Saturday, October 17, 2009

Lontong Banyu Urip

Brader, jangan pandang sebelah mata Lontong ! Tanpa lontong, maka tebak-tebakan, bahasa Inggrisnya, nasi panjang nggak akan pernah ada.



Lontong mungkin sama pentingnya dengan nasi. Kalau dipikir, tanpa lontong, maka tidak banyak makanan tradisional tercipta. Sebut saja, gado-gado, lontong balap, lontong kupang, rujak cingur, lontong mie, lontong kikil, lontong lodeh, lontong sayur, lontong cap gomeh dan banyak makanan lain yang menggunakan lontong di dalamnya.


Pernahkah terbersit rasa penasaran, dari manakah lontong se-antero Surabaya berasal ? Rasa penasaran inilah yang membawa saya dan Anton, ke sebuah kampung kecil di daerah Banyu Urip. Yah, di sinilah sebuah kampung di Surabaya, yang warganya mengeluti usaha pembuatan lontong sejak dari leluhur mereka.


Sebuah gang kecil, tepatnya di Banyu Urip gang II, adalah gerbang utama untuk bisa masuk ke kampung lontong. Perkampungan nan padat hanya bisa dilalui sepeda roda dua, itu pun tidak boleh dikendarai, karena ada himbauan untuk menuntun. Lumayan jauh jalannya, saya ngos-ngosan ngikutin Anton, “Mbak, kalau giliran makan aja cepat. Kalau diajak jalan kok koyok sapi manten !” hehehehe….


Setelah melewati jembatan kecil, saya pun disuguhi pemandangan eksotis. Hampir seluruh pelataran rumah bahkan pinggiran jalan, berjajar longsongan daun pisang yang dijemur. Melongok ke dalam rumah, ruang tamu penduduk di sini ibarat lautan daun pisang. Tumpukkan daun pisang terlihat di segala sudut.


Lontong memang terlihat sederhana, nyatanya perlu kesabaran tinggi untuk mengolahnya. Beras yang dibersihkan dari kotoran, sebelumnya sudah dicuci, lalu dikeringkan.Proses pematangan beras menjadi lontong ternyata membutuhkan waktu 8-10 jam.


Proses memasaknya dimulai pukul lima sore hingga pukul dua pagi. “Kalau ingin lontongnya punel, dan bagus harus benar-benar tanak memasaknya,” jelas Mbah Nem, yang meneruskan usaha pembuatan lontong dari sang ibu.


Tidak semua beras bisa dijadikan bahan untuk membuat lontong. Beras yang digunakan adalah beras yang bisa mekar. Tapi itu bukan jaminan bakal jadi, karena jika beras terlalu mekar, lontong bisa pecah. Kalau tidak matang benar, lontong tidak terasa empuk. Susah khan.


Lontong yang dijual ada beberapa ukuran, dan harganya juga bervariasi. Untuk lontong berukuran kecil dijual Rp 700,- sedangkan ukuran besar Rp 1000,- . Di pedagang yang kecil biasa dijual Rp 800,- sampai Rp 1000,- sedangkan yang besar dijual kembali dengan harga Rp 1500,-.


Pembuat lontong di kampung ini tidak pernah berhenti membuat lontong, hari libur maupun hari besar aktifitas pembuat lontong di Kampung Banyu Urip berjalan seperti biasa. Bahkan Hari Raya merupakan momen yang ditunggu-tunggu, bukan karena sekedar ingin merayakan tapi di saat inilah mereka panen, dan harganya bisa menjadi tiga kali lipat. Wah... mugi-mugi kathah rejekine nggih, mbok Nem.


9 comments:

  1. kapan aku diundang mangan lontongmu ndol?

    ReplyDelete
  2. mangan lontong tok yo det,heheeheheh

    ReplyDelete
  3. Anonymous10:16 PM

    mbak, saya yang lahir procot di Surabaya baru tahu kalau di Banyu Urip produsen lontong. Nice info :)

    ReplyDelete
  4. yoih sister .... kadang lontong ya bisa berasa beda kl yg membuat juga ahli

    ReplyDelete
  5. Lontong favorit saya sih lontong kupang di Sidoarjo.

    Di tempat saya tidak ada sapi, jadi saya belum pernah lihat sapi manten, hehehe.. Kalau mau lihat sapi nikah di mana sih? ;-)

    ReplyDelete
  6. Sapi nikah ? Ya di kandang sapi mbak..hihihihi

    ReplyDelete
  7. di sana ada yg jual lontong plastik ga mbak? kan lg model tuh, ngirit daun, apalgi di kota. pas lebaran ketupat aja di malang pake lontong plastik :D

    btw, aku lbh suka lontong daripada ketupat, ga mblengeri :)

    ReplyDelete
  8. Mbak......dah pernah jajal lontong tahu BLORA, yang di deket alun2 kota blora?

    bakule sing pojok pol- sebelah kiri.

    LONTHONG NYA EMPUK BGT..MENUL22..hehehehe

    ( tapi kalo ngitung totalan -dibantu.....kadang2 sok salah ngitung bakule..)

    ReplyDelete
  9. Anonymous7:35 AM

    maaf..saya mau tanya apakah kampung lontong telah diresmikan??
    kalau sudah diresmikan,tgl brp diresmikan??
    dan siapa yg meresmikannya??
    terima kasih atas bantuannya..

    ReplyDelete

Liburan ke Bali? Yuk, Kunjungi 7 Tempat Wisata Kuliner Terindah Ini

Bicara kuliner, masakan khas Bali menjadi salah satu yang paling digemari. Apalagi jika tempatnya diselimuti keindahan alam, tentu meng...