Sunday, December 12, 2010

Iwak P

Foto: anton

Dipenyet enaknya luar biasa, apalagi kalau di kothok...

Biar sedikit kumuh. Tapi Pantai Kenjeran menjadi andalan wisata pantai kota Surabaya. Tak hanya menyimpan keindahan pantainya. Kawasan ini juga tempat wisata lengkap. Mulai dari sentra oleh-oleh khas hasil laut, souvenir cantik dari kerang dan biota laut.

Satu lagi yang jangan dilewatkan yaitu pedagang ikan panggang. Mampir ke sini, ibarat di mandi sauna. Kita disambut kepulan asap,bukan aromaterapi... jadinya aromaTerasi.

Soal ikan panggang, biasanya yang dipenyet iwak pe, alias pari. Tapi sebenarnya banyak ikan yang bisa dijadikan panggangan. Mulai Kakap Merah, Tengiri,Tongkol dan Dorang.

Ikan yang didapat terlebih dahulu dibersihka
n insangnya. Ini untuk mengurangi rasa anyir dan amis. Ikan yang sudah dibersihkan ini lalu dipotong-potong dan ditusuk bambu. Arang untuk membakar masih tradisional. Menggunakan arang kulit kelapa, minyak yang keluar dari batok kelapa ini yang membuat aromanya harum.



Harga yang dipatok, memang benar murah, mulai harga seribu rupiah sampai tigaribu, Anda bisa menikmati sepotong ikan pe. Soal harga disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan. Melihat iwak pe yang jejer-jejer, saya malah mbayangin penyetan iwak Pe sama Sambel terasi. Tinggal ngambil daun kemangi yang tumbuh subur dekat got depan rumah. Jadilah menu istimewa yaitu, Penyetan Pe aroma got...ehhehehehehe.

Jangan cuman dipenyet. Ikan pe, bisa diolah macam-macam. Kalau lagi bosen pedes. Ikan pe ini saya potong kecil-kecil lalu dioseng-oseng bersama tempe dan tahu. Tapi kalau lagi bergairah, langsung saya Khotok. Kalau dimasak model gini, wah gairah saya menyala-nyala.


Resepnya guampilll. Ambil brambang, bawang, kemiri, kencur sama lombok kecil, ukurannya, kira-kira aja, pokoknya kemiri dua butir cukup. Semua diulek, ditumis lalu tinggal diuncal ke panci berisi santan kelapa. Wis talah, enak bener. Apalagi kalau dibikin pedes.


Saya menggunakan ilmu cemplang –cemplung. Nggak ada ukuran baku, pokoknya nggak eman bumbu. Semua dimasukin aja. Tinggal nambah gula, sama garam dan sedikit bedak ayam, alias chicken powder.


Saya memang nggak suka pedes, tapi ini satu pengecualiannya, jadi karena pedes, saya nambah nasi, trus ambil ikan, trus ambil nasi, tambah kuah, tambah nasi, ambil ikan, ya… ibarat sinetron cinta Fitri yang diolor-olor ceritanya, makan saya juga tidak berhenti sebelum nasi sak magic jar ludes. *Duh gusti aku nulis sambil kemecer mbayangno kothok-an iwak Pe iki



Lokasi : Pantai Kenjeran Surabaya

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...