Thursday, December 14, 2006

Pesugihan Lupis Gunung Kawi

Iya, kalau mau nyari pesugihan ke Gunung Kawi aja !”
Huhh…selalu saja berasumsi seperti itu. Padahal siapa sih yang nyari pesugihan ? Aku khan datang niatnya mo liputan makanan ! Eh… tapi kalau dikutuk jadi sugih ya nggak bakal nolak seh… tul nggak ?

Wisata ziarah ! Itulah kata yang tepat menggambarkan mengapa orang berbondong-bondong ke Gunung Kawi. Gunung Kawi yang tingginya 2.860 m dari permukaan laut terletak di Kabupaten Malang - Jawa Timur, Yang didatangi orang adalah sebuah kompleks pemakaman keramat yang berada di lereng selatan gunung ini. Alih-alih mo wisata ziarah, saya dan juru jepret Anton malah wisata kuliner.

Setelah menempuh perjalanan mendaki sepanjang 3 kilometer sampailah kita pusat kegiatan di gunung ini.
Meski istilahnya naik gunung, jangan bayangkan kalau saya mendaki-nya susah pakai acara panjat –panjatan, dan ber-helm gunung. Wah… jauh deh !
Lha jalannya aja sudah di semen halus, sepeda motor pun bisa lewat. Dan di kanan-kiri perjalanan nggak ada semak atau pohon besar menyeramkan. Yang ada malah warung makan, penjual souvenir, losmen, penjual buah dan gorengan…cihuiiii !

Lupis
Di kaki Gunung Kawi ini, jika hari libur dan hari besar banyak sekali penjual goreng-gorengan. Ada tahu, tempe kacang, tempe menjes, ubi, dan masih banyak lagi.
Adapula jajanan tradisional yang sudah dikenal secara umum, seperti lupis dan tetel. Keduanya menggunakan bahan dasar beras ketan.
Rasa lupisnya kenyal, pedagang lupisnya juga menjamin, lupisnya tidak basi meski sudah dua hari. Rasanya lebih kenyal, karena bahan yang digunakan beras ketan yang punel. Jika ingin disantap di tempat maka, dengan sigap, ia mengiris lupis menggunakan senar, ditata di atas pincuk daun pisang, diberi gendis atau larutan gula jawa, lalu diberi parutan kelapa.


Telo Gunung Kawi


Hasil bumi yang satu ini, sangat mudah dijumpai sepanjang perjalanan menuju ke pesarehan.
Selain dijual mentah, telo Gunung Kawi juga dijajakan dalam keadaan matang.Telo yang telah dikukus, diletakkan dalam wadah baskom dan ditutup dengan daun pisang.
Ketika menawarkan ke pengunjung, biasanya penjaja membuka sedikit daun pisang, sehingga tampak kepulan asap dari telo hangat tersebut.
Untuk menjaga tetap mengepul, penjaja biasa membungkus rapat-rapat baskom dengan tumpukkan daun pisang. Kulit telo terlihat segar mengkilap, menggoda mata untuk mencicipi.

Telo Gunung Kawi, memang terkenal manis rasanya, warna daging dalamnya berwarna kehijauan.. Jika Anda membeli telo matang seharga seribu rupiah, Anda akan menikmati tiga potong telo hangat.

NB : Sebenarnya banyak cerita mistik tentang Gunung Kawi ini tapi berhubung di blognya tukang makan. Maka cerita itu nanti diposting sendiri. (Judulnya : Dunia lainnya…Si Jagomakan..hi..hi).


15 comments:

  1. Wah ada juga ya blog khusus makanan...

    keren
    keren
    keren

    met kenal

    www.revolutia.org

    ReplyDelete
  2. Lupis?!!!!!!...
    *pingsan 9 kali*

    ReplyDelete
  3. Wah lupise tahan 2 hari? Mesti onok jampi-jampine iku jeng, jenenge 'pengawet makanan' he..he..

    Btw, nek dibuka pake opera, sidebar nya kok mlorot yo.. koyok blog ku wingi. Bikin pusyiiiing...

    ReplyDelete
  4. mbak...
    coba liat shoutbox-ku.. di bagian bawah kanan ada tanda tanya..klik aja itu trus ikuti perintahnya..okeh?

    ReplyDelete
  5. for budhe : Mlorot ? Aku kok ngga merasa ya soalnya khan buka pakai mozilla firefox.

    Mbak Gege : thanx you...ya. !

    ReplyDelete
  6. Lho.... baru tahu ternyata Gunung kawi selain tempat pesugihan ternyata tempat makan juga hehe. Kalau di malang telo namanya ya tapi kalau di jakarta suka di sebut ubi cilembu, memang manis rasanya.

    ReplyDelete
  7. Anonymous1:17 AM

    Enak banget lupis dan ubinya,.... enak dimakan saat dingin2 sprt ini,... ubi rebus.

    -pyuriko-

    ReplyDelete
  8. aku suka banget makan lupis :) tapi kok yang di foto gak ijo ya :)

    ReplyDelete
  9. eh bkn cm lupis and telo loh
    Aq bahkan suka dg Mie Ayam d deket Pesarehan ato Bakso d dkt gapura pertama masuk pesarehan...

    Kalo soal makanan...
    Gunung Kawi lumayan komplit...
    Masakan chinesse d resto2 bawah pesarehan jg banyak loh...

    Ada juga keripik telo, enak juga, gw prnh beli tuh...

    :)

    Eh iya kalo stiap pagi, nasi pecel d samping pesarehan yang dijual ibu-ibu d warung-warung dadakan yang terbuka jg ga kalah enak loh...
    murah murah lg ...

    :)

    ReplyDelete
  10. Anonymous7:46 AM

    boleh minta tolong ga? aku minta liputan gunung kawinya dong yang mistik2 itu. soalnya butuh bisa ga? trmksh

    ReplyDelete
  11. Anonymous8:49 AM

    hello!!!!!

    aq nak gunung kawi.....
    hebat nich sampai ada,

    dunia lain si jago makan ckckckck...........:)

    ReplyDelete
  12. bambang4:30 AM

    brengsek ni anak-anak,malah liputan makanan.LIPUTANYA MANA?????????????sssssiiiiiiiiiiippppppppppppp!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  13. wah..banyak yang pengen tahu crita mistiknya yaaaa. Wis tak semedi shik..wakakakaka

    ReplyDelete
  14. Anonymous8:03 PM

    Sapa ga kenal Gunung Kawi Malang Selatan....?
    Tempat keramaian yang bernada mistik...
    Ga usah posting yang mistik... Udah ga jamannya lagi... lebih maut yang sisi-sisi aja, ya seperti kulinernya yang huebat.... Pecel pagi dengan sayur komplit dan lengkap, ada daun-daunan, buah-buahan, biji-bijian, bunga-bungaan,dengan rempeyek yang renyah dan gurih... lalu nasinya punel dan hangat.... Mana tahaaan.... Ayooo... rame-rame ke sana...

    ReplyDelete
  15. Waaahhhhh, jadi ingat waktu kecil dulu. Setiap pulang belanja ibu saya selalu beli lopis. Sekarang mendadak jadi kemecer. Tapi beli lopis di mana ya? Bakul jajanan pasar langganan saya gak pernah punya. Apa saya mesti semedi dulu di gunung Kawi?

    ReplyDelete