Tuesday, September 19, 2006

Di Sini Ada (Rawon) Setan









Menanggapi email Mamuk soal, Mana yang rawon setan beneran ? Ok, deh. Rawon Embong Malang sudah ada sejak 1953. Dirintis pertama kali oleh Musiyah. Sekarang ada dua orang pengelola rawon setan. Yaitu Bu Mulyadi (Bu Sup) dan Mbak Endang. Musyiah ini adalah nenek dari Mbak Endang, dan Bu Mul adalah mantunya. (dadi tasih sedulur ). Sejarah rawon Embong Malang, ternyata sudah ada sebelum dibangun hotel Marriott yang letaknya bersebrangan. Trus kenapa disebut Rawon Setan ? Jangan-jangan setannya itu yang bikin laris ? Ternyata bukan itu lho !. Sebelum berstatus setan, nih rawon malah dijuluki rawon Hostes !
“Jaman nenek, yang beli adalah pengunjung kafe dan bar-bar yang banyak bertebaran di daerah ini," jelas Endang. Kini julukannya berbeda karena bukan tengah malam maka orang menyebut rawon setan
.
Padahal si Anton moto-in rawonnya juga tengah malam, jadi he..he masa sama seh ?
Yang lagi seru nih, dua sedulur ini ternyata berseteru, dan membuka sendiri rawon setan versinya masing-masing. Mbak Endang, setahuku ada, di Jalan HR Mohhamad dan Genteng Kali, kalau Bu Mul buka di Jemursari ( pas pembukaan sebenarnya diundang sih, tapi sayang nggak bisa datang). Mereka jelas berdua jelas-jelas perang terbuka lho, di spanduknya aja tertulis “RAWON SETAN ASLI , RAWON SETAN TIDAK BUKA CABANG dll….
Jadi, Anda pilih setan (rawon ) yang mana ?


Monday, September 18, 2006

Hidangan Negeri Aladin dari Chef Amjad


Mo… puasa khan ? Nah, bertepatan dengan itu Shangri-La Surabaya punya event khusus yaitu promosi hidangan Timur Tengah dengan menghadirkan Chef Amjad (yang cakep banget), asal Jordania dan ditemani Mbak Patricia PR gress..Shangri-La.

Puding Aroma Mawar
Layaknya masakan dari Timur Tengah, maka daging sapi dan kambing pun tersedia lengkap pada setiap menu. Dan hidangan ayam pun ada. Rasa yang paling mendominasi pada masakannya adalah mint, bawang putih dan jeruk nipis. Makanan utama Libanon didominasi oleh roti bernama pitta bread seperti chappati di India.
Amjad yang mempunyai mata indah, dalam kesempatan ini dengan piawai menampilkan aneka Salad, Tabbouleh, Hummous, Chicken Shawarma, Ami Psito – Roast Lamb, Beef Kofta Shish Kebab, Dijaj ala Timman – Roasted Stuffed Chicken..


Appetizer menggunakan minyak zaitun, seperti Tabula, berwarna hijau segar, karena menggunakan daun paterseli yang dirajang kecil-kecil, ditambah potongan, bawang , tomat, burgul, daun mint,dan air jeruk. “Untuk jenis cool appetizer paling cocok dinikmati dengan pitta bread,” sarannya.Menu unik lainnya yaitu, Muntabel, berbahan dasar terong yang dibakar, dicampur dengan seledri, yoghurt, dan lemon juice. Benar-benar unik, karena ketika dicampur selai wijen, warnanya berubah menjadi putih.



Ini Lho Um Ali



Sebagai hidangan penutup ada Um Ali, semacam puding dari roti susu dan kismis yang dipanggang ada puding susu, yang diberi sari dari bunga mawar. Rasa dan aroma wanginya tercium kuat. Soal nama Um Ali, ternyata mengisahkan perjuangan seorang Ibu, yang harus menghidupi anak-anaknya setelah suaminya meningal, akhirnya dia membuat puding ini dan dijual di pinggir jalan. Nah, kebiasaan orang Timur Tengah selalu memangil nama ibu berdasar nama anak pertamanya, dan si Ali adalah nama anak mbarepnya, jadilah Um Ali ( artinya pudingnya ibunya Ali ).

