Skip to main content

Ayam Obesitas

Ini bukan varian baru dari unggas. Bukan juga, ayam yang overweight karena kebanyakan makan junk food.


Foto : Anton

Sebutan ini muncul, gara-gara teman saya si Bembenk yang menjuluki Kalkun Panggang yang segede gajah. “Ndol, kamu saingan neh sama kalkun, sama-sama Obesitas !” kata Bembenk tanpa rasa bersalah. Ck..ck… benar-benar to the point kalau ngatain diriku. *Nelangsa.

Kalkun panggang memang menu istimewa merayakan Natal. Saya beruntung bisa diundang Surabaya Plaza Hotel dan Somerset menikmati Christmas Set Menu, yang terdiri salad, sup, dessert dan roasted Turkey.

Untuk mengolahnya kata Rudi Witjaksono, Executive Chef dari Hotel Somerset. Tidak terlalu ribet. Jadi kalkun yang akan dipanggang diberi bumbu lada, garam dan mustard. Nah,bagian belakang kalkun lalu disumpel sama potongan wortel, prei, bombay, thyme, rosemary. Dipanggang dalam suhu 180derajat, dan dimasak selama 3 jam.

“Kalau nggak punya kalkun, bikin sama daging ayam saja,” sarannya. Berat rata-rata satu ekor kalkun 6 kilogram. 1 kilogramnya harganya Rp 60 ribu. Weleh jadi satu ekor mentahnya saja sudah Rp 360 ribu.

Wujud kalkun memang tidak pernah menyertakan kepala dan ceker. Saya jadi penasaran. Hmm..dikemanain, chef ?

Ternyata leher kalkun yang jenjang itu dibuat kaldu untuk sup. Pas giliran menyantap, daging kalkun ini diiris tipis lalu disiram saos cranberry. Disajikan dengan kentang tumbuk. Ya ampun… dagingnya empuk banget.

Seratnya lembut. Kalah dah daging ayam. Cocok sama saos Cranberrynya yang manis ada asemnnya dikit. Sukaaaa bangets. Menu ini tentu barang “Wah” . Soalnya saya belum pernah makan ayam obesitas. Pas menikmati ayam yang gemuk nan montok, kok jadi ingat Mr Bean yach. …Iya ingat adegan kepala Mr Bean dimakan sama kalkun..heheheh. Iseng-iseng saya ngintip bagian belakang kalkun.

“Ngapain, kamu ngintip bokongnya kalkun, Ndol ?”

“Hehehe….Penasaran, siapa tahu ketemu jam tangannya Mr bean !”

Kafe Terakota

Somerset Surabaya. Jl Raya Kupang Indah.

Comments

  1. bisa habis satu ayam itu?
    wekekekek

    ReplyDelete
  2. wah jeruk makan jeruk dong? :d

    ReplyDelete
  3. aku rung tau mangan kalkun, yokopo rasane? jarene sing wes tau, luweh gurih daginge ayam biasa. bener tah?

    tapi nek urusan unggas2an, cangkem suroboyoku iki paling oye mangan sego bebek, hehe :D

    hedop bebek! kwek!

    ReplyDelete
  4. jangan sedih Mbak Manda, masa disamain sama kalkun, lha wong masih menang sampeyan, ya? bener ya?

    ReplyDelete
  5. aq tunggu yahhh kiriman kalkunnya...... hihihi.......

    ReplyDelete
  6. wa...
    wareg paling mangan sakmono

    ReplyDelete
  7. @Herru : telak mas.. telak! heuheheheh...

    duhh.. sampe skrg blom kesampean makan kalkun rek..
    *wis makan bebek ae!*

    ReplyDelete
  8. Ditempatku banyak banget tersedia daging2 ayam kalkun gini .. tapi kita kurang suka daging ayam kalkun. Mungkin kalo yang masak Rudy Witjaksono akan lebih nyammmi ya ...

    ReplyDelete
  9. kalo porsi kalkun segitu pasti pas lah buat mbak Manda..hehehe..*ampun mbak..bcanda ding..*

    Hmm..lum pernah mam kalkun..

    ReplyDelete
  10. Mbak Dena, Herru, Jie, Cempluk :
    NGGAKKKKKKK SOPANNNNNNNNNNNNN !!!! Aseeeeeeeemmmm

    ReplyDelete
  11. huahahahahahaha...... hobi kok ngintip bagian "itu"? wah bahaya nih...

    ReplyDelete
  12. tapi saya yakin masih enakan ayam kampus [yang] obesitas

    ReplyDelete
  13. hihihi buatku ayam jauh lebih enak dari pada kalkun.....(soalnya kalkun disini ampyunnnn gedenya) dan klo menurut saya baunya khas buanget, tiap New Year, X-mas, Thx giving, sajiannya pasti kalkun....

    jadi too much lah yaw (hihihi)
    pa kabar jng mendol?

    ReplyDelete
  14. hahahahaha, kok podo seh kalo liat kalkun pasti ingetnya ma Mr. Bean

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rejekine Wong Lemu

Memory Gubeng Pojok

Kisah Cinta Sharukhan dan Spring Bed


Tempat makan lawas, dengan harga ramah di kantong ini salah satunya, Gubeng Pojok. Saya punya memori indah dengan depot satu ini. Ya masa-masa jaman pacaran sama my sharukhan, masa-masa habis nonton bioskop di Mitra, dah gitu kelaparan nyari makan. Ke sini tempatnya. Alasannya, murah bangets, masuklah buat my sharukhan yang pacarnya sekali makan bisa 2-3 piring…hihihi

Seporsinya dulu cuman Rp 8 ribu-an, ngga beratlah kalau saya nambah 2 kali, masih masuk akal. Hihihi..
Tidak ada yang berubah di gubeng pojok, kursi meja suasananya tetep. Yang berubah harganya. Sekarang sudah Rp 11.000,- tapi masih murah seh nurut saya. 


Dari dulu sampai sekarang my sharukhan seleranya tetep. Krengsengan, sama jeruk anget. Wis!. Kalau saya juga tetep, kare ayam, nasi goreng, rawon. Maksutnya habis makan rawon, nambah nasi goreng, kadang kare ayam. Ya maksutnya pancetnya nambah 2 sampai 3 piring getoooo.


Pilihan kita duduk di pojokan, sambil mengenang masa pacaran…cieee c…

Makan Enak, Nyantai di Hotel Berbintang dengan Pemandangan Indah Luar Biasa

Yuks, bro and sis.. tandai kalender kalian, buat bisa berlibur ke sini. Pesan online bayar mudah Pake Traveloka aja, pesan tiket pesawat, booking hotel, perjalanan, traveling. ... Ngga pake mumet, cukup satu ketukan, pembayaran beres….duh, senangnya.

 Bali yang indah seakan tak ada satukata yang bisa melukiskan keindahannya. Bali yang memesona membuat wisatawan selalu datang kembali untuk menikmati pesonanya. Bali yang menawan membuat siapapun akan datang dan membuktikan sendiri cantik dan mengagumkannya sebuah pulau kecil di timur Indonesia ini.
Salah satu keindahan alam yang menjadi magnet wisatawan adalah Pantai Nusa Dua yang berada di ujung selatan Pulau Dewata ini. Pantai ini dikenal dengan pantai terbersih dan cukup nyaman karena tidak secrowded Pantai Kuta. Juga tidak seeksklusif Pantai Seminyak yang memiliki berbagai macam resor dengan harga fantastis.
Di Pantai Nusa Dua ini kamu bisa memilih Grand Nikkosebagai penginapan di Bali. Lokasinya berada di Jl. Nusa Dua Selatan, Benoa, …