Wednesday, March 28, 2007

PECEL MADIUN dahsyattt


Kali ini saya juga membawa misi berat yaitu, membuat list Pecel Madiun yang enakkk dan wueeennakkk.

Penasaran juga seh, kenapa nih pecel Madiun terkenal sampai segitu banyaknya warung kaki lima yang pakai nama Pecel Madiun.

Duh, emang bener kalau Madiun surganya pecel, lha sepanjang jalan kok rata-rata jualan peceeelll semua. ck..ck..ck...sementara hanya empat tempat yang kita sambangi, yaitu mbak yayuk, Yu Gembrot,warung Bu Wo, dan Pecel Murni.
Pecel Madiun, memang beda. Dari sayurnya sampai bumbu kacangnya. Kalau di Surabaya, sayur pecelnya cambah panjang, kubis, sawi dan (sst...sembarang sayur tergantung yang ada di pasar).
Nah, pecel Madiun rada selektif, terdiri cambah pendek, bayam, kacang panjang, kembang turi dan irisan rebung muda (ini sih katanya tergantung musim, cuman heran juga,nih rebung biasanya dibuat lodeh khan, tapi enak juga dibuat pecel, mak kress..kresss), dan final touch ditaburi lamtoro.
Wadahnya masih menggunakan pincuk alias daun pisang, pas saya datang kebetulan nasinya baru mateng, asapnya kebal-kebul. Sayurnya serba cubit (saipet gitu lho), trus disiram bumbu, diberi serundeng yang hhmm..mmm, kerupuk tempe dan peyek dele hitam (knp ya kok dele hitam ..keras banget!).

Liat porsinya yang super hematt, saya pun minta tambah lauk. Saya benar-benar dibuat lapar mata, sebab babatnya gede trus empuk, daging empalnya juga terasa sedep banget, karena diungkep dengan bumbu, gula merah, tumbar, asem.Begitu gigit terasa banget bumbu diserat-serat dagingnya. Wuihhhh.. sangat..sangat terasa sekali. Masih ada juga ati ampela, usus sapi, telor asin masirr, ceplok, tahu –tempe bacem... wisss bikin kalap. (Ingat ! ini khan misi mulia, sementara soal kolesterol dilupakan dulu).
Ketika sayur berpadu dengan bumbu, wah …bumbu kacangnya dahsyatt. Kacangnya terasa karena ditumbuk kasar, ada rasa asem, manis dan gerusan dari daun jeruknya kaya banget.

Panteslah, Pecel Madiun ngetop gitu, paduan sayur kembang turi, rebung muda, dan bayam plus bumbu kacang menghasilkan sensasi luar biasaaa…di mulut, sampai-sampai saya ingin tambah. Tapi niat itu buru-buru dibatalin, soalnya saya harus nyobain makanan ditempat lain….serbuuuuuu !!

Foto : An. Kusnanto (thx ya ton :)) )

Wednesday, March 21, 2007

Memory Jenang Dodol

Setelah lama jadi jago kandang, akhirnya keluar kota juga. “Besok budal ke Ponorogo, eitt...jangan lupa sekalian liput oleh-oleh khasnya,” teriak bos. Wokeh bos ! Mengingat titah paduka ini, ketika ke Ponorogo, saya mampir ke pengusaha jenang dodol yang terkenal yaitu Jenang Dodol Teguh Rahardjo.
Ibu Teguh yang ramah, langsung mengajak saya ke dapurnya. Dan melihat langsung proses jenang dodol. Wuih… wajannya gede banget, di dalamnya ada adonan beras ketan, gula dan kelapa.
Pekerjanya rata-rata perempuan tua, mereka telaten sekali mengaduk-aduk adonan. Beda dengan menggoreng kerupuk yang sekali goreng terus garing, neh dodol harus diaduk-aduk selama 6 jam !. Mana panas banget di muka karena kepulan asap kayu bakar, dan asap dari jenang.
Wahh ..luar biasa tenaga mereka. Iseng saya menawarkan diri mengaduk adonan, zaelaahhh….berat sekali. Sampai putaran kelima saya menyerah…he..he malu-maluin !. Padahal mereka mengaduk mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore. Upsst…*ngelap keringat.

