Friday, December 28, 2007

Kaliandra, Aku Akan Kembali


Di sini saya diberi ramuan untuk melangsingkan tubuh. Berhasilkah …

Undangan Pers Gathering dari hotel Somerset Surabaya, kali ini betul-betul istimewa. Para jurnalis Surabaya diajak outbond ke Kaliandra. Sebelum berangkat, semua diharuskan mengenakan T-Shirt dari hotel Somerset. Waduh saya sudah mati-matian menolak. Maklum saja, saya khan Big…Big... Girls in The Big..Big World. Tapi pihak panitia, tetap memaksa. Apa boleh buat, saya pun mengenakan kaos yang membuat saya mirip “lontong meledak” Duarrrrr……!!!! Grhhh……

Berkunjung ke Kaliandra, akan disajikan minuman dari tanaman organik yang baik untuk kesehatan.Seperti Semanggi Gunung, Rosela, Mint, Pecut Kuda, Rosemary dan Sereh dijadikan minuman herbal. Untuk yang langsung dikonsumsi, cukup diseduh langsung dengan air hangat. Agar bertambah nikmat, ditambahkan perasaan jeruk nipis dan sedikit madu.


Beragam
tumbuhan segar yang diseduh air panas ini, rasanya memang hambar.
Tapi, khasiatnya sangat besar.

Semanggi Gunung dicampur perasan jeruk nipis manjur untuk Peredam Panas.
Menurunkan Kadar Gula ; Tiga kuntum rosela segar
dise
duh air panas. Daun mint segar bermanfaat untuk sakit tenggorokkan dan bibir pecah. Buat yang mempunyai masalah dengan saluran kencing seduh saja daun Pecut Kuda.

“Yang memiliki berat badan berlebih, bisa mengkonsumi racikan semanggi gunung dan perasan jeruk nipis,” saran Mas Budi dari Kaliandra.
Mengetahui kalau berkhasiat melangsingkan tubuh. Saat itu juga saya minum hingga tiga gelas
Ternyata Mas Budi malah bilang “ Kalau minumnya gitu, malah hilang khasiatnya!” Ha….!!!! Dan pecahlah tawa dari seluruh peserta tentang kebodohan yang saya lakukan. Dan yang paling saya ingat dua mahluk Vivi dan Upi yang tertawa-nya paling keras. Apalagi pas, efek sampingnya mulai bekerja. Ketika saya harus bolak-balik ke kamar mandi. Aduhh..
Tak menyangka, jika liputan di Kaliandra ini adalah liputan terakhir saya bersama Bimbim. Kris Nur alias Bimbim alias Gentong 2. Inilah fotografer, yang menjadi pasangan saya hampir 3 bulan ini. .Kemana-mana, kalau kami berdua liputan selalu jadi bahan canda teman-teman. Maklum, kami berdua sama-sama “kelas berat”. Kalau hunting naik motor, bos saya ini selalu komentar “Ibarat truk pertamina berserta tangkinya !” hhihihi…coba bayangin !

Oh ya, foto di Kaliandra ini karya : Bimbim

(dia nggak jadi patner saya lagi, karena mau balik ke dunia fashion pergentongan, ngakunya)

Ke depan, saya pasti butuh patner buat foto dan hunting makanan. Ada yang berminat ????

Thursday, December 13, 2007

Di Sini Ada (Rawon) Setan

Jaman sekarang, setan malah dicari-cari orang. Apalagi pas lapar …

Makanan yang satu ini cukup sensasional, setiap orang dari luar kota, artis, pejabat selalu menyebut Rawon Setan sebagai salah satu makanan yang harus dinikmati saat berkunjung ke Surabaya. Bahkan karena penasaran ada teman saya bertanya, “apa bener, ada setan yang jualan rawon ?Aiih…niat bener setan masak, bathin saya.

Sejarah rawon Embong Malang sudah ada sejak 1953. Dirintis pertama kali oleh Musiyah. Mulai berjualan pukul dua sampai pagi hari. Pembelinya, saat itu adalah pekerja dan pengunjung kafe dan bar-bar yang banyak bertebaran di daerah itu. Mbak Endang, salah satu penerusnya bercerita, karena langganan rawon neneknya kebanyakan pekerja malam, bahkan sempat dijuluki "Rawon Hostes".

Rawon Setan yang ada di Embong Malang, dulu dikelola oleh dua orang, yaitu Bu Mulyadi (Bu Sup) dan Mbak Endang. Musyiah, adalah nenek dari Mbak Endang, dan Bu Mul adalah mantunya. Sejak dua tahun lalu, keduanya sudah tidak akur lagi, dan memutuskan membuka sendiri.Mereka jelas-jelas perang terbuka, di setiap spanduk, terpasang foto wajah mereka ( gaya 3X4, khas foto KTP), sebagai trade mark-nya.


Jika dua tahun lalu, Anda bertanya “ di mana sih rawon setan ?” pasti semua menjawab di depan hotel JW Marriott di jalan Embong Malang. Tapi, kalau sekarang, agak susah menjawabnya, karena rawon setan sudah membuka cabang di mana-mana dan hampir semua mengklaim sebagai "SETANNYA RAWON"

Waktu masih akur, rawon setan tersohor karena, potongan dagingnya besar-besar. Aromanya gurih kaya rempah dan taburan bawang goreng. Kuahnya…sedep bener, kentel nggak pelit ngasih kluwek. Rasanya makin marem, ditambah sambal, kerupuk udang dan taburan tauge pendek. Kurang puas dengan lauk daging, biasanya saya nambah, "telur asin, tempe mendhol, bergedel kentang, gorengan paru, babat, dan usus."

