Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Degan Bakar

Irisan kelapa muda berpadu dengan racikan rempah. Rasanya segar, khasiatnya luarrr… biasa.

foto : Anton
Sajian unik ini dapat ditemui di kawasan jalan Semarang, para penjual es degan menawarkan racikan baru yaitu degan bakar.Bahan utamanya, yaitu kelapa muda yang segar dan baru. Kelapa ini lalu kemudian dimasukkan ke dalam tong.
Pembakaran ini menggunakan kayu dan sisa ampas kelapa. Kelapa muda yang telah dibakar ini lalu diambil airnya. Campuran ramuan rempah-rempah terdiri dari jinten, laos, jahe merah, pinang dan lada hitam.
Rempah-rempah yang berbentuk bubuk ini lalu dicampur dengan madu.
Tahap selanjutnya, lalu air degan dan daging buahnya yang sudah dikeruk, dituang.
Paduan rempah dan air degan ini langsung menebarkanharum jamu terutama lada hitam yang beraroma tajam.
Anton yang badannya lagi greges penasaran mo nyobain. Setelah menuang ke piring kecil. Lalu disruput pelan-pelan. “ Rasanya hangetttttttt !” kata Anton, niruin gaya Budi Anduk.

Melihat saya nggak tertarik untuk mencici…

Maling Kupang

Saya kemalingan. Tapi malingnya sempet nitip Rp 20 ribu.


Masih ingat dong, kalau saya jualan kupang lontong di rumah. Saya kena apes. Baru buka sudah kemalingan. Waktu itu saya lagi ngocekin brambang di ruang tamu.

Pas di dapur, simbok saya ini denger ada sepeda motor berhenti di depan. Ternyata ada anak muda, memakai helm teropong, naik motor. Helmnya nggak dilepas, dan mesin sepeda motornya dibiarkan nyala.

“Mau beli apa, Mas ?!”
“Mo beli kupang lontong, satu. Dibungkus !”

Setelah pesanan selesai. Pembeli ini mengulurkan uang Rp 20 ribu.

“Waduh belum dapat pengelaris, Mas. Uang Pas aja !”
“Ngga ada Bu, cuman itu !” katanya.

Akhirnya simbok lari ke dalam, untuk nyari uang kembalian. Nah Pas keluar…. *nahan nafas. Lho, kok si pembelinya sudah nggak ada. Herannya lagi, bungkusan kupang lontongnya juga tidak dibawa. Semenit kemudian simbok saya menyadari kalau tabung gas elpiji yang warna hijau dangdut itu sudah Tidak ada.

“Mbak Mendollllllll….. tabung gasnya ilanggggggg !” teriak histeriss…

Banana King

Nama restonya Banana King. Tapi, saya justru paling suka Potato Shellnya.

Seperti namanya, Di Banana King, pisang bisa menjadi aneka hidangan istimewa. Resto yang berlokasi di jalan Raya Darmo Permai ini sungguh kreatif menyajikan olahan pisang, menjadi menu yang luar biasa, memiliki citarasa nikmat dengan tampilan yang sedap dipandang mata.

Menu spesialnya antara lain, Banana Ball,Banana Pearl Roll, Banana Spry Roll, Deep Fried Banana, Grilled Banana. Salah satu sajian yang patut dicoba karena menjadi favorit pengunjung adalah Grill Banana, yaitu pisang bakar, lalu disiram gula merah yang sudah dicampur dengan buah durian.

Anton nggak sempet motoin nih Grill Banana, soalnya sudah keburu dimakan. Soalnya saya khan melihara anaconda di perut. Hehehehe....

Saya pun ganti menikmati, menu andalan, yaitu Chicken Parmiaga, kelezatan olahan dari bagian dada ayam dibalut tepung dengan taburan keju mozarela yang melted di atasnya.Wiiihhh.... gawat surawat rasanya, kalau nggak diingetin anton,…

Tahu Campur Mbak Yati

Ini catatan sewaktu saya masih dipimpin bos saya yang satu ini. Setiap penugasan, Bos ini selalu bilang, “pokok'e kudu isok !”bahkan jatah liputan di tiga kota, Gresik, Lamongan, Tuban harus selesai dalam sehari demi efisiensi waktu dan bugdet.

-------
“Siap bos, selama dana buat liputan lancar, aku budal !” tantang saya.

“ Kalo liputan nggak pake acara makan-makan , bisa nggak !” katanya balik menantang.