Di rumah sekaligus toko ini tersedia aneka jenang, ada rasa nanas, waluh, tape, wijen dan yang terbaru adalah jenang rasa kentang…
wah weenak banget, sstt....apalagi saya boleh sesuka hati mencicipi aneka dodol. rasanya legit manis. Rasa tetelnya pulen dan guriih banget. Wajiknya juga mengugah selera mengkilat seolah-olah memohon saya untuk segera mencoleknya. Hmm yemm..yemm.
Foto by : An Kusnanto
Tiba-tiba saya ingat Mbah di Malang. Tiap lebaran, mbah saya selalu membuat jenang, dan madumongso. Kalau dipajang dengan kue lain seperti kastengel, cokelat kukis, nastar, kue ini jelas habis duluan dibandingkan jenang dan madumongso.
Kadang jenangnya cuman saya ecek-ecek, alias makan setengah terus sisanya dibuang. Duh bersalah banget, mengingat proses pembuatannya yang ribet, belum lagi mbungkusnya yang pakai kertas warna warni yang digunting pinggirnya.

Eh.
.tapi, rasa bersalah ini agak berkurang, ketika pamit pulang Bu Teguh ini memaksa saya membawa "Satu besek besar berisi 12 kotak jenang dodol aneka rasa, 4 kotak kresikan, 1 plastik wajik dan tetel"
Lho emank ada hubungannya ? He.he hanya sekedar menghibur diri hiksss ! Mbah, maafkan cucumu yang lemu ini ....


Dodol di sini alamatnya :

Jenang Dodol
Teguh Rahardjo
Jl Wibisono 90 kepatihan Kota- Ponorogo
Tel.0352-461597
Foto : An .Kusnanto (thx..ya, maaf kuambil duluan)

Friday, March 16, 2007

Liputan apa Kulakan ?

Kerja...kerja (Baca : makan..makan..)!
Yupp. Tugas liputan Pecel, karena penjual pecel banyak yang dipagi hari, subuh-subuh mruput saya sudah hunting pecel. Sasaran pertama yaitu Pecel Pandegiling. Pecel satu ini lumayan ngetop di Surabaya, ciri khasnya sambal kacangnya super duper pedessss…!

Usai wawancara, ibu penjual yang baik ini, langsung membuatkan satu piring nasi pecel.
Wuuah
, soal ginian saya pantang nolak. “Yah ..rejeki, hitung-hitung juga bikin dia senang” Memang sayurnya sederhana banget hanya cambah dan lalapan. Tapi, itu namanya empal aduh bok segede telapak tangan. “Asoyyy..juga cuman rada alot (maap ya Bu) !” Sayangnya, nih pecel puedessss polll…mo nggak dihabisin kok takut, nggak enak hati. Akhirnya habis juga setelah dibantu tiga gelas es teh. (Persis sapi glonggong !). Pas pamit pulang, masih dibawain dua bungkus. “Buat teman di kantor” gitu pesennya.

Perburuan lanjut ke Pecel Ketabang KaliIbunya ramah banget, pas mo difoto dia minta waktu buat pake lipstik Giliran saya mau interview, eh dia bilang. “Udah mbak, ntar saya kirim klipingnya jadi mbak bisa baca dari situ ! (Busyett dah, kayak selebritis !).
Dia nawarin pecel. Berhubung tadi dah makan, dengan halus saya tolak. Dia tetep aja maksain dan saya juga kuat-kuatin hati untuk nolak. Akhirnya dia bilang “Ya udah, saya bawain ya.!”Dia buatin 7 bungkus. (
sebenernya pengen teriak “Bu, yang nggak pedes pake karet ijo ya..tapi nggak jadi khan tadi dah nolakkk he..he)

Tempat ketiga yaitu Pecel di daerah Kertajaya, jualannya memang hanya nasi pecel, tapi lauknya buanyakk amirrr. Mulai telor mata sapi, ayam goreng, empal, ikan asin, dadar jagung, tempe mendol (wah…I love it), bandeng, gurami,udang, lou han (ehh..nggak ding).

