


Foto : Anton


Berhubung ada pesanan, saya diantar my sharuhkhan belanja di Pasar Pabean goncengan naik sepeda motor. Belanjaan banyak segunung, dan barangnya disumpel di segala sudut di sepeda motor, akhirnya tempat duduknya malah nggak kelihatan. Ya… dengan senang hati saya pun goncengan mesra. Mepet gitu. Hehehehe. Ihiiiiiiiiii, serrr… serrr*disoraki wong sak lapangan Kodam.


Pas di tengah jalan, tiba –tiba hujan deras, mana sakit kena mata. Akhirnya demi menyelamatkan kerupuk udang sak bal, kami berdua memutuskan untuk berteduh di sembarang warung. Warungnya kecil sekali, tempat duduk yang semestinya jatah untuk tiga orang, sudah bek, begitu saya duduki.*iyalahhhh…..


Nah, kalau yang jual wong Meduro, nyapanya pake Bok.

“Bok jualan apa?”tanya saya sambil cligak-clinguk

“Jangan asem!”

“Menu lain?”

“Nggak onok. Iku thok!”


Pas adegan introgasi si bok ini nggak pernah menatap ke saya. Dia sibuk ngawasi wajan berisi gorengan pindang. Hmm… garuk-garuk mikir.


“Iwak’e opo, bok?”

“Tuh !” katanya menuding iwak pindang dan jeroan ayam.

“Yo wislah, jangan asem. Tambah jeroan pithik yo!” *nyerah ndak onok pilihan lain.


Nasinya sak umbruk, sayur asemnya minimalis. Cuma kacang panjang sama gubis. Jeroan ayamnya lengkap sama rempelo. Dan sambalnya…wik..wik..wik. Lombok kecil diulek garem sama bawang putih.Puedesss. Diiringi suasana hawa dingin dan guyuran hujan. Kami pun makan. Eh, lupa minum nih.


“Bok, es teh ya!”

“Nggak onok!” nadanya ketus

“ Hmmm...Yo wis teh anget!”

“Nggak onok!” jawabnya masih ketus


Saya lalu melempar pandangan ke meja. Di depan saya ada berjejer tiga teko plastik berisi air putih buthek.


“Jadi yang ada apa?”

“Air putih mateng, mau tah?” tawarnya

“Hmmmmmmm… yo wislah!” bertekuk lutut


Dia pun lalu menuang air dari panci ke dalam gelas.


“Lho air matangnya cuman segelas!” teriaknya lagi.

“Ora opo-opo. Khan airnya sama toh sama yang di teko!”

“Yo nggak, kalau yang di teko itu air biasa. Kalau di gelas air matang!”


Mak duerrrrrrrrrr !!!! Saya sama sharuhkhan pandang-pandangan. Jadi bertanya –tanya tentang definisi air biasa, dan air matang ???


“Hmm… bok..bok. Iku air biasa maksute opo?”

“Air biasa... iku yo biasa mbak, Banyu Pet!”


Busyettt..nih bok, inncocent bangets ya njelasinnya. Air biasa, berarti itu air kran doank nggak pake dimasak langsung plung… dituang ke teko. Dasar Jambu kluthuk!


Saya langsung diserang keseretan akut. Dan segelas air matang itu saya glek langsung. Tinggal my sharuhkhan yang kasihan, lha dia ikut keseretan tapi bingung apa yang mo diminum. Tanpa pikir panjang saya suruh my sharuhkhan tengadah. Wis… mending minum air hujan aee wis!” hihihihiihi…..


Gara-gara makan di tempat ajaib itu. Saya sama Sharuhkhan jadi sering becanda pake kata “Biasa dan matang” Jadi kalau habis pesen minum, pasti langsung tebak-tebakan,”hayooo ini tehnya biasa atau matang?” Sampai yang punya warung ikutan bingung.


Dan kalimat ini juga ampuh merayu My sharuhkhan, “Mas cintaku nggak biasa, tapi bener-bener mateng lho!” lha kalau sudah gini wajahnya langsung merah, menahan tawa. Ihiiiiiiiiiiiiiiiii …. Serrrrr…suit..suit* disoraki wong sak lapangan Rampal.

11 comments:

  1. wakakakakka...ngakak aku mocone mbakkkk. nek nang LN kan banyu kran'e isok diombe, lha nek nang sby ???? wkwkwk gak njamin aku :D dadi kelingan kaliasin aku mbak wkwkwkwkw

    ReplyDelete
  2. gak murus mbak nek ngombe banyu "biasa" ? hahaha....

    ReplyDelete
  3. jiaqaqaqaqa...spirit khas mandra upsss...manda deng,
    kangen rek tuisan peno sing mambu2 ngene

    ReplyDelete
  4. banyu biasa yo gpp kok, nggak masalah. masalah mules baru muncul setelah tau belum mateng hahahaaa... :D

    ReplyDelete
  5. jane bisa dicoba dulu mbak, anggap aja air mineral jd ter-sugesti tidak akan terjadi apa2. hahha

    ReplyDelete
  6. Wkakwkkwkwk sharuhkan ki sopo mba? ;) suiit suiit mesrane.. oh yo lain x bawa mnm dewe ae mba ben aman he..he..

    ReplyDelete
  7. @nita: sharuhkhan iku bojoku mbak. *Ihiiii...suit-suit, sambil nari India.

    ReplyDelete
  8. yaowoh, saknoe mbak sampeyan. kapan2 na ndi2 gowo banyu botol ae ben aman..

    ReplyDelete
  9. heleh. di mana itu warungnyaaaaa? btw lapangan Rompal sebelah mana to mbak? hahaha.. *membayangkan wajah Sharuhkhan yang asli joget-joget di sana

    ReplyDelete
  10. @pipit: lapangan rampal bukan rompal!!! Itu di Malang tauuuuu. hahhahaha

    ReplyDelete
  11. kakakakaka..........makane pengalaman kuwi, mending selalu bawa air mineral kemana2, coba klo mung disuguhi banyu biasa........iso2 garuk2, hehehehe

    ReplyDelete

Liburan ke Bali? Yuk, Kunjungi 7 Tempat Wisata Kuliner Terindah Ini

Bicara kuliner, masakan khas Bali menjadi salah satu yang paling digemari. Apalagi jika tempatnya diselimuti keindahan alam, tentu meng...