Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

Tour Sepenuh Hati

Bertemu komunitas bango mania, pakai caping, memilah biji kedelai dan berfoto dengan Surya. Endingnya, berburu makanan enak sampai klengerr.

Jurnalis Surabaya, bersama komandan Bango Mania (Mas Radit), dan Surya Saputra
foto : Anton
Selalu ada kejutan Festival Jajanan Bango setiap tahunnya. Jika tahun lalu hadir tumpeng raksasa. Tahun ini ada dua kejutan. Yang pertama hadirnya kampung Bango, dan rujak Bango yang dibagikan gratis kepada semua pengunjung.

Serunya, saya sama teman-teman jurnalis, malah asyik foto-fotoan sama Mas Radit, Kepala Suku Bango Mania. Juga giliran Surya Saputra lewat, langsung saja ditodong buat foto bersama.

Puas foto-foto, akhirnya mulai berburu makanan enak. Asli saya bingung mau makan apa dulu. Akhirnya nyobain Kupat Tahu Gempol. Saya pikir, Gempol – Pasuruan, ternyata Gempol yang satu ini asalnya dari Bandung. Saya kaget banget pas lihat ukuran taugenya, gendutbanget. Beda sama tauge/ cambah yang pernah saya tahu.
“Bu, taugenya kok gendut banget. Saya baru tahu…

Senarai Cinta di Dapur Bango

Ada Taburan Bumbu Cinta di Dapur Bango Cita Rasa Nusantara
Selalu ada yang menarik setiap kali Festival Jajanan Bango digelar, seperti yang dilaksanakan di lapangan Makodam Brawijaya, Sabtu 8 Agustus lalu. Tidak hanya puas mencicipi sajian makanan yang ada.
Namun kampanye Kekuatan Sepenuh Hati, diterapkan secara menyeluruh dalam Festival Jajanan Bango, mulai dari keunggulan resep warisan, bahan baku pilihan, cara masak otentik, penyajian tradisional.
Bahkan host Bango Cita Rasa Nusantara (BCRN), Surya Saputra seolah mengemas sebuah pesan, segala sesuatu dari hati dan penuh cinta akan membuat segalanya menjadi istimewa.
Di Festival Jajanan Bango Surabaya, Surya Saputra hadir. Tepatnya di Dapur Bango Cita Rasa Nusantara. Senyuman yang ramah seolah mampu meruntuhkan suhu panasnya kotaSurabaya.

Kali ini, Surya sedang demo masak bersama koki Bango yaitu, SATE BUNTEL. Dan Surya, tidak sendiri karena selain ditemani koki, ada juga sang istri Chintya Lamusu.

Aduh, Mbak Chintya Lamusu cantik, paka…

7 Ulekan Rp 25 Juta

Itulah pengakuan dari Bu Nur Aini. Wajar kalau saya ngiriiiiiii setengah mati.

Coba lihatsosok yangberada di tengah itu. Tersenyum renyah, pancaran mata berbinar bahagia.Namanya Bu Nur Aini, pemilik Rujak Cingur Sedati. Pertemuan saya pertama kali tiga tahun lalu, di lokasi FJB 2006. Setelah itu kami malah akrab. Sesekali kami sering telpon untuk menanyakan kabar. Tak ada perbedaan melihat sosoknya sekarang, tetep ramah sedikit meledak-ledak kalau berbicara. Cocok sama saya, yang kalau ngomong nyerocos kayak mercon heheheehe……Hingga di acara pre event FJB kami bertemu.

“Mbak Mandaaaaa…………. !” teriaknya.Saya dipeluknya erat. Dicium pipi kanan dan kiri. Sebenarnya rada jengah juga dipeluk ditengah-tengah teman wartawan, soalnya kami berdua sama-sama suburnya. Dia menyeret saya di pojokkan.
“Mbak, kok nggak pernah main ke Sedati ? Mbok mampir ? “ berondongnya.“Hehe.. maaf, belum sempat, Bu !” alasan.“ Duh, Mbak. Gara-gara Bango saya bisa jalan-jalan ke Jakarta, Bandung, Medan !”“ Pengalam…

Akhirnya Datang Juga

Wah beruntungnya saya, ketemu Surya Saputra Host BCRN di Media gathering pre event Festival Jajanan Bango 2009 di resto Tamansari. Jl Taman Apsari.

Foto :Anton


Di acara preskon ini hadir pula Bu Nur Aini, pemilik rujak cingur Sedati. Mbak Memor, Mbak Novi, Atik, Ribut dari Unilever. Dan tentu ketua milis bango Mas Radit. Wah, dari awal acaranya memang rileks banget. Lha gimana nggak, baru datang sudah disuguhi makan. Enak-enak lagi. Ada gule kambing, sate kambing. Oseng-oseng kangkung telor puyuh, tahu tek, dan seabrek lauk yang bikin saya bolak-balik nambah.

Akhirnya berkumpul pula gerombolan si berat yang doyaaaaaan makan sambil ngerumpi, siapa lagi kalau bukan, si upi, bembenk, dita, anton, adhi, pino-JTV. Eh lagi asyik-asyik makan, lah kok tiba-tiba kami disamperin Surya Saputra, waduh orangnya ramah banget. Kita disalamin satu-satu, disapa. Habis itu mulailah bergosip.

Dita : “Oalaaaa, Dewi Sandra rugi…rugi !” *sambil kepedesan tahu tek.
Me : “ Lho ! kenapa ? *nggak konsen bin…