Usai wawancara, ibu ini maksain saya membawa peyek satu kresek…(hoii sodara-sodara satu kresek peyek) Itu belum cukup, “Buat yang di kantor (lagi-lagi) ” gitu pesennya sambil ngasih tiga bungkus pecel. Gile..terpaksalah saya tindes tuh, peyek bersama tiga bungkusan yang dibuatkan.
Sampai di kantor, langsung aja bawaan segede itu jadi rebutan. Dasar temen kantor nggak tau berterima kasih, masih ada yang nyeletuk protes.
“Peyek-nya kok ancurr kenapa ?"

“Peyeknya habis kelindes truk trus aku pungut lagi!” alasanku, eh ..tetep saja tidak berpengaruh, peyek itu habis sampai remah-remah yang paling kecil.
Total liputan di tiga penjual pecel, saya membawa 12 bungkus nasi pecel dan satu kresek peyek !
Wuehhh...profesi yang menantang perut.

Monday, March 12, 2007

Steak Setengah Juta

Rasa dan harganya dijamin bikim merem- melek dah!

Dari sekian undangan ke berbagai resto, café, warung, lesehan, ini adalah pengalaman yang berkesan. Menulis steak house di Surabaya, saya berkesempatan menikmati steak di Angus House yang berlokasi di lantai VI gedung WTC jalan Pemuda. Resto ini terbilang unik selain tempatnya di lantai tertinggi dengan pemandangan kota Surabaya.

Saya berkesempatan mencicipi menu special yaitu Mathusaka beef steak, dagi
ngnya khusus didatangkan dari peternakan sapi Jepang. Dagingnya terkenal paling baik kualitasnya. Sebenarnya pas dari irisan pertama sudah terasa kalau daging ini lembut banget, soalnya saya nggak perlu tenaga ekstra buat ngiris, “Begitu sampai di mulut terasa empuk…bangetttt,” Duh makklepek rasanya. Dimakan dagingnya saja sudah enak, pas ditambah brown souce aduh rasanya bikin lali omah..he.he.he.

Menu satu ini harganya juga lain dengan menu lainnya, sebab untuk satu porsinya dengan ukuran 200 gram Rp 520 ribu sedangkan untuk 300 gram Rp. 620 ribu. “Market kami memang kalangan high class, terutama pada mereka yang ingin menikmati steak dengan kualitas terbaik” ujar Irsal
si executive chefnya. Wah- Pantes !.
Tapi jangan khawatir, untuk steak lain dengan daging impor,masih ada kok dengan harga terjangkau yaitu,
Rp 180 ribu .
Steaknya ada sekitar 50 macam, mulai daging sapi, ayam dan sea food. Kata executive yang ramah ini, dengan haga itu bisa menikmati menu lengkap mulai sup, mix salad , rib eye prime. Untuk dessertnya tersedia ice cream atau snack. Untuk appatizer dan dessert mengunakan taste Perancis dan Itali. Satu catatan tiramisu-nya dahysatttt banget dah !.


Duh - kapan lagi bisa makan steak setengah juta yaaa…….???

Friday, March 09, 2007

Si Mungil Dim Sum

Bentuknya kecil, mungil, ragamnya bisa ratusan, rasanya dijamin bikin ketagihan.

Makanan khas China, terkesan fresh dan dihidangkan panas. Diantara hidangan Cantonise classic, dim sum tercatat salah satu yang paling populer. Makanan yang disajikan pada makan pagi dan makan siang merupakan masakan uap yang lezat atau gorengan yang renyah. Di Surabaya misalnya, Anda dapat merasakan nikmatnya dim sum tidak hanya di resto hotel berbintang, tapi sudah menjamur hingga pedagang kaki lima. Makanan ini ditawarkan mulai yang di –steam maupun digoreng, citarasa diantaranya gurih-asin, asam-manis dan disajikan dalam keranjang kecil ditambah saos tomat, saos sambal dan kecap asin menambah lezat masakan ini.

Jika datang ke restoran yang menyajikan dim sum, ada banyak macam pilihan menu, pasti membuat tambah bingung. Ada udang rebus, kue bola berisi daging babi, telur gulung goreng, roti bola berisi talas, paprika hijau isi. Masih ada lagi, siomay, hakaw, bakpao, udang tim, kaki ayam, Chi Jhon Feng (Lumpia basah isi daging sapi), dan lain-lain bisa dinikmati hangat mengepul sedangkan untuk yang gorengan tersedia, lumpia udang balut nori, bentoel goreng isi ayam, pastel isi daging babi dan kue tantak yang sekilas mirip pie namun atasnya diisi kuning telur.

