Thursday, July 31, 2008

Sate Kalap


Saya lagi ketiban undangan untuk menikmati 63 macam sate di JW Marriott.

Wah, penasaran pastinya. Tapi, sayangnya fotografer saya, si Anton, lagi sakit. Waduh, ini berarti saya harus moto sendiri. Yang jelas saya nggak pede, maklum kamera pocket saya meski digital tapi keluaran lawas.

Si Zainal, temen dari detiksurabaya.com, sudah lirak-lirik ke arah tangan saya yang umek sama kamera.
“Oalaaaa..mbak, kamera jaman opo iki ?” kata si Zainal

Wahhhhh….asli pengen nyambit Zainal sama gelas. Tapi, pertanyaannya serius, wajahnya juga nggak ada ekspresi menghina. Dengan bijak saya menjawab,

Eh, jangan menghina ya… dijamannya, ini kamera paling canggih lho !”
Setelah saya jawab, si Zainal ini langsung buru-buru menyerahkan kamera itu ke saya.
“Ini mbak, aku takut kena kutukan !” katanya sambil ngibrit, takut saya sumpahin.


Karena nggak Pede melihat peralatan foto mereka yang canggih, akhirnya saya dengan sabar menunggu mereka selesai jeprat-jepret. Giliran saya maju, sudah diprotes. “Ndol, jauh-jauh sana. Nggak pantes jadi tukang foto. Lah badanmu nutupi kabeh… opo sing isok difoto !” . Huh..asli muangkell polll.

Akhirnya, saya membawa piring berisi 10 macam sate itu ke pojok. Ternyata, gerak-gerik saya diperhatikan oleh si Djoko, fotografer usil dari Surabaya Pagi.

“Rekkk….satenya mau dihabisin sama Mendollll !”
Haduh, asem ! Semua pada memandang saya dengan tatapan curiga.
“Sumpah…nggak, aku cuman mau moto kok, mau nyari tempat yang terang !” kata saya.

Belum selesai menjawab, Mamad si Somad yang bapaknya jualan Tomat malah nyeletuk, “awas ya…sampai kurang satenya, kalau habis moto !” ancem Mamad.

Huh…pengen rasanya jhitak si Mamad, fotografer dari Harian Surya ini. Lha, badannya ceking, rambutnya keriting, kok berani-berani ngancem KEBO kayak saya ini .
“Eh, Mad. Awas yooo…tak rebonding ntar rambutmu. Kapok koen !” Eh, ancaman saya ini malah berbuah cekikikan ….


Sesi foto taking ini, lumayan lama. Maklum yang difoto ada 63 jenis sate. Temen fotografer, masih rebutan ambil angle yang bagus.
Saya i
lfill, akhirnya duduk mojok sambil ditemani es ice cream, sepiring gado-gado, dan piring kecil berisi opera cake, cream cheese, dan stick keju.
“Ndol…ojo nesu tah. Mosok gara-gara digoda gitu, trus muthung, nggak moto !” kata Ki Djoko Gendeng.

Sebenernya saya sudah nggak mau memperdulikan mereka, tapi tangan, sama kuncir rambut saya ditarik-tarik. Nggak betah akhirnya saya teriak.

“Hoii…denger ya, aku nggak nesuuuuuu. Tapi kalian menghilangkan nafsu makanku….!


Saking emosinya setelah itu, saya pun menghabiskan 5 tusuk sate lilit, 5 tusuk sate ayam Ponorogo, 4 tusuk sate kerang, 3 tusuk sate puyuh, 2 tusuk sate usus dan 3 tusuk sate daging kelapa. Plus dua porsi nasi putih hangat. Hikss… bener-bener kalap.

Teman-teman, maaf jika jarang berkunjung, sedang kontemplasi.

Lactogrow Happy Wonderland ; Taman Bermain Impian

Happy bangets, pas ada undangan …. “Ajak anaknya ya….”  Wah, sudah kebayang wajah Si Mala, yang pasti sumringah. Undangan ini da...