Nb : Untunglah nama anaknya Ali, lha kalau Johny, khan jadinya Oom Jhony (wihhh gombal banget…)

Thursday, September 14, 2006

Rengginang ku Suka


Makanan tradisional satu ini, cenderung dianggap makanan kelas kampung dan sudah cukup terdesak oleh berbagai makanan modern. Tapi, rengginang masih mendapat tempat di hati masyarakat. (Apalagi neh, di kantorku kalau liat rengginang wuahhh …, dalam sekian detik langsung ludesss..bahkan remahan aja nggak tersisa lho !) Bentuk, rasa, serta aroma yang unik dan khas dari kerupuk ketan ini enak untuk dinikmati.

Nah, pas jalan-jalan ke Madura sama si Mamuk (tuh, makanya fotoku apik tenan). Lagi-lagi aku liat rengginang, tapi bentuknya lebih cantik warna hijau ama kuning. Rasa rengginangnya juga “nendang” bangettt…soalnya, ada campuran lorjuknya. Pas iseng-iseng, aku praktekin buat rengginang, wow..renyah banget, ngga kalah ama made in Madura, kunci-nya, asal dijemurnya lama. Lha, nggak percaya .. ya monggo kalau mo pesen, he..he…

NB : Believe or not, tiap lebaran biar ada kue nastar ama kastengel… tapi namanya rengginang di toples selalu duluan habis… iya tokh ? Kriukk..kriukk

Thursday, September 07, 2006

Bakso Malang Paling TOP

Nggak cuman pentol aja lho ! Ada Kikil, paru, usus, tahu, gorengan dan siomay mantappp tenan untuk disantap. Mak ... clemm.

Bakso Stasiun Dulmanan :
Gorengan Rebung Muda
Singgah di stasiun kota Malang, rugi rasanya jika tidak singgah ke bakso stasiun yang terletak hanya 100 meter dari stasiun kereta api di jalan Trunojoyo. Berdiri sejak 1960 tidak heran bakso ini menjadi sasaran bagi penggemar bakso. Lokasinya yang strategis dekat stasiun membuat warung bakso ini tidak pernah sepi pembeli terutama masyarakat pengguna kereta api yang turun di stasiun kota.
Keistimewaan bakso stasiun dibanding bakso lainnya, penjualnya langung menunjukkan gorengan, dinilai istimewa karena di dalam diisi rebung
.


Bakso President
“Sedia Kikil, Tulang muda”
Lokasinya ‘nyempil’ dibelakang Mitra II, dengan sedikit berjalan melalui gang kecil tepat dipojokkan jalan tampak depot bakso president. Pemiliknya adalah H, Abdul Goni (47), memulai usaha tahun 1983, dari berjualan keliling. Yang membuat beda bakso ini dari jenis yang ditawarkan, mulai bakso udang, rempelo, urat, paru kikil, bakso tim, tahu siomay basah dan kering, gorengan kembang dan bunder sampai tulang muda. Harga bakso spesial satu porsinya Rp. 11.500.

Bakso Bakar Pak Man
“Gara-gara Kecemplung Anglo”
Bakso Malang yang tidak kalah terkenal adalah bakso bakar Pak Man. Pertama kali berjualan tepatnya di jalan Comboran tahun 1965, lalu membuka cabang tepat disebelah radio Mas FM, sejak 2002. Cara penyajian bakso satu ini cukup unik, jika biasanya bakso bisa langsung dimakan, tapi tidak untuk bakso bakar Pak Man sebab harus dibakar dulu.
Ide membakar bakso ini kata Rudi awalnya tidak sengaja, suatu hari ketika hendak selesai berjualan seperti biasa anglo atau alat pemanas berisi arang ini hendak dibuang, namun tiba-tiba tