Skip to main content

Nasi Goreng Kejarlah Daku

“Aku nomor tujuh. Berarti kamu habis aku, ton !”

Sebentar… ini bukan antri BLT yang memakan banyak korban karena uyek-uyekan. Saya dan anton bersama 28 orang lainnya sedang antri Nagore. Makanan apa tuh ? pasti heran ya…dan baru dengar.

Siang itu pukul 12 siang. Teng..!! Jam makan siang…Tong-tong *yang ini suara perut. Kantor saya kedatangan mobil APV. Tapi mobilnya unik, soalnya ada tulisan Nagore. Anton sudah teriak-teriak manggil saya.

“Mbak Mendol....cepet sinio, ada tester gratis untuk 30 orang pertama !” kata Anton. Saya yang sedang ambil ransum makan siang, mendengar ada tester gratis langsung mencolot. Dan menghempaskan ransum makan siang yang isinya sayur bening, dadar jagung dan tempe goreng. Saya mlencing, dan ikut berbaur dengan antrian. Setelah ndusel sana-sini, dan nunjekin temen-temen yang bodinya garing, saya dapat nomor TUJUH.


Jadi Mobile APV, yang telah dimodifikasi ini adalah PKE (Pedagang kaki empat), embuh yo julukannya buat mobil yang dibuat jualan. Dalamnya, unik. Bagasinya diisi sama kompor. Tengahnya ada kulkas. Total ada 4 orang yang mengoperasikan. Satu yang nyetir, satu yang nyiapin bahan dan dua orang yang masak.

Aksi masak dua orang ini bisa dilihat langsung. Mulai ngambil bumbu, ngon
gso, ngasih sayur..sampai sim salabim jadi Nasi Goreng. Memang sih, nggak terlalu dominan soalnya ketutup sama bokongnya mas-mas yang asik masak. Meski tersedia buku menu, tapi menu yang dijual CUMAN SATU.. iya…menunya Nasi Goreng Original..tok tilll. Nggak bisa milih-milih yang lain.

“Ya kita ingin menguatkan brand dulu, jadi cuman nasi goreng !” kata Mas Andre, ownernya. Yupp…karena tidak ada pilihan, ya saya bersama ke 29 pengantri. Ndak rewel pilih-pilih menu. Masaknya cepat, srang-sreng… minyaknya panas, harumnya kemana-mana.

Saya ndak sabar dan pengen nyalip antrian, tapi nggak wani…lha 5 antrian pertama, yang antri para bos hihihii…..
Akhirnya, tiba giliran saya. Aduh kayak dapat emas sak glangsing. Itu nasi goreng saya cium-cium dulu. Saya pandangi, tapi ndak bisa langsung saya makan. “Mbak..difoto sek, sabar tah !” kata Anton.



Ternyata, yang disebut nasi goreng original ini adalah nasi goreng Jowo. Ada kecambah, sawi, potongan daging ayam plus satu telor ceplok. Rasanya… hmm. Mungkin karena masih percobaan, nurut saya rasanya masih kurang sipp. Kurang asin, dan bumbunya kurang terasa. Satu masukan, buat Nagore mungkin telornya jangan sekedar telor ceplok.
Mungkin dimodif dikit, diberi campuran bumbu, potongan daun prei, khan sedep tuh. Trus,nasi gorengnya kalau ditambah taburan bawang goreng, acar dan cabe pasti lebih mantep.

Anyway.. Saya salut lho sama konsep Nagore, yaitu Eat and Go. Jadi tidak mangkal di satu tempat. Modelnya nomaden. Bisa mangkal dimana saja. Dan waktunya juga tidak tentu. Bisa di kampus, pertokoan, atau di kantor-kantor. Konsep ini kayaknya jitu juga untuk mengecoh Satpol PP…kalau mau digerebek..yo tinggal manchal kopling aee…...

Nagore
www.nagore.co.id (katanya segera di launching)
Foto : Anton

Comments

  1. duh marai ngiler...

    ReplyDelete
  2. liat gambare... have a great 'quickie'?!

    ReplyDelete
  3. hehehehehe....tiwas sikut kanan sikut kiri ternyata bumbunya ndak mantab ya ndol?
    kritik terus ndol ben kwalitas nya naek..dan bisa top markotop

    ReplyDelete
  4. maklum mbak kl blm maknyus, namanya ja masih baru, apalagi yg masak mas2. katanya kelezatan masakan itu tergantung tangannya, kadang bila pake bumbu seadanya juga bisa enak banget kl tangannya mmg 'tapak tangan' (kata mbah putri saya dulu), mgkn artinya bawaan pinter masak.

    ReplyDelete
  5. hihihi lucu bgt ya perjuangan mendapatkan nasi goreng nya...sikut-sikutan ama pengantri lain.
    iya sih, nasgor nya minim aksesoris tambahan.kalo pk acar ama krupuk kyk nya lebih nendang tuh.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rejekine Wong Lemu

Memory Gubeng Pojok

Kisah Cinta Sharukhan dan Spring Bed


Tempat makan lawas, dengan harga ramah di kantong ini salah satunya, Gubeng Pojok. Saya punya memori indah dengan depot satu ini. Ya masa-masa jaman pacaran sama my sharukhan, masa-masa habis nonton bioskop di Mitra, dah gitu kelaparan nyari makan. Ke sini tempatnya. Alasannya, murah bangets, masuklah buat my sharukhan yang pacarnya sekali makan bisa 2-3 piring…hihihi

Seporsinya dulu cuman Rp 8 ribu-an, ngga beratlah kalau saya nambah 2 kali, masih masuk akal. Hihihi..
Tidak ada yang berubah di gubeng pojok, kursi meja suasananya tetep. Yang berubah harganya. Sekarang sudah Rp 11.000,- tapi masih murah seh nurut saya. 


Dari dulu sampai sekarang my sharukhan seleranya tetep. Krengsengan, sama jeruk anget. Wis!. Kalau saya juga tetep, kare ayam, nasi goreng, rawon. Maksutnya habis makan rawon, nambah nasi goreng, kadang kare ayam. Ya maksutnya pancetnya nambah 2 sampai 3 piring getoooo.


Pilihan kita duduk di pojokan, sambil mengenang masa pacaran…cieee c…

Makan Enak, Nyantai di Hotel Berbintang dengan Pemandangan Indah Luar Biasa

Yuks, bro and sis.. tandai kalender kalian, buat bisa berlibur ke sini. Pesan online bayar mudah Pake Traveloka aja, pesan tiket pesawat, booking hotel, perjalanan, traveling. ... Ngga pake mumet, cukup satu ketukan, pembayaran beres….duh, senangnya.

 Bali yang indah seakan tak ada satukata yang bisa melukiskan keindahannya. Bali yang memesona membuat wisatawan selalu datang kembali untuk menikmati pesonanya. Bali yang menawan membuat siapapun akan datang dan membuktikan sendiri cantik dan mengagumkannya sebuah pulau kecil di timur Indonesia ini.
Salah satu keindahan alam yang menjadi magnet wisatawan adalah Pantai Nusa Dua yang berada di ujung selatan Pulau Dewata ini. Pantai ini dikenal dengan pantai terbersih dan cukup nyaman karena tidak secrowded Pantai Kuta. Juga tidak seeksklusif Pantai Seminyak yang memiliki berbagai macam resor dengan harga fantastis.
Di Pantai Nusa Dua ini kamu bisa memilih Grand Nikkosebagai penginapan di Bali. Lokasinya berada di Jl. Nusa Dua Selatan, Benoa, …