Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2010

Bengkel Perut

Saya gummun kalau di Surabaya ada tempat lesehan dengan pemandangan sawah

Foto : Manda La Mendol

Suatu hari yang panas nyentrong. Saya janjian ketemu sama Shanti, sesama temen jurnalis dari Jakarta. Kebetulan dia ada tugas di Surabaya. Belum pernah ketemu, tapi kita kok kayak temen lama, kalau telpon kayak dah akrab gethu.

Pas ketemu, oalaaaa… terjawab sudah kenapa kita merasa seperti sodara. Ternyata kita berdua sama-sama BULAT ..hahahaha !!!

Apesnya lagi, saya pas naik Mio. Tahu khan Mio itu imut, lah kalau saya di kantor sering diteriakin “Gajah kok naik Mio !” Nah, sekarang malah dua emank-emak gendut naik Mio…ihhh…Horor bangets !!!!

Lalu berkelilinglah kita berdua. Salah satunya mampir ke Ice Cream La Spezia. Setelah puas wawancara dan icip-icip hampir empat gelas plus empat es lilin …..* nguelak bangets soale Suroboyo panas’e koyo neroko. Hehehe.
Bu Lisa lalu ngajakin kita makan siang. Wah ya setujuuu...

Lokasi resto ini memang agak masuk ke dalam tepat di depan SPBU Mulyosari, cari …

Dibayar Kupang

Seandainya Kupang Lontong dijadikan uang pembayaran yang sah !Aiih...sedapnya

foto: anton
Pesanan Kupang Lontong mulai lancar Jaya. Yang paling sering pesan, adalah kantor saya. Acara ultah-lah, bazar-lah dll. Semua ini akhirnya membuka jalan bagi pesanan lainnya. Mulai pesanan arisan, sunatan, seminar, dari teman-teman dekat. Banyak cerita lucu yang membuat saya mesam-mesem.

Seperti sewaktu mengunjungi Bude di Jakarta. Saya bawain kupang lontong komplit sama sate kerang dan lentho-nya. Kebetulan Bude lagi mantu. Beberapa saudara ngumpul, saya pun menghidangkan kupang lontong.

Lha kok Om saya, makan sama nangis mingsek-mingsek. Saya bingung, apa karena kebanyakan sambal ya?

Sambil tersedu-sedan dan makan kupang, Om saya bilang.“Ndol, aku wis lima belas tahun nggak makan kupang. Dadi mangan kupang, rasane koyok nemu emas sak gunung!”Heheheehe… segitunyeee.

Lain hari, pas saya ikutan bazar, di carrefour Rungkut. Acara bazar rakyat yang membuka Menteri Koperasi. Banyak teman-teman wartawan yan…

Harga Bintang 5 Rasa Kaki 5

Jadi inget kata simbok, kalau kedluduk penjual yang mahal.
“Sing penting ikhlas ben dadi Daging!”



Saya mau cerita tentang makanan yang bahan-bahannya murah meriah tapi begitu disajikan harganya bisa sok ajeb..ajeb. Seperti pas makan lontong mie di food court.

Saya bener-bener dengan takjub dengan harga yang dibandrol yaitu Rp 10 ribu. Sebagai sesama penjual, (yeah..saya khan di rumah selain jualan kupang, juga lontong balap dan lontong mie).

Dengan harga segitu, menurut saya agak nggak masuk akal, cuman tahu tiga iris, lentho diremet trus dikasih udang empat biji sama diguyur cambah dan mie kuning.

Saya mengerti bener harga di pasar, wong cambah itu lho setegah kilo cuman Rp 2500, kalau dilihat dari takarannya yang sak umit, cambah setengah kilo bisa jadi 15-20 porsi !!!

Soal harga ternyata cukup sensitif dan bisa jadi omongan,loh. Seperti Alim, temen sekantor dapat kiriman sms, yang ditunjukin ke saya. “Hati-hati makan ayam goreng di warung kaki lima daerah Islamic Center, Aku makan beremp…