Monday, January 25, 2010

Dapur Cokelat

Sungguh, saya tidak muluk-muluk ingin ke Prancis, saya cuman mau ke Dapur Cokelat.

foto: La Mendol

Saya masih ingat, beberapa tahun lalu, sebuah tayangan tentang Dapur Cokelat. Sempat mbathin, kapan ya, bisa datang ke sana. Sebagai penggemar cokelat sejati tayangan itu sangat menggelitik, menyaksikan praline cantik dan cokelat truffle.
Nggak disangka, akhirnya seorang teman mengabarkan kal
au Dapur Cokelat buka di Surabaya dan saya diundang.

Saya pun diajak ownernya, blusukan di d
apurnya. Wah, dapurnya bersih bangets, beda sama dapur di rumah saya yang kayak kapal pecah, padahal cuman buat godir.* Hehehe..

Tour pertama melihat proses pencairan cokelat sebelum dibentu
k. Kata Mbak Ermey, pemilik Dapur Cokelat, bahan utamanya menggunakan cokelat Belgia, asal tau saja, cokelat Belgia kualitasnya terbaik.

Di ruangan ini saya melihat cokelat ├ęclair, wadoh…itu..itu khan kue kesukaan saya. Toppingnya macem-macem, sayang saya nggak ditawari…ya sudah saya nggak berani ambil. *Masih bisa menahan diri.

Masu
k ke cake shopnya, ada mbak-mbak yang nawari cokelat praline, bentuknya macem-macem, jenis isiannya juga beda-beda. Karena inget kejadian Mabox Cokelat, saya membatasi diri agar nggak ugal-ugalan.

Tapi pertahanan saya bobol ketika melihat chocolate fondue, air mancur coklat setinggi 2 meter. Coklatnya yang mengalir deras, seolah melambaikan tangan mengajak saya untuk mengarunginya.

“Duh, jadi pengen nyemplung ke situ, ton!” membayangkan jadi Wily Wongka.

“Ojok Mbak, sampeyan lak kayak kuda nil !” celetuk Anton.
Oalaa …Anton Van Klepon ini, kok tega-teganya nyamain mahluk Tuhan Paling Lemu ini sama Kuda Nil. Huhuuhu.

Karena saya gondok dikatain kayak Kuda Nil, Anton nyelimur, ngajak saya lihat replika patung Suro dan Boyo dari Cokelat. Wuihh keren. Baru kali ini saya nafsu lihat Buaya… wakakaka.

Dan disebelah patung Suro dan Boyo ini, ada seorang pria yang melumuri seluruh tubuhnya pakai cokelat. Berdiam diri dan tidak bereaksi apapun ketika digodain orang. *oalaaa abot-abote nggolek duit.

Meski sama sama cokelat,tapi cita rasa cokelat berbeda satu dengan lainya. Bagi saya, kreasi Dapur Cokelat benar-benar memiliki nilai seni tinggi, cita rasa cokelat yang lembut dan kaya akan rasa,terutama cokelat praline, kuat aroma dan rasa cokelatnya. Rasanya creamy tapi tidak berminyak.

Saya yakin akan berkunjung lagi ke sini lagi, apalagi memang tidak mudah menahan hasrat untuk tidak me
nikmati makanan serba cokelat. Pilihan saya pastinya mix praline, isi 9 biji, harganya Rp 32.500. *Murah, isine akeh ...hehehehe.

Dapur Cokelat

Jl Biliton no 77-79

Telp. 031-5053234

Thursday, January 14, 2010

Mang Engking is Coming

Pengen ke Mang Engking? Nggak usah jauh-jauh ke Pandaan, sekarang hadir di Citraland.



Saya diundang cabang barunya Mang Engking di Surabaya. Semangat pastinya, soalnya lesehan Mang Engking ini khan sudah terkenal sebagai pionir menu udang galah dan ikan gurami.


Berhubung Mang Engkingnya nggak bisa datang diwakili sama adiknya, Mang Ade. Orangnya sederhana dan orangnya ramah sabar meladeni banyak pertanyaan wartawan yang diulang-ulang. Gara-gara yang datang pada lelet semua…Huh!


Sebagai welcome drink, keluar teh hangat sebagai suguhan. “Eh, kok tehnya pahit!” kata Rois teman saya dari detiksurabaya.com. Hehehe… Rois iki ancene ndesit, lha ini khan rumah makan Sunda, jadi tehnya pasti tawar.*neplok jidat Rois pake raket listrik.





Lalu keluarlah menu andalan yaitu,Udang Galah. Ada udang saos Padang, udang bakar madu dan udang goreng metega. Udangnya gede dan warnanya cerah karena bahannya segar. Saya yang alergi udang, cuman bisa ngelek idu, ngeliat Anton yang mencecap saos udang yang berkaramel itu.

“Enak Mbak, bener.Cobaen tah. Wis nggak opo-opo gatel!” bujuk Anton.


Saya nggak mempan biar dibujuk gitu. Tapi saya penasaran juga, akhirnya saya ngincipin saos yang nempel di udang. “Wuiih… manisnya pas, ada smriwing pedes dan legitnya madu".Karena saya tidak makan udang, maka gurami bumbu cobek, dan gurami bakarnya saya embat.



Gurami bumbu cobeknya bumbunya ndeso bangets, cuman bawang merah diulek kasar, dikasih jahe, kencur dan siraman jeruk sambel.


Tapi rasanya unik,ada aroma kencur dan jeruk yang membangkitkan selera. Wadoh gara-gara gurami bumbu cobek ini, saya embah-emboh, sampai dua bakul.


Pas mau pamit pulang, tiba-tiba Mang Ade nawarin ngincipin es cendol. Walah, saya nyesel, sudah kadung pamit. Untungnya Mang Ade maksa, saya pun balik lagi dan menyantap hidangan penutup ini.Es cendolnya seger, cuma sayang kok ditaruh gelas plastik, jadi serasa makan es cendol di Pasar Pakis.Hehehehe….



Yang pasti, Mang Engking jadi resto yang wajib dikunjungi kalau ke Surabaya.


Suasananya serasa berada di pedesaan dengan gubuk dan kolam gurami di bawahnya. Kabarnya pihak Citraland juga bakal menyediakan perahu, sehingga pengunjung bisa keliling danau pakai perahu.


Denger bakal ada perahu, saya sudah mbayangin bakal keliling perahu berdua sama mysharuhkhan … dan tak lupa berdoa. “Moga-moga perahunya tetap ngambang, dan nggak njombat!”Hehehehe.


Gubuk dan Lesehan

Mang Engking

Lakeview- Citraland

Foto : Kajool

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...