Thursday, October 09, 2008

Gorengan Curhat

Penjual gorengan yang satu ini kelewat ramah, bahkan menganggap saya sebagai soulmatenya.

ote-ote

Ada kebiasan di kantor saya, kalau sore bantingan buat beli gorengan mulai pisang, ote-ote, tahu isi, onde-onde, dan lumpia. Kalau bagian nagih, itu bagian saya, soalnya, kalau nggak mau ikut urunan, langsung saya keprek mejanya sudah pada keder. *nagih sama bawa clurit

Dan sebaliknya, bagi mereka yang nggak ikut bantingan, jangan harap kebagian gorengan. Saya, dengan tegas-tegas akan merebut gorengan, meski sudah digigit sekalipun. Hehehehe…..

Kami punya langganan gorengan lokasinya di pinggir jalan di Pasar Pakis, Gorengannya gede-gede, harganya cuman Rp 750.

Kalau Anda ke sini, harus punya kuping tebel, soalnya Bu Penjual ini selalu curhat kepada semua pembeli, mulai pisang yang sulit dicari, harga minyak dan tepung yang naik, anaknya yang minta duit mulu buat beli voucher, sampai kantung kresek yang harus didobel tiga, gara-gara kelewat tipis.

Ibarat kaset yang direwind,..empat kali datang ke sini dijamin empat kali juga Anda mendengar curhatan yang sama. Pas giliran beli, iseng- iseng saya godain.

“Bu, beli gorengan 10 ribu, tapi nggak pake curhat !”

“Oalaaa mbak, hari gene, sulit nyari pisang, minyak sama tepung naik, anak minta voucher terus, jualan nggak ada untung gara-gara tas kresek jebol terus. Sekarang sampeyan beli cuman 10 ribu, saya kok nggak boleh curhat !”


“Hadoooohhh….Ampun Bu !” *dilempar sothil.

------------------------------
Postingan Mendatang :
Saya mau bikin list Tempat Makan Nggak OK di Surabaya. Tunggu ya…

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...