Monday, May 28, 2007

Nasi Tiwul Telaga Ngebel


Sensasi makanan kali ini datang dari Telaga Ngebel. Tempat wisata ini merupakan tempat wisata yang bagus untuk dikunjungi karena pemandangannya yang menarik, dengan pemandangan telaga yang indah, Di tempat wisata ini kita dapat melihat sebuah telaga yang dikelilingi dengan hutan yang rimbun dan nampak masih sangat alami.

Di pinggiran jalan menuju telaga, terdapat warung-warung sederhana, namun dengan sajian yang luar biasa yaitu ikan Ngogok dan ikan khas telaga lainnya. Ikan ini disantap dengan nasi tiwul, lalapan dan sambal pedas. Benar-benar lezat.

Oh iya, ikan Ngogok adalah ikan yang hidup di telaga ini, sebagai pendampingnya yaitu nasi tiwul. Hmm..nasi tiwul ? Ternyata makan nasi tiwul, asikk juga, rasanya
mak kletuss di mulut, karena sedikit agak keras, beda dengan nasi putih yang pulen.

Saya penasaran banget dengan menu ikan Ngogok ..ternyata rasanya gurih, mirip ikan wader, banyak durinya..wis nggak telaten makannya. Saya lebih memilih ikan nila. Ikannya ngga terlalu besar, jadi dagingnya sedikit. Sambalnya pedesss banget, terpaksa minta tambah nasi tiwul, eh,…nasinya habis,…minta tambah ikan…eh ikan masih ada, minta tambah sambal.

Setelah, memesan menu nasi tiwul, lalapan, dan ikan. Saya pun menambah satu lauk (seperti biasa.), yaitu Nasi Goreng tiwul. Wah, nasi goreng bumbu ndeso ini weeenak banget, padahal saya sempat ikutan ngulek bumbunya, lombok kecil, bawang merah, terasi, ama garam. Sederhana banget khan, tapi wuenakk banget, gurih, pedes, dan agak sedikit sangit, malah bikin rasanya tambah nikmat. Nasi goreng tiwul ini masih hangat, asapnya ngepul-ngepul trus dimakan dengan irisan timun.
Ah.....satu mulut saya tidak berhenti makan !!

Foto : Anton Kusnanto

Thursday, May 10, 2007

Partai Komunitas Bango Mania

Foto: mimimama.blogspot.com

Tulisan ini, saya ambil dari tulisan Mas Radit
dan foto Fahmi di Blognya Kecap Bango

Tak mau kalah dengan parpol di negeri ini yang jumlahnya kian bejibun, saat ajang FJB (Festival Jajanan Bango) 2007 di Surabaya, kami pun mendirikan sebuah partai baru. Namanya PKB Mania...kepanjangannya adalah Partai Komunitas Bango Mania. Para anggotanya sengaja direkrut dari kalangan yang doyan jajan. Sebagai maskot partai ini adalah Manda Mendol, seorang wartawati asli Kota Buaya yang doyan makan......6 kali sehari, katanya.... hehehehhee.....

Tak perlu berpanjang-panjang, ini dia foto saat pendeklarasian PKB Mania yang diliput oleh para wartawan dari dalam dan luar negeri. Tak ketinggalan, para wartawan dari Banyuwangi, Gresik, Sidoarjo, Malang, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Trenggalek, dan kota-kota lainnya di Jawa Timur juga berkumpul jadi satu di Lapangan Basuki Rachmad sambil menikmati aneka sajian makanan dan jajanan khas Nusantara warisan nenek moyang kita tercinta, plus hiburan Reog Ponorogo, tarian Tanduk Majeng asal Madura, dan band parodi Kutch Kutch Hota Hai......

Hidup PKB Mania! Hidup Lontong Balap! Hidup Rujak Cingur! Hidup Soto Madura! Hidup Sate Ponorogo! Hidup Pecel Pincuk Madiun! Hidup Bebek Goreng Papin!

http://kecap-bango.blogspot.com

Komentar Saya :
Selamat atas terbentuknya "Partai Komunitas Bango Mania" Dan memilih saya sebagai maskotnya.Semoga nggak jadi preseden yang buruk, soalnya mengangkat saya karena pertimbangan makannya pualingg banyak.Hihi...

