Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2009

Rawon Tujuh Rupa

Dunia kuliner memang kaya Inovasi bahkan bisa menaikkan sajian lokal ke kelas yang lebih tinggi. Rawon aja, bisa tampil tujuh rupa.

foto : Anton

Saya terkesan bener, dengan pelaku kuliner yang mampu menghasikan makanan kreatif. Seperti menu rawon. Rawon…yeah blacksoup from east Java. Kuahnya hitam pekat, buat sebagian orang mungkin rada aneh. Itu awalnya….. coba kalau sudah makan. Wuahh….Miyabi lewat aja, bisa dicuekin.

Warna hitamnya eksotik, lho. Soalnya bukan karena kecap yang warnanya lebih pekat, atau pake petis udang. Tapi pake kluwek. Bentuknya kayak kerikil jaman prasejarah. Kalau beli, mesti digoyang-goyang, mungkin dulunya kluwek ini punya kebiasaan dugem. Hihihihi….

Ternyata olahan rawon tidak selalu menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya. Singgasana resto, mengolah hidangan khas Jawa Timur ini menjadi banyak pilihan yang dijamin bisa memuaskan selera. Rawon ala Singgasana ini memberikan tampilan berbeda. Dengan kuah yang sama, tapi bisa memilih isian yang berbeda.

Ada…

Lontong Banyu Urip

Brader, jangan pandang sebelah mata Lontong ! Tanpa lontong, maka tebak-tebakan, bahasa Inggrisnya, nasi panjang nggak akan pernah ada.



Foto : anton

Lontong mungkin sama pentingnya dengan nasi. Kalau dipikir, tanpa lontong, maka tidak banyak makanan tradisional tercipta. Sebut saja,gado-gado, lontong balap, lontong kupang,rujak cingur, lontong mie, lontong kikil, lontong lodeh, lontong sayur, lontong cap gomeh dan banyak makanan lain yang menggunakan lontong di dalamnya.
Pernahkah terbersit rasa penasaran, dari manakah lontong se-antero Surabaya berasal ? Rasa penasaran inilah yang membawa saya dan Anton, ke sebuah kampung kecil di daerah Banyu Urip. Yah, di sinilah sebuah kampung di Surabaya,yang warganya mengeluti usaha pembuatan lontong sejak dari leluhur mereka.

Sebuah gang kecil, tepatnya di Banyu Urip gang II, adalah gerbang utama untuk bisa masuk ke kampung lontong. Perkampungan nan padat hanya bisa dilalui sepeda roda dua, itu pun tidak boleh dikendarai, karena ada himbauan untu…

GSM Versi Becak

GSM yang satu ini sinyalnya padat dan banyak lemak.
Sebagai satu-satunya perempuan di jajaran redaksi. Saya mesti legowo kalo jadi bahan ketawaan. Memang, secara gender saya minoritas, tapi soal bobot tubuh saya mayoritas (baca: paling lemu).

Ya..ya.. gara-gara urusan fisik ini, saya jadi punya banyak julukan.Saya nggak marah, lha memang kenyataannya gethu. Sabar…sabar….*sambil mbalang boto.
Ndlalalah, minggu lalu pas rapat, lha kok teman-temannggakmbahas soal perencanaan edisi selanjutnya, malah tega ngerasani saya terang-terangan. Yaitu Enchus dan Anton

Chus :Mendol itu ibaratSTNK Anton : Wadoh opo iku ? Chus : Setengah Tuwek Namun Kenceng .. !!!Hehehehe...cengengesan kabeh.

Anton : Eh, Ada lagi. Mbak Mendol iku Setu LegiChus :Wah..opoiku ?Anton : Setengah Tuwek Lemu Ginuk-Ginuk ..hihihii !!!
*Grhhhh…..Kurang Ajarrrrrrrr !* Nyumpel Anton pake gajih
Penyiar Becak Ter..Ter..yang ndak mbois blasss. Wakakaka....

Nah puncaknya pas House ofSampoerna ultah tanggal 10 Oktober, tiba-tiba ketemu …