Sunday, December 10, 2006

Ronde Anget Bikin Kemringet

Dingin ? Duh… Paling pas kalau ada yang hangat-hangat. Gimana kalau coba ronde saja ? Ini minuman tradisional yang berkhasiat bikin seger buger kinyis-kinyis.
Ahh… Benar-benar mengoda. Ssstt….Mestinya Yahya Zaini “dihangatin” ini aja daripada Maria Eva. He..he.he.


Yah, inilah teman halal di malam hari. Tidak berlebihan sebab ronde (bukan rondo lho!) berfungsi menghangatkan dan menyegarkan tubuh. Ronde merupakan adonan dari tepung ketan yang diuleni dengan diberi air panas sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dibentuk bulat-bulat seperti biji kelereng. Agar lebih menarik biasanya diberi pewarna. Bulatan-bulatan ketan kemudian dimasak di atas air mendidih sampai mengapung ini pertanda sudah matang. Untuk membuat kuah jahe, dengan merebus air dengan gula. Untuk penyajian hidangkan air jahe dalam mangkuk bersama beberapa bulatan ronde, kolang-kaling dan taburi dengan kacang goreng.


Ronde Made in Jember.
Untuk satu porsi, berisi lima bulatan ronde, irisan kelapa muda kemudian kacang goreng lalu diberi rebusan air jahe. Jumlah ronde tersebut sudah paten, sebab jika lebih terlalu banyak malah membuat perut kenyang. Kacang gorengnya sewaktu digoreng tidak menggunakan minyak tapi cukup disangrai.

Ondomohen – Surabaya
Ronde tanpa Ronde

Minuman hangat yang disebut ronde, karena ada bulatan-bulatan putih yang berisi kacang namun justru di warung ini tidak ada ronde yang dimaksud. Isiannya hanya kolang kaling merah utuh, kacang goreng, kelapa muda disajikan bersama kuah jahe hangat. Ditanya mengenai bulatan sebesar kelereng yang disebut ronde, penjualnya menjelaskan bahwa rondenya khas Surabaya, dan isian ronde sejak dulu hanya itu saja. “Dari pertama kali jualan memang tidak ada rondenya,” jelasnya. Meski tidak ada bulatan berisi kacang, rondenya tetap enak disantap. Satu porsi ronde disajikan di mangkok dengan kuah jahe hangat yang masih mengebul. Sang penjual percaya, yang bikin hangat itu air jahe-nya bukan rondenya.

Ronde khas Jogya
Satu porsi ronde hangat, isiannya berupa kolang-kaling yang dipotong tipis, tiga bulatan ronde dan kacang goreng. kuah jahe yang segar dan pedas karena menggunakan jahe jenis emprit yang berukuran kecil, sedangkan jahe kebo atau jahe yang berukuran lebih besar kurang mengigit pedasnya.


3 comments:

  1. Wedang ronde emang enak di musim hujan gini. Badan jadi angeeettt.

    Kebetulan banget, kmrn tuh Iko jg ditraktir ronde plus angsle. Kenyang banget,... tp Iko gak doyan putu mayangnya, jadi hanya icip2 kuah santannya,... gurih.

    ReplyDelete
  2. Duh jadi pengen nih... makanan kesukaan waktu kecil tuh tapi sekarang susah nyarinya :(

    ReplyDelete
  3. Anonymous8:26 PM

    duh pengen banget nih mbak... bener-bener jago makan neh.

    ReplyDelete

Liburan ke Bali? Yuk, Kunjungi 7 Tempat Wisata Kuliner Terindah Ini

Bicara kuliner, masakan khas Bali menjadi salah satu yang paling digemari. Apalagi jika tempatnya diselimuti keindahan alam, tentu meng...