Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2011

My Own Show

Mulai 2011, setiap bulan, minggu kedua

Bahan membuat rawon, setan!

Foto : Anton

Setiap tahun saya tertantang harus mempunyai hal baru. Tahun lalu saya merintis usaha sendiri KUPANG LONTONG, allhamduliah masih jalan sampai sekarang. Di kantor, setelah tiga tahun megang bagian retail koperasi, niatnya mo mundur, eh malah kepilih jadi Ketuanya. *tambah mumet ngurusin simpan pinjam dan urusan beras. Hihihi…

Tapi sejujurnya, saya punya keinginan terpendam. Yaitu… eng..ing…eng…! Saya pingin jadi host kuliner, dan Pelawak. Nah, ternyata kesempatan ini datang juga.Programnya sudah jalan, bulan Januari lalu. Jadi bertempat di Toeng Market, dengan settingan kitchen set lengkap, ada TV LCD yang menayangkan step-by step-nya dari tukang syutingnya.

Bu sup : Pilih Kluwek yang bunyinya othok-othok

Bintang tamunya kali ini adalah Bu Sup pemilik Rawon setan. Jangan kira acaranya serius. Soalnya saya ndagel terus. Tiba-tiba saya bisa nyanyi dangdut, ala saiful jamiel, menyebut bumbu sambil berdendang. Kadang…

Kupang Lontong Undercover

Seandainya gayus kabur dan mampir ke kupang lontong saya, pasti heboh!


Didesain sama Dukut


Ada beberapa alasan orang tidak mau makan Kupang. Namun, setelah saya bercerita, atau lihat di blog banyak yang penasaran, nyoba terus jadi suka.Tapi, ada satu pengalaman berkesan, karena teman saya ini benar-benar tidak mau menyentuh apalagi makan Kupang. Saya sudah membujuknya, tapi dia bergeming. Saya benar-benar kehilangan akal, dan menyerah.

“Wis talah, koen isok mekso aku mangan opo ae. Tapi jangan kupang lontong!” jawabnya, yang membuat saya sakit hati. Akhirnya ngobrol –ngobrol, ternyata, trauma makan kupang lontong ini ada latar belakangnya. Beginilah ceritanya :

Teman saya ini, punya sahabat. Sebut saja Si Bondet. Dari kecil sampai dewasa mereka berteman akrab. Nah, suatu hari dia diajak janjian di depan Balai RW. Ditemani dua orang temannya, teman saya ini menunggu si Bondet.

“Suasananya sih normal aja, banyak warga yang lewat, penjual bakso, dan seorang penjual kupang pikulan yang …

Terima Kasih Bango

Kejutan Bango buat saya dan Anton

Sungguh, Kecap Bango terlalu baik buat saya, memberikan kesempatan buat blog ini menjadi pemenang untuk ajang kontes blog Festival Jajanan Bango 2009, pengumumannya di bulan desember 2010.

Penyerahan hadiah di Restoran Halo Surabaya. Terima kasih atas, mangkok, piring, kecap bango, T-shirt ( sayang nggak muat...hehehehe), piagam penghargaan, dan uang tunai yang membuat saya sampai nggak bisa tidur seminggu, saking bahagianya.


Terima kasih ya, Bango. Hadiah yang indah diawal tahun 2011. Buat Mbak Memor, Ribut, dan Mas Radit. Oh iya, satu lagi Surya Saputra, karena tulisan saya terinspirasi kemesraan dirinya dengan Chintya Lamusu.

Hal yang membuat bertambah bahagia lagi… Fotografer saya, si Anton, meraih juara I untuk kategori foto. Enaknya kalau menang barengan gini, syukurannya bisa urunan…hihihihihi.

Teh Yang Tak Biasa

Mulanya biasa saja, pas tau langsung keseretan
Foto : Anton

Berhubung ada pesanan, saya diantar my sharuhkhan belanja di Pasar Pabean goncengan naik sepeda motor. Belanjaan banyak segunung, dan barangnya disumpel di segala sudut di sepeda motor, akhirnya tempat duduknya malah nggak kelihatan. Ya… dengan senang hati saya pun goncengan mesra. Mepet gitu. Hehehehe. Ihiiiiiiiiii, serrr… serrr*disoraki wong sak lapangan Kodam.

Pas di tengah jalan, tiba –tiba hujan deras, mana sakit kena mata. Akhirnya demi menyelamatkan kerupuk udang sak bal, kami berdua memutuskan untuk berteduh di sembarang warung. Warungnya kecil sekali, tempat duduk yang semestinya jatah untuk tiga orang, sudah bek, begitu saya duduki.*iyalahhhh…..
Nah, kalau yang jual wong Meduro, nyapanya pakeBok.“Bok jualan apa?”tanya saya sambil cligak-clinguk“Jangan asem!”“Menu lain?”“Nggak onok. Iku thok!”

Pas adegan introgasi si bok ini nggak pernah menatap ke saya. Dia sibuk ngawasi wajan berisi gorengan pindang. Hmm… garuk-garuk …