Skip to main content

Buntut Djatilegi

Makan tidak habis bisa menyakiti tukang cucinya.

foto: anton

Kalau selama ini kita hanya mengenal buntut bakar dan sop buntut, sepertinya harus mampir Djatilegi Terrace and Resto yang menempati lokasi di Galaxi Mall. Di sini menu andalannya adalah serba buntut. Buntut Model apa saja bisa ditemukan di sini. Mulai Buntut Bakar, Buntut Balado, Buntut Balacan dan Buntut Goreng. Yang mengundang saya, Mas Wiwid malah tidak ada. Gantinya saya bertemu Pak Toyo dan Mas Ray pemiliknya.


Ada cerita menarik, pas saya lagi makan. Saya lihat laki-laki berkulit bersih dan masih muda. Saya pikir pasti salah satu pegawai resto ini. Rajin sekali, keluar masuk angkat piring, membersihkan meja. Dan tidak itu saja, mulai dekorasi dinding yang menceng, lantai yang licin nggak luput dari sasaran. Hmm….

Nah, pas saya kelar makan, saya dihampiri sama orang ini.


“Gimana Mbak, cocok nggak rasanya?”

Wah, saya kaget ditanya begitu. Dia lalu memperkenalkan diri, kalau dia adalah RAY. Yah…owner Djatilegi yang asalnya dari Semarang.

Ternyata Mas Ray, orangnya sangat ramah. Dan berceritalah tentang bisnisnya yang kini sudah memiliki sekitar 5 cabang.


”Semua resep saya ciptain sendiri, lho!” akunya.

Dan tidak hanya itu, desain café sampai interiornya semua dikerjakan sendiri. Hebatnya lagi, dia selalu menjadi tukang cuci piring kalau restonya lagi rame.

Tiba-tiba dia melihat ke arah piring saya.“Lho kenapa kok nggak dihabisin buntut bakarnya?”

Wadoh, susah njawabnya. Soalnya kalau makan buntut bakar pake pisau dan garpu khan sulit. Nah, kebetulan hari itu saya rada jaim, jadi malas eker-eker pake tangan. Jadinya, beberpa daging yang nempel dan sulit digapai garpu saya biarin.

“Duh, saya suka sedih kalau ada orang nggak ngabisin. Saya selalu bertanya-tanya kenapa tidak di makan?” katanya.


Lalu dia menuturkan, jika kebagian tugas cuci piring dia selalu mengelus dada jika melihat makanan sisa yang jumlahnya cukup banyak. “Makanan sampai ke meja itu prosesnya panjang. Mulai belanja, pemilihan bahan, proses pengolahan, sampai menemukan rasa yang pas hingga di antar ke meja. Nah kalau lihat disia-siakan gini. Sedih rasanya!” katanya prihatin.


Lalu dia ganti melihat piring Anton. Licin dan bersih. Yang tersisa cuman daun selada sama tomat garnish.

Lek aku, kebiasaan makan selalu habis dan bersih. Soalnya, kalau sisa ibuku nesu !” kata Anton seperti membaca pikiran saya.


Duh, ndak enak hati saya. Eh, tapi tunggu, lihat dessert saya. Ice in The Box.. Vanilla ice cream yang disajikan di atas roti dan disiram cokelat di sekelilingnya. Wuah… lihat bersih dan licin. Dan tinggal secuil rotinya (yang langsung saya emplok, begitu Mas Ray membelakangi).


Berbincang dengan Mas Ray, saya jadi menyadari betapa hancurnya hati mereka jika melihat makanan tersisa. Saya benar-benar malu karena sering pesan makanan sak karepe dewe, tapi kemudian tidak dihabiskan.


Saya seringkali lapar mata, mentang-mentang diundang dan nggak bayar, saya sering makan ugal-ugalan. Ambil mie sak umbruk, ambil ayam lima potong, masih tambah sate sepuluh tusuk, Cap cay dicampur sapi lada hitam, rasanya ndak ada puasnya, akhirnya malah sisa dipiring numpuk.


Duh, ternyata kebiasaan ini bisa menyakiti banyak orang. Mulai dari ownernya, tukang masaknya, sampai tukang cuci piring.