Lalu “setan” yang mana yang direkomendasikan ? Hhmm… agak sulit menurut saya, karena masing-masing setan punya pemuja sendiri-sendiri. Atau, Anda coba sendiri, untuk memutuskan memuja aliran “nikmat” berikut ?


Rawon Embong Malang (Mbahnya Setan)
Jl Embong Malang (depan JW Marriott)

Rawon Bu Sup (Mantunya Setan)
Jl Jemursari 138
Jl KutisariUtara 42
Jl Kedungdoro 22 b
G-Walk CitaRaya

Rawon Mbak Endang (Cucunya Setan)
Jl Simpang Dukuh (Depan Kompleks Andika Plaza)
Jl HR Mohammad
Jl Genteng Kali
Bandara Internasional Juanda

Monday, December 03, 2007

Racikan Seorang Sahabat

Sebuah permintaan ;
Nda, please sempetin ke restoku ya,” pintanya.
“Siap Ndre, diatur jadwalnya deh, aku ngikut aja,” jawabku.

Minggu pertama di bulan Oktober, Andre sudah mewanti-wanti, agar saya meluangkan waktu di hari Sabtu untuk datang ke restonya. Sayangnya, kali ini saya mengecewakannya. Sebuah tugas liputan kuliner harus saya selesaikan. Saya minta maaf.
Pagi-pagi…
Sebuah note, tertempel di atas layar monitor.
“Sabtu minggu depan, please… !”

Aduh, saya merasa bersalah sekali. “Ndree, sorry yaaaaaa !” teriak saya. Teman saya, yang duduknya hanya dibatasi pilar tembok ini tersenyum…”Beres, Nda !”

Ya, ini tentang teman sekantor saya, yang sangat luar biasa. Di kantor boleh jadi iya seorang marketing. Tapi diam-diam, dia juga merintis usaha yang sangat luar biasa. Memiliki resto steak di tiga tempat pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Wow ..!!
“Pokoknya, kamu harus mencicipi dulu menu baru restoku. Kalau kamu bilang enak, aku baru berani jual!” alasan Andre, ketika saya bertanya kenapa saya harus segera datang. Wah, saya benar-benar tersanjung.
Sabtu yang dijanjikan. Saya pun datang. Membawa fotografer saya, yang sama-sama kelas berat. ( Teman saya ini menjuluki kami berdua gentong 1 dan gentong 2 ). Tujuannya, ke Zigana steak. Restoran ini terletak di posisi yang strategis karena membuka tiga gerai di Food Hall Sogo, Golden City Mall dan BG Junction.
Kali ini saya benar-benar surprise sekali lihat penampilan Andre, jika di kantor saya hanya melihat sosoknya yang sibuk menemui klien dan berkutat komputer. Tapi sekarang, dia menggulung lengan kemejanya, pakai celemek. Jemarinya ternyata gemulai meracik aneka saus dan bumbu.

Dia memotong sayur, memanggang daging, menuang saus, menggoreng french fries dan membuat mass potato semua dikerjakan sendiri. Tiga orang pegawainya, hanya menyiapkan piring, dan sayuran untuk garnish. Menunggu sedikit lama memang, kata Andre, biar bumbunya meresap dan sesuai pesanan saya.
Sambil menunggu pesanan matang, Andre menyajikan Kurma Mocktail, dan Fajitas. Lumayan..habis dua untuk ganjel perut. (sebenarnya mau tiga, tapi keburu diembat sama si gentong 2)
Akhirnya, Sirloin Steak, Tenderloin Steak dan Grill Red Snaper, terhidang di hadapan mata.
Saya tak sabar untuk menikmati, dan Andre tak sabar menunggu kometar saya. (Sengaja saya makan pelan-pelan sambil merem –melek. Sorry Ndre!)
Tenderloin Steak rasanya luar biasa. Dipanggangnya pas, tidak terlalu matang tapi juga tidak terlalu mentah. Empuk saat diiris dan dikunyah, apalagi dicocol dengan saus khas Zigana. Sausnya enak sekali, karena saya bolak-balik minta tambah sausnya, akhirnya Andre malah bawain satu botol saus. Enak sih. :)
Untuk minuman, Andre merekomendasikan Avocado Coffe. Paduan alpokat dan kopi ini luar biasa, karena kafein yang ada di kopi dinetralisir jus alpokat. Saya angkat jempol buat Avocado Coffe-nya. Untuk harga, tak perlu khawatir, untuk Zigana Package From The Grill hanya Rp 30 ribu, sudah dapat menikmati Salmon, Sirloin dan BBQ Chiken. Cukup ringan dikantong, khan ?

Oh iya, per tanggal 1 November Andre sudah tidak lagi satu kantor dengan saya. Dia memutuskan untuk total mengelola bisnisnya. Good luck ya Ndre ! Saya bakal sering –sering menyambangi resto-mu. Hehehehe…

Foto by : BimBim