Thursday, August 13, 2009

Tour Sepenuh Hati

Bertemu komunitas bango mania, pakai caping, memilah biji kedelai dan berfoto dengan Surya. Endingnya, berburu makanan enak sampai klengerr.



Jurnalis Surabaya, bersama komandan Bango Mania (Mas Radit), dan Surya Saputra
foto : Anton


Selalu ada kejutan Festival Jajanan Bango setiap tahunnya. Jika tahun lalu hadir tumpeng raksasa. Tahun ini ada dua kejutan. Yang pertama hadirnya kampung Bango, dan rujak Bango yang dibagikan gratis kepada semua pengunjung.


Serunya, saya sama teman-teman jurnalis, malah asyik foto-fotoan sama Mas Radit, Kepala Suku Bango Mania. Juga giliran Surya Saputra lewat, langsung saja ditodong buat foto bersama.


Puas foto-foto, akhirnya mulai berburu makanan enak. Asli saya bingung mau makan apa dulu. Akhirnya nyobain Kupat Tahu Gempol. Saya pikir, Gempol – Pasuruan, ternyata Gempol yang satu ini asalnya dari Bandung. Saya kaget banget pas lihat ukuran taugenya, gendut banget. Beda sama tauge/ cambah yang pernah saya tahu.


“Bu, taugenya kok gendut banget. Saya baru tahu lho !” *merasa mirip.

“Iya, neng. Ini tauge asli Bandung. Di Surabaya nggak ada !” kata si penjual.


Saya pun nyobain menu unik ini, isinya irisan kupat, tahu goreng, ditabur tauge gendut. Disiram bumbu kacang dan kerupuk warna merah sebagai pelengkapnya.

Rasanya, ternyata enak. Bumbunya kacangnya sedap banget, terasa gurih, manis dan dominan aroma daun jeruk. Hmm… ini merupakan petualang kuliner baru saya, menikmati Duta Bango dari Bandung, yaitu Kupat Tahu Gempol, yang menurut saya benar-benar jempol.


Tidak puas, saya lalu pindah ke sebelah ada yang jual Nasi Lengko, dari Tegal. Ini aneh lagi, nurut saya, lha sekilas kayak nasi iwak kerupuk. Ternyata di atas nasi, ada irisan timun, tauge, kerupuk yang diremes dan disiram dengan saus kacang. Rasanya, cukup rame.


Ada krenyes-krenyes kerupuk yang gurih dan irisan timun yang segar. Bumbunya, ada manis dari kecap, legit dari gula merah dan ada air asem. Wuihh... kaya bener rasanya tapi nggak tabrakan. Pas !


Tour kuliner saya masih berlanjut. Saya berhenti di Rujak Cingur Sedati. Kali ini saya melongo,bukan gara-gara lihat cobek yang super besar, tapi ada sebuah pigura besar terpampang. Dan di antara foto-foto itu, ada wajah saya yang gembul diambil pas acara pre event FJB.


“ Bu Nur, kok foto saya dipajang ?” *sok seleb.

“Nggak apa Mbak Manda, buat lucu-lucuan !” katanya sambil menahan senyum.

Idiih…. Saya disamain badut. Tapi nggak apa, moga-moga, foto saya bisa bikin rujak cingurnya tambah laris ya, Bu Nur. *serasa menjadi jimat.


Tuesday, August 11, 2009

Senarai Cinta di Dapur Bango

Ada Taburan Bumbu Cinta di Dapur Bango Cita Rasa Nusantara


Selalu ada yang menarik setiap kali Festival Jajanan Bango digelar, seperti yang dilaksanakan di lapangan Makodam Brawijaya, Sabtu 8 Agustus lalu. Tidak hanya puas mencicipi sajian makanan yang ada.

Namun kampanye Kekuatan Sepenuh Hati, diterapkan secara menyeluruh dalam Festival Jajanan Bango, mulai dari keunggulan resep warisan, bahan baku pilihan, cara masak otentik, penyajian tradisional.


Bahkan host Bango Cita Rasa Nusantara (BCRN), Surya Saputra seolah mengemas sebuah pesan, segala sesuatu dari hati dan penuh cinta akan membuat segalanya menjadi istimewa.


Di Festival Jajanan Bango Surabaya, Surya Saputra hadir. Tepatnya di Dapur Bango Cita Rasa Nusantara. Senyuman yang ramah seolah mampu meruntuhkan suhu panasnya kota Surabaya.


