Sunday, November 14, 2010

Wedhus Prengus

Giliran Idul Adha pasti pada rame bakar sate sama masak gule.

Saya memang nggak doyan kambing, padahal dua tahun sebel
umnya doyan lho makan kambing. Saya kecenthok nggak doyan makan kambing, gara-garanya disuguhi gule kambing. Eh…pas dimakan baunya prengus menusuk hidung. Nah sejak itu saya nggak doyan daging kambing.


Biar nggak suka, tapi kalau diundang yoo mesti datang tho! Minggu lalu, saya dan Anton diundang sebuah resto untuk mengincipi gule kambing, dan sop kaki kambing. Dua menu ini katanya jagoan. Kata ownernya, sop kaki kambingnya, lebih enak daripada kaki kambing di Simolawang yang terkenal itu. Hebatnya dari ceritanya saja sudah membuat saya mak kemecer.

Wis talah Mbak, harus nyobain. Ini favorit!” Katanya sampai berbuih.


Saya yang nggak doyan kambing agak tergoyahkan. Soalnya si owner ini kalau cerita gayanya kayak pembawa acara premium call yang nongol tengah malam itu.


“Sop kambingnya bebas prengus, harus nyoba, ya. Enak, nendang, mak nyoss, wak joss !” *Hihihi… gayanya boleh deh.


Setelah ngobrol, tibalah acara yang ditunggu-tunggu. Yaitu pesanan datang. Terhidanglah sebuah panci kecil beserta pemanasnya. Disusul kemudian dua piring nasi, jeruk dan sambal. Dan pas dibuka….. wusssssssssssszzzzzzz. Wadoh aroma prengus daging kambing langsung tercium.


“Hiyekkkk…kok mambu embek!” Saya menyembunyikan raut wajah saya yang eneg berat. Ternyata reaksi Anton sama.


“Ih.. kok mambune nemen yo!” katanya bisik-bisik.


“Yo maklumlah ton, kambing khan ketiaknya empat. Wajar lek mambu!” hibur saya


Saya akali dengan perasan jeruk dan kecap. Syukurlah sedikit mengusir bau itu. Tak lama ownernya datang, dengan senyum mengembang dan mata berbinar-binar. Menanti komentar saya.


“Aha…gimana-gimana enak khan? Kok nggak habis?” katanya menatap saya.


“Eh..saya nggak begitu doyan kambing, nih. Pak. Coba tanya Anton saja!” *melempar tanggung jawab ke Anton.


“Ehmm…lumayan, Pak!” Jawab Anton pendek.


Ownernya terlihat senang. “Ayo tambah lagi ya?”


“Hemm… jangan Pak. Maklum lagi program diet ketat nih!” *ngeles.


“Hahahaha… becanda ya pasti. Hahahaha…. Khan susah tuh ngurusin!”* katanya nggak bisa nahan tawa.*ngenyek iki


“Ya udah, kalau gitu biar Anton saja yang menghabiskan, Pak!”


“Oh iya..iya, kasihan ini temannya. Badannya kecil sekali!” katanya prihatin.


Tak lama si owner ini datang membawa satu panci lagi sop kaki kambing.


“Mbak piye iki, sapa yang menghabisi sop’e ?” tanya Anton bisik-bisik.


Wis tanggung jawabmu, ton!” *macak dadi patung. Hihihihi…..

Wednesday, November 03, 2010

Oyoe Jaran


Selalu ada girab-girab saat liputan

Kami diundang sebuah tempat makan besar moblong-moblong. Kebetulan hari ini mereka sedang promo minuman baru. Sip..sip, kami pun bersemangat memenuhi undangannya.

“Ini loh minuman andalan kami !” *dengan bangga si mbak menyuguhkan satu gelas mocktail.

Warnanya cantik, ada gradasi coklat muda dan tua berlayer-layer gethu. Pinggiran gelasnya ada prengkel-prengkel gula.

“Jadi menyambut bulan istimewa ini, kami hadirkan minuman spectakuler!” promonya.

Biar pun yang datang cuman saya berdua sama Anton. Tapi disediakan 4 gelas. Asyik neh, berarti jatah ane 3. *Hihihihihi..maruk.
Miring
Pas dicobain. Rasane jan nggak jelas. Kecut nggak, manis yo nggak. Trecep-trecep sodanya juga nggak terasa. Warnanya coklat, tapi nggak ada rasa kopi atau cokelatnya. Huekkk….Wajah saya berbentuk nggak karuan, kadang bibir melebar, mletot, mencucu, manyun.

“Opo’o mbak?” tanya Anton dengan mimik jijay.

“Ojo diombe, ton. Koyok oyoe jaran!” bisik-bisik

Eeeh..dibilangin gitu, lah kok Anton malah tertantang minum

“Yo wis, pisan-pisan aku tak ngombe oyoe jaran!”
Haahahahaha…. Nekat

Anton sepakat sama Saya, m
inumannya ndak jelas. Tapi saya nggak misuh-misuh di situ. Saya menolak disuguhi lagi dengan alasan kaki saya lagi gringingen. *nggak nyambung sih sakjane!” Wis mboh

Keterangan: Foto bukan minuman yang dimaksud

Tuesday, November 02, 2010

Cooking Class FREE

Mau bagi info nih.Buat ibu-ibu, Pasangan muda, remaja putri. Yang mau belajar masak, tapi pengen kelihatan cantik. Di sini tempatnya. (ya mesti tetep cantik, yang masak chef-nya. Hahahaha...) Datang deh, nggak rugi. Nambah ilmu. Gratis lagi.



Cooking Class di Grand City Mall
Mulai 1-7 Nov
ember Pukul 3 sore.
Tempatnya di Grand Cit
y. LOWER GROUND.
Depan HERO Supermarket.

Gratis plus icip-icip menu yang di uji coba. SStt.. pas hari pertama, aku makan jelly fish, sama ayam chasio habis dua mangkok. Wis enak pokok'e.

Liburan ke Bali? Yuk, Kunjungi 7 Tempat Wisata Kuliner Terindah Ini

Bicara kuliner, masakan khas Bali menjadi salah satu yang paling digemari. Apalagi jika tempatnya diselimuti keindahan alam, tentu meng...