Semoga kepengurusan bisa solid, dan ngga ada reshuffle.(Hayah !)
NB : kapan nih konsolidasi (baca: makan-makan) ? *mengharap banget

Sunday, May 06, 2007

Uji Perut di Festival Jajanan Bango

Kalau disuruh memilih uji nyali apa uji perut ? Jago makan milih yang terakhir aja.

Satu hari rasanya kurang menikmati semua hidangan enak yang ada di Festival Jajanan Bango. Rasanya saya terlalu memforsir kerja alat pencerna dan lambung saya. Lha biasanya, sehari hanya 6 kali, gara –gara FJB dalam sehari makanan yang masuk bisa dua kali lipat, dalam waktu yang sangat singkat.

Hmm… coba bayangkan, pesan menu, 10 menit menikmati, 10 menit istirahat, 10 menit nyari sasaran makanan yang enak, lalu habis…dalam waktu 10 menit, jalan lagi, pesan lagi, makan lagi ….
Perburuan tahap pertama, dimulai pukul 11.00 siang dan berakhir pukul 2 . Itu saja, saya hanya sanggup menyantap : Mi Mapan (Sayangnya, gorengan yang termasyhur enak, malah tidak dibawa ), Bebek Sambel Pencit Mas Yudi (Surprise… Cak Yudi masih ingat saya lho, dan berujung dengan bonus sepotong daging bebek), Tahu Pong Bu Rudy yang biasa, tapi rasa petisnya luar biasa.
Lontong Balap Pak Gendut, ( Sekarang sudah “sedikit langsing” gara-gara sakit ungkapnya), rasanya masih nendang, seperti jaman saya SD. Karena cuaca yang panas sekali, niat saya untuk makan Rawon Setan dan Bakso Bakar Malang, saya urungkan dulu. Wah.. bisa matang luar dalam saya nantinya.

Sebagai penggantinya, saya mencicipi
ketan durian yang legit. Soal jajanan yang satu ini, saya sempat terkecoh, saya pikir tergolong jajanan ringan, hanya sekotak ketan dan olahan durian dalam gelas kemasan. Tapi begitu dimakan, wuahh ... kenyang banget, ternyata ketannya biar mungil tapi padat sekali.

Sorenya, acara wisata kuliner tahap kedua saya mulai :
Tepat, pukul 4 sore, saya datang lagi ke FJB. Kali ini sasaran saya sudah jelas yaitu Rawon Setan. Wah, ramai sekali pembelinya, saya pun harus sedikit berjuang. Untunglah, saya memiliki fisik lebar, sehingga tenaga saya cukup mampu menyingkirkan 3 sampai 4 orang di depan saya. Ternyata, Bu Sup pemilik Rawon Setan yang saya jumpai tadi pagi sudah pulang. “Ibu capek mbak,” jelas seorang pegawainya.
Saya bertanya, memang ada maksudnya. Bu Sup sangat mengerti sekali selera rawon khas saya. Sedikit nasi, banyak kuah, sedikit daging, gajihnya yang banyak…hehehe… tapi tak apalah, rawon yang saya nikmati, plus satu butir telor asin sore itu benar-benar nikmat, dan untuk sementara waktu, saya harus sedikit berjuang saat berdiri…
ya olloh berat bangetttttt !!!

Sore itu juga, saya akhirnya menuntaskan rasa penasaran terhadap Bebek Kayu Tangan, yang tidak kalah ngetop itu (maklum-lah saya kadung “Bebek Cak Yudi minded”, jadi sedikit susah berpaling). Secara penampilan, sudah memancing air liur. Potongannya gede, ada rempahan di atasnya.
Buat Anda penyuka Ayam kremes, bebek kremes ini juga bisa jadi pilihan. Ada Sambal, lalapan dan paling sip.. lagi pakai dong Kecap Bango…rasanya mantafffff.