Kali ini, Surya sedang demo masak bersama koki Bango yaitu, SATE BUNTEL. Dan Surya, tidak sendiri karena selain ditemani koki, ada juga sang istri Chintya Lamusu.


Aduh, Mbak Chintya Lamusu cantik, pakai baju hijau tua. Warna yang identik dengan kecap bango, seperti T-Shirt yang dikenakan oleh Surya.


Saya yang melihat kemesraan keduanya, lha kok ikut tersipu-sipu. Mesam-mesem sendiri. “Hayo Mbak Mendol bayangin yang jorok-jorok ya….!” Kata Anton. Wah, kok jorok ya ? saya itu loh malah kagum sama keduanya, kok begitu serasi. Tatapan mata Surya begitu mesra ke istrinya, sesekali tangan Surya, diletakkan ke bahu sang istri….Aiih mesra banget.


Jadinya, acara masak sate buntel, saya kok malah bayangin adegan di film Ghost. Kalau Demi Moore, sama Patrick Swayze, asyik bermain tanah liat. Nah Surya sama Chintya, sibuk ngeramesi lemak kambing buat sate buntel. *Heheheh… maksa banget


Akhirnya racikan sate buntel telah siap, dan tinggal dibakar. Tak lama kemudian matang. Ketika melihat Surya asyik mencicipi sate buntel sambil dicocol dengan sambal kecap, tatapan Chintya tak pernah lepas.


“Hmm…. Enak, benar-benar nikmat !” ujar Surya sambil membalas tatapan mesra sang istri. Ah,kecap manis berpadu dengan bumbu cinta memang hebat efeknya.


Foto : by kajool

Wednesday, August 05, 2009

7 Ulekan Rp 25 Juta

Itulah pengakuan dari Bu Nur Aini. Wajar kalau saya ngiriiiiiii setengah mati.



Coba lihat sosok yang berada di tengah itu. Tersenyum renyah, pancaran mata berbinar bahagia.Namanya Bu Nur Aini, pemilik Rujak Cingur Sedati. Pertemuan saya pertama kali tiga tahun lalu, di lokasi FJB 2006. Setelah itu kami malah akrab. Sesekali kami sering telpon untuk menanyakan kabar. Tak ada perbedaan melihat sosoknya sekarang, tetep ramah sedikit meledak-ledak kalau berbicara. Cocok sama saya, yang kalau ngomong nyerocos kayak mercon heheheehe……Hingga di acara pre event FJB kami bertemu.


“Mbak Mandaaaaa…………. !” teriaknya.

Saya dipeluknya erat. Dicium pipi kanan dan kiri. Sebenarnya rada jengah juga dipeluk ditengah-tengah teman wartawan, soalnya kami berdua sama-sama suburnya. Dia menyeret saya di pojokkan.


“Mbak, kok nggak pernah main ke Sedati ? Mbok mampir ? “ berondongnya.

“Hehe.. maaf, belum sempat, Bu !” alasan.

“ Duh, Mbak. Gara-gara Bango saya bisa jalan-jalan ke Jakarta, Bandung, Medan !”

“ Pengalaman nambah, untungnya nambah, dooong ?”

“Allhamdulillah, kalau dihitung dua hari jualan di Jakarta, untungnya bisa buat beli sepeda motor gress…!”


Hah...Luarrrrrrrrr biasaaaaaaaaaa


Patutlah kalau dia sekarang menikmati, saya ingat bagaimana dia merintis harus bergulat dengan celaan saudara-saudaranya. “Masa, sarjana jualan Rujak Cingur !” demikian cacian yang diterimanya. Bu Nur bahkan sempat goyah dan hampir memilih jadi PNS. “Aku punya modal Rp 7 Juta, di saat yang sama ada orang nawarin aku jadi PNS. Tapi setelah tak pikir-pikir, lha kok nyimut…duit 7 juta aku kasih orang. Mending aku buat modal jualan rujak,” kenangnya.


Bertemu dengan sosok Bu Nur Aini menggoreskan kesan bagimana totalitas, ketekunan, keberanian adalah kunci kesuksesan. “Sekarang 7 kali ngulek, aku bisa dapat duit Rp 25 juta !”

(Saudara-saudara, cobek rujak Cingur versi Bu Nur Aini superrr besar. Untuk satu kali ulekan bumbu, bisa untuk 125 porsi. Lha Anda tinggal mengalikan saja ya, harganya seporsi Rp 15 ribu)


Ah sebuah support yang luar biasa, berbagi kisah, menimba ilmu dengan para pelaku pelestari makanan tradisional yang mulai dari bawah. Terima kasih Bu Aini- Rujak Cingur Sedati, Mbak Indah - Lontong Balap Pak Gendut, Cak Yudi - Bebek Cak Yudi, terima kasih buat Unilever –Kecap Bango, peduli dengan pedagang yang konsisten mengangkat makanan tradisional Indonesia.