“ Lho, gimana seh ! Wong nulis makanan nggak pake incip-incip, bos!” *emosi

“Itu loh susahnya, kamu incip-incip aja bisa dua piring. Kalau ada tiga kota, ada 12 tempat makan yang diliput..wah bisa mbledoss awakmu !”

Saya tersanjung…ternyata bos saya prihatin eh perhatian.

“Tenang bos…demi tugas mulia ini, aku siap berkorban. Ini adalah pengabdianku sebagai jurnalis kuliner sejati. Tak surut diterjang kolesterol !” *bergaya ala Bangsawan Kaya Lemak.

Foto : Anton
Setelah mengantongi restu dan sangu. Saya, Anton, dan Pak Say berangkat pagi uthuk-uthuk. Ada beberapa tempat yang kami singg…

Sate Klopo Megelno

Tempatnya sama, yang dijual pun sama. Tapi saya kapok kalau beli yang malam hari.



Sate Klopo Ondomohen memang sudah terkenal di Suroboyo. Kalau biasanya saya menyantap sate ini pagi hari, malam-malam saya kepingindan mampir ke sini.Pas datang , saya agak kaget juga, karena penjualnya beda bukan Bu Asih yang kerap saya temui di pagi hari. Penasaran, saya tanya sama tukang parkirnya.
“Pak, ini sama yang pagi orangnya sama nggak ?”“Oh beda, mbak. Kalau pagi Bu Asih, kalau malam yang jualorang lain!”
Ya sudahlah, akhirnya saya pesan juga. Pesanan datang, tampilannya sedikit beda dengan sate klopo Bu Asih yang pagi hari. Potongannya sedikit lebih langsing. Saya pun mengutak-atik sedikit. Ternyata bumbu kacangnya sedikit sekali. Kalau tidak salah, pas meracik tadi dia hanya memberi satu sendok dan ditambah kecap.
Saya pun makan dengan lahap, sayangnya sate sama nasi saya masih banyak, bumbunya sudah habis. Saya pun minta tambah.
“Bu, nambah bumbune, nggih !” Suerr pas mengucapkan ini intonasi s…

Kupang Lontong Tanjung Perak 2

Atas permintaan tetangga, akhirnya saya jualan kupang lontong di rumah. Lupakan tentang meja besar, tenda, etalase bening, meja dan tempat duduk. Saya nggak punya modal untuk menyiapkan itu. Lalu apa berarti nyerah ?Nggah ah, hajar bleh !!!
foto : Anton

Saya jualan di halaman rumah, ambil meja dapur sim salabim sulap jadi meja buat jualan. Nggak ada tempat duduk, kalau mau makan di tempat, tinggal duduk di buk di depan rumah. Nggak ada tenda, no problem, teduhnya pohon mangga menjadi atapnya. Bener-bener bernuansa out doorhehhehee…..
Dengan hanya bermodal dengkul, bener-bener nggak punya apa-apa modal neh, akhirnya sudah hampir sebulan saya jualan di rumah. Ternyata ini membahagiakan banyak orang. Beneran, lho. Pertama,Tetangga saya donk, soalnya saya konsisten berjualan pukul 6 pagi, di saat ibu-ibu pada bingung nyari sarapan, dari pada repot belanja mending beli. Senengnya lagi, di rumah saya jualannya macem-macem, ada Lontong Mie, Lontong Balap, Lontong Kupang, minumnya ada es degan …

Rawon Tujuh Rupa

Dunia kuliner memang kaya Inovasi bahkan bisa menaikkan sajian lokal ke kelas yang lebih tinggi. Rawon aja, bisa tampil tujuh rupa.

foto : Anton

Saya terkesan bener, dengan pelaku kuliner yang mampu menghasikan makanan kreatif. Seperti menu rawon. Rawon…yeah blacksoup from east Java. Kuahnya hitam pekat, buat sebagian orang mungkin rada aneh. Itu awalnya….. coba kalau sudah makan. Wuahh….Miyabi lewat aja, bisa dicuekin.

Warna hitamnya eksotik, lho. Soalnya bukan karena kecap yang warnanya lebih pekat, atau pake petis udang. Tapi pake kluwek. Bentuknya kayak kerikil jaman prasejarah. Kalau beli, mesti digoyang-goyang, mungkin dulunya kluwek ini punya kebiasaan dugem. Hihihihi….