Oh iya, ada satu menu yang bikin saya gedek-gedek (padahal saya anti mengkonsumsi narkoba), yaitu Nasi Gila. Serudak sini-serudak situ, akhirnya berhasilah saya di depan penggorengan. “Mana..mana yang gila?” tanya saya antusias. Si penjualnya sambil tertawa ngakak, menunjuk ke penggorengan. “Yang gila ini,” jelasnya. “Apa !” jerit saya sambil memegang pipi saya yang tembem (hiperbola banget ya…). Di dalam penggorengan tampak, sosis, telur, daging yang diaduk-aduk jadi satu., kemudian disajikan dengan nasi. “Ooooh….”komentar saya.
Nasi Gila ini menyedot banyak perhatian pengunjung di Surabaya, maklum saja nasi gila ini merupakan wakil dari kota Bandung. Sayangnya perut saya sudah benar-benar penuh, sehingga saya membatalkan niat untuk membeli, walaupuni saya ngilerrr banget melihatnya.

Kejutan di FJB :
Terima kasih buat Mas Radityo , yang memberi kesempatan saya nampang masuk tipi, dan naik pangkat sebagai moderator di milis. Terima kasih juga, Mamuk yang senantiasa menunggui saya makan, dan mengabadikan semua menu yang saya makan.
Dan Mimi, temen blogger yang terbengong-bengong yang berjumpa di arena ini. Yang sudah saya wanti-wanti “Awas, saya jangan di foto ya, apalagi diposting!” tapi tetep nekat dan gemes mengambil foto diriku.

Wednesday, May 02, 2007

Akhirnya Saatnya Tiba…Tanggal 5 Mei 2007

Segala sesuatu sudah dipersiapkan matang,
sudah tiga hari ini aku mulai mengurangi makan.


Kalau biasanya, makan bisa 5 sampai 6 kali sehari, khusus menyambut tanggal 5 Mei nanti, aku rela melakukan pengurangan porsi makan. Demikian juga kebiasaan jajan bakso, pangsit mie, siomay dan es teler. Duitnya disisihkan bener-bener untuk tanggal 5 Mei.
Persis hari Sabtu, jadi pasti banyak orang yang menyempatkan datang, tanggal muda pula.
Sengaja digelar mulai pukul 10 pagi hingga malam.

Jadi, teman-teman yang di luar kota bisa ikutan datang. Oo..lala..senangnya hatiku. Yah, hari istimewa itu akan datang sebentar lagi……
Benar-benar tak sabar.

Hayooo..apaan seh ? Mo tau ngga ? Itu lho Festival Jajanan Bango 2007 bakal digelar kembali di Surabaya. Jawaranya (meminjam istilah Cap Bango ), makanan enak akan tumpah ruah di acara ini.
Menyebut makanan enak, aku dengan fasih akan cepat menyebutnya, beberapa di antaranya sudah pernah saya ulas. Seperti, Rawon Setan, Pecel Ketabang Kali, Pecel Bu Kus, Bakso Malang, Rujak Soto, Lontong Balap dan Nasi Kebuli Perut Ndut ini, sudah siap menyongsong hidangan yang ditawarkan, lidah ini siap beradu rasa dan adu enak. Membayangkan Bebek Goreng Papin yang empuk, dengan kuah kaldunya yang gurih, atau Bebek Goreng sambal pencitnya Mas Yudi yang puedesss tenan
Potongan daging sapi dan gajih empuk milik Sate Kelopo- Ondomohen, lalu kerupuk mlijo yang disiram saus kacang milik Gado-Gado Arjunoaiiihh nikmatnya.

Eittt ..itu belum cukup, masih ada Kikil sapi Pak Sadi- Pagesangan yang kenyol-kenyol mak klepusss,
Tahu Tek-Tek
yang jannnn weunakkk tenan. Makanan khas Ampel yang bergelimang rempah, dengan sekerat daging kambing oven berbumbu. Aiihh…tunggu aku, jangan habis dulu…….

Sip’e ..sip’e aku datang , aku lapar dan aku sikat habissss ……..