Semoga usaha kecil yang sedang saya rintis KUPANG LONTONG TANJUNG PERAK, mampu ikut meramaikan FESTIVAL JAJANAN BANGO di masa mendatang.


Jangan Lupa Kawan !!!
Festival Jajanan Bango
Festival Kelezatan Sepenuh Hati
Acara digelar pada hari Sabtu 8 Agustus 2009
Lapangan Makodam Brawijaya. Jl Hayam Wuruk Surabaya. Arena dibuka 12.00 -22.00 Wib

Sunday, August 02, 2009

Akhirnya Datang Juga

Wah beruntungnya saya, ketemu Surya Saputra Host BCRN di Media gathering pre event Festival Jajanan Bango 2009 di resto Tamansari. Jl Taman Apsari.

Foto :Anton


Di acara preskon ini hadir pula Bu Nur Aini, pemilik rujak cingur Sedati. Mbak Memor, Mbak Novi, Atik, Ribut dari Unilever. Dan tentu ketua milis bango Mas Radit. Wah, dari awal acaranya memang rileks banget. Lha gimana nggak, baru datang sudah disuguhi makan. Enak-enak lagi. Ada gule kambing, sate kambing. Oseng-oseng kangkung telor puyuh, tahu tek, dan seabrek lauk yang bikin saya bolak-balik nambah.

Akhirnya berkumpul pula gerombolan si berat yang doyaaaaaan makan sambil ngerumpi, siapa lagi kalau bukan, si upi, bembenk, dita, anton, adhi, pino-JTV. Eh lagi asyik-asyik makan, lah kok tiba-tiba kami disamperin Surya Saputra, waduh orangnya ramah banget. Kita disalamin satu-satu, disapa. Habis itu mulailah bergosip.

Dita : “Oalaaaa, Dewi Sandra rugi…rugi !” *sambil kepedesan tahu tek.
Me : “ Lho ! kenapa ? *nggak konsen bingung motong daging gule.

Bembenk : : “ Iya…Mas Surya gantengggggggg !” *ini cowok, tapi paling nafsu lihat Surya.
Anton
: “ Tapi aku seneng ambek Dewi Sandra !” *mentang-mentang mirip ario bayu.

Bembenk : “ Iih..kalau Ike, tetep Mas Surya dong !” *yaelah cowok satu ini bener-bener disorientasi seksual.
Upi
: “Bembenkkkk ngilani……..!!!!”*nyiram pake air kobokan.

Usai makan, acara preskon pun dimulai. Mulai dari Mbak Memor, Surya dan Bu Nur Aini. Dan kali ini,saya benar-benar dikerjai Mbak Novi dan Mbak Memor. Saya tiba-tiba sudah disodorin mic, disuruh cerita soal pengalaman FJB tahun-tahun sebelumnya. Bukannya cerita, saya malah curhat.

“Saya, dipilih bos di desk kuliner dengan pertimbangan paling berbobot.Hikss, Ternyata ini malah seperti kutukan buat saya.Lha, tidak majalahnya saja makin berkembang, penulisnya bodinya juga makin ugal-ugalan.Hikss… kalau bukan karena saya mencintai bener pekerjaan ini, sudah saya tinggalkan profesi dan pindah jadi model !*Model baju hamil maksudnya. Hiksss.

Saya yang sudah berakting total, kayak orang teraniaya. Lha kok malah diketawain.

Mbak Novi saat melontarkan pertanyaan mengandung SARA

Mbak Novi : Hehe..he, boleh tahu, sekarang beratnya berapa ?


Eh tiba-tiba si Anton nyeletuk dari barisan belakang.
“Aku tahu mbak…..Dulu pas nimbang itu jarumnya muter terus nggak berhenti !”
Waksssss!!! SayurAsem Kacang Pajang, Sop Iwak Perkedel. Si Anton bener-bener pengen dipecel.


Jangan Lupa Kawan,
Festival Jajanan Bango
Festival Kelezatan Sepenuh Hati
Acara digelar pada hari Sabtu 8 Agustus 2009
Lapangan Makodam Brawijaya. Jl Hayam Wuruk Surabaya. Arena dibuka 12.00 Wib-22.00

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...