Okelah, saya nyadar sekarang, nah kalau kucing di rumah saya sudah tidak segendut orangnya, harap maklum. Berarti dia nggak pernah lagi dapat sisa makanan. Dan dia tidak berhak lagi menyandang nama sebagai kucing garong, dan nama penggantinya adalah Kucing Garing….*sambil geol ala Lia Trio MACAN.


Djatilegi Terrace & Resto

Galaxi Mall Lt 4 No 405

Jl Dharmahusada Indah Timur 35-37

Telp. 031 –591 5608

Comments

  1. eh, ndek galaxy mall toh? wah, cidek iki... tonggo sebelah. tapi tung tau ngincipi hihihi :D

    ReplyDelete
  2. wahhhhhhhh...........iyho mbak, nek mangan gak dihabisin menyakiti orang banyak :D
    /*yg kl makan selalu dihabisin, mending NAMBAH daripada GAK HABIS :D

    ReplyDelete
  3. hihihi....yup bener
    soale aku sering jadi kranjang sampahe hubby, yg klo makan sering ada sisanya...
    *alasan buat jadi ndut*

    ReplyDelete
  4. lha kok podo, aku yo diundang kesana je..

    lha ini tulisannya : http://jelajahjajan.blogspot.com/2010/05/bersama-kawan-hanya-semalam-di.html

    ReplyDelete
  5. aku sudah insap sejak lama soal makan berlebih mbak. mubadzir. kalau kurang, ya tambah lagi ojo malu2, daripada laper. kalo nyisa mending tak kumpulin buat makanin kucing. hehe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rejekine Wong Lemu

Memory Gubeng Pojok

Kisah Cinta Sharukhan dan Spring Bed


Tempat makan lawas, dengan harga ramah di kantong ini salah satunya, Gubeng Pojok. Saya punya memori indah dengan depot satu ini. Ya masa-masa jaman pacaran sama my sharukhan, masa-masa habis nonton bioskop di Mitra, dah gitu kelaparan nyari makan. Ke sini tempatnya. Alasannya, murah bangets, masuklah buat my sharukhan yang pacarnya sekali makan bisa 2-3 piring…hihihi

Seporsinya dulu cuman Rp 8 ribu-an, ngga beratlah kalau saya nambah 2 kali, masih masuk akal. Hihihi..
Tidak ada yang berubah di gubeng pojok, kursi meja suasananya tetep. Yang berubah harganya. Sekarang sudah Rp 11.000,- tapi masih murah seh nurut saya. 


Dari dulu sampai sekarang my sharukhan seleranya tetep. Krengsengan, sama jeruk anget. Wis!. Kalau saya juga tetep, kare ayam, nasi goreng, rawon. Maksutnya habis makan rawon, nambah nasi goreng, kadang kare ayam. Ya maksutnya pancetnya nambah 2 sampai 3 piring getoooo.


Pilihan kita duduk di pojokan, sambil mengenang masa pacaran…cieee c…

Makan Enak, Nyantai di Hotel Berbintang dengan Pemandangan Indah Luar Biasa

Yuks, bro and sis.. tandai kalender kalian, buat bisa berlibur ke sini. Pesan online bayar mudah Pake Traveloka aja, pesan tiket pesawat, booking hotel, perjalanan, traveling. ... Ngga pake mumet, cukup satu ketukan, pembayaran beres….duh, senangnya.

 Bali yang indah seakan tak ada satukata yang bisa melukiskan keindahannya. Bali yang memesona membuat wisatawan selalu datang kembali untuk menikmati pesonanya. Bali yang menawan membuat siapapun akan datang dan membuktikan sendiri cantik dan mengagumkannya sebuah pulau kecil di timur Indonesia ini.
Salah satu keindahan alam yang menjadi magnet wisatawan adalah Pantai Nusa Dua yang berada di ujung selatan Pulau Dewata ini. Pantai ini dikenal dengan pantai terbersih dan cukup nyaman karena tidak secrowded Pantai Kuta. Juga tidak seeksklusif Pantai Seminyak yang memiliki berbagai macam resor dengan harga fantastis.
Di Pantai Nusa Dua ini kamu bisa memilih Grand Nikkosebagai penginapan di Bali. Lokasinya berada di Jl. Nusa Dua Selatan, Benoa, …