Dim sum dari Canton sangat memperhatikan warna, bau, rasa dan bentuk. Bahannya dipilih yang paling berkualitas, jenisnya sangat banyak, begitu juga variasi rasanya sehingga cocok disajikan sepanjang musim. Cara penyajiannya biasanya sangat memperhatikan sisi artistiknya. Karena keunggulan ini, banyak hotel maupun resto akhirnya mulai mencantumkan dim sum sebagai menu pilihan.

Jika umumnya satu orang mampu menghabiskan hingga empat keranjang , yang berisi dua hingga empat jenis dim sum yang bentuknya mungil. Tapi si jagomakan masih nambah satu menu lagi yaitu, bubur ayam tabur kulit pangsit dan saos asam manis. Ah..mantap deh !

Friday, March 02, 2007

Seni A la Jepang

Masakan Jepang, sangat populer seperti tepanyaki, sashimi, sushi dan syabu-Syabu, kini dengan mudah ditemui di berbagai resto. Selain sehat - seimbang antara protein, karbohidrat dan sayur-sayuran, tidak berlemak, segar dan disajikan secara menarik. Berikut adalah istilah –istilah populer dalam menu negeri sakura.

Sashimi yaitu irisan ikan yang dimakan mentah. Dijamin tidak amis, asalkan ikannya masih segar. Sebagai bahan sashimi umumnya ikan salmon. Daging ikan ini sangat lembut di mulut. Daging ikan mentah ini terasa segar dan manis tanpa rasa amis. Di hotel bintang lima dan resto Jepang, umumnya ikan segar ini hanya berumur empat jam saja, setelah itu dibuang !

Sushi adalah nasi sekepal. Nasi agak lengket, yang membuat sushi lebih lengket karena nasi hampir matang dicampur dengan cuka arak beras, gula dan garam. Inilah yang membuat nasi Jepang lebih berbumbu dan gampang dikepal.

Syabu-syabu , jenis bahan direbus termasuk, biasanya begitu uap air sudah mendidih tinggal memasukkan bahan, rebus daging terlebih dahulu, lalu udang, abalon, cumi, oktopus, kepiting (semuanya direbus sebentar) dan terakhir adalah sayuran dan mie karena tidak perlu lama untuk memasaknya.

Yakiniku, sebutan untuk jenis dipanggang. Bahan-bahan seperti cumi dan daging direndam dalam saus kemudian dipanggang. Untuk menyantapnya baik syabu-syabu atau yakiniku terlebih dulu dicelupkan dalam saus. Kemudian dimakan bersama semangkok nasi dengan menggunakan sumpit. Hmm..nikmat.

Bila Anda baru pertama kali datang ke resto Jepang, tidak perlu bingung sebab pramusaji biasanya akan menjelaskan bahan apa saja yang digunakan. Meskipun pada umumnya makanan Jepang identik dengan ikan mentah tapi ada juga yang matang. Ada bisa memilih teriyaki, ikannya jelas matang karena dipanggang.

Sebagai pelengkap hidangan Jepang, ada irisan jahe dan wasabi, rasanya pedas mengigit. Si hijau ini dipercaya mengandung khasiat apalagi jika dimakan bersama sashimi, selain mampu meringankan sakit kepala juga dipercaya sebagai pembangkit gairah.
Ah.. jadi pengen !.

Saya lebih tertarik menikmati menu chicken teriyaki, grilled beef teriyaki, grilled salmon teriyaki, shrimp teriyaki, chickenkatsu, yaki udon, unagi udon dan tempura. Untuk menu ini paling nikmat disantap selagi hangat, rasanya masih renyah. Dalam jangka waktu lebih dari dua jam, tidak gurih lagi..

Di akhir acara santap, untuk minuman alkohol terdapat berbagai jenis sake, yang disajikan panas ataupun dingin. Buat Anda yang tidak bisa minum alkohol pilih saja, ogura ice cream atau macha ice cream, es krim kacang merah atau pilih hangatnya teh hijau yang segar. Mau mencoba ?