Ternyata olahan rawon tidak selalu menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya. Singgasana resto, mengolah hidangan khas Jawa Timur ini menjadi banyak pilihan yang dijamin bisa memuaskan selera. Rawon ala Singgasana ini memberikan tampilan berbeda. Dengan kuah yang sama, tapi bisa memilih isian yang berbeda.

Ada…

Lontong Banyu Urip

Brader, jangan pandang sebelah mata Lontong ! Tanpa lontong, maka tebak-tebakan, bahasa Inggrisnya, nasi panjang nggak akan pernah ada.



Foto : anton

Lontong mungkin sama pentingnya dengan nasi. Kalau dipikir, tanpa lontong, maka tidak banyak makanan tradisional tercipta. Sebut saja,gado-gado, lontong balap, lontong kupang,rujak cingur, lontong mie, lontong kikil, lontong lodeh, lontong sayur, lontong cap gomeh dan banyak makanan lain yang menggunakan lontong di dalamnya.
Pernahkah terbersit rasa penasaran, dari manakah lontong se-antero Surabaya berasal ? Rasa penasaran inilah yang membawa saya dan Anton, ke sebuah kampung kecil di daerah Banyu Urip. Yah, di sinilah sebuah kampung di Surabaya,yang warganya mengeluti usaha pembuatan lontong sejak dari leluhur mereka.

Sebuah gang kecil, tepatnya di Banyu Urip gang II, adalah gerbang utama untuk bisa masuk ke kampung lontong. Perkampungan nan padat hanya bisa dilalui sepeda roda dua, itu pun tidak boleh dikendarai, karena ada himbauan untu…

GSM Versi Becak

GSM yang satu ini sinyalnya padat dan banyak lemak.
Sebagai satu-satunya perempuan di jajaran redaksi. Saya mesti legowo kalo jadi bahan ketawaan. Memang, secara gender saya minoritas, tapi soal bobot tubuh saya mayoritas (baca: paling lemu).

Ya..ya.. gara-gara urusan fisik ini, saya jadi punya banyak julukan.Saya nggak marah, lha memang kenyataannya gethu. Sabar…sabar….*sambil mbalang boto.
Ndlalalah, minggu lalu pas rapat, lha kok teman-temannggakmbahas soal perencanaan edisi selanjutnya, malah tega ngerasani saya terang-terangan. Yaitu Enchus dan Anton

Chus :Mendol itu ibaratSTNK Anton : Wadoh opo iku ? Chus : Setengah Tuwek Namun Kenceng .. !!!Hehehehe...cengengesan kabeh.

Anton : Eh, Ada lagi. Mbak Mendol iku Setu LegiChus :Wah..opoiku ?Anton : Setengah Tuwek Lemu Ginuk-Ginuk ..hihihii !!!
*Grhhhh…..Kurang Ajarrrrrrrr !* Nyumpel Anton pake gajih
Penyiar Becak Ter..Ter..yang ndak mbois blasss. Wakakaka....

Nah puncaknya pas House ofSampoerna ultah tanggal 10 Oktober, tiba-tiba ketemu …

Oleh-oleh Bogem

Saya kagum luar biasa, di tangan seorang petani magrove. Bogem bisa diolah menjadi sirup, jenang dan kerupuk.

Begitu tahu kalau tujuan liputan saya ke Pantai Timur Surabaya, saya sudah aras-arasen. Karena cuaca benar-benar panas. Apalagi lokasinya lumayan jauh. Membayangkan saya naik sepeda motor panas-panas di terik matahari. Bisa-bisa saya nanti garing kayak keripik rambak. Sama seperti saya, Anton si fotografer juga sama ogah-ogahan. Apalagi kalau harus membonceng gajah duduk. Bisa jadi peleg ban motornya jadi kocak nggak karuan.
Tapi saya bersyukur, tugas kali ini ditemani Pak Syaiful. Yang artinya dapat fasilitas bawa mobil kantor. Hueueueue…keren ! Suwun yo..Pak Say..

Perjalanan ini mengantarkan saya bertemu sosok Pak Soni. Pimpinan Kelompok Tani Mangrove Wonorejo-Rungkut Surabaya. Sosok yang sangat sederhana, tapi suka membagi ilmu kepada siapa saja. Orang yang tak pernah kehabisan ide untuk memanfaatkan hasil hutan magrove, pohon pantai yang dianggap tidak memiliki manfaat apa-a…