Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2009

Oleh-oleh Bogem

Saya kagum luar biasa, di tangan seorang petani magrove. Bogem bisa diolah menjadi sirup, jenang dan kerupuk.

Begitu tahu kalau tujuan liputan saya ke Pantai Timur Surabaya, saya sudah aras-arasen. Karena cuaca benar-benar panas. Apalagi lokasinya lumayan jauh. Membayangkan saya naik sepeda motor panas-panas di terik matahari. Bisa-bisa saya nanti garing kayak keripik rambak. Sama seperti saya, Anton si fotografer juga sama ogah-ogahan. Apalagi kalau harus membonceng gajah duduk. Bisa jadi peleg ban motornya jadi kocak nggak karuan.
Tapi saya bersyukur, tugas kali ini ditemani Pak Syaiful. Yang artinya dapat fasilitas bawa mobil kantor. Hueueueue…keren ! Suwun yo..Pak Say..

Perjalanan ini mengantarkan saya bertemu sosok Pak Soni. Pimpinan Kelompok Tani Mangrove Wonorejo-Rungkut Surabaya. Sosok yang sangat sederhana, tapi suka membagi ilmu kepada siapa saja. Orang yang tak pernah kehabisan ide untuk memanfaatkan hasil hutan magrove, pohon pantai yang dianggap tidak memiliki manfaat apa-a…

Kupang Lontongku

Saya sekarang jualan Kupang Lontong

Pasti penasaran ya... , bagaimana ceritanya ? Inilah enaknya kalau punya teman seprofesi, karena diam-diam, saya sudah dipromosikan dulu oleh teman saya Mas Rohman. Soal foto makanan sudah ada Anton yang bantuin. Terima kasih buat dukungan teman-teman semua ya... saya tunggu pesanannya. Di Sini :)


Preman Pasar Pabean

Kalah galak sama yang jual, saya dapat ikan bau kentut.

Karena lagi puasa, berhenti dulu cerita makan enak. Sekarang saya ajak jalan-jalan ke Pasar Ikan terbesar di Surabaya. Pasar Pabean.

Pasar ini merupakan transit berbagai hasil laut, dan tambak dari berbagai kota. Kalau ke sini lebih baik sore, mulai jam 4 sore, ada banyak hasil laut segar yang bisa dipilih. Mulai udang, dorang, gurami, bandeng, banyar, kerapu, kepiting, kerang yang fresh dan harganya dijamin murah. Semuanya harus dilakukan cepat, kalau tidak mau keburu diborong oleh para tengkulak, dan pembeli lain yang rata-rata adalah pedagang ikan yang tersebar di berbagai pasar.

Foto : galeri-imaji.blogspot.com

Saya punya pengalaman buruk, yang membuat saya sakit hati, bahkan tampang penjualnya sudah saya tandai pakai tengkorak disilang. *dendam Nyi blorong.

Ceritanya, saya mau nyari ikan seger. Pas lihat bodi ikan yang metekel, sontak saya jadi kepingin buat dijadikan ikan bakar. Saya niatnya cuma mau ambil satu ekor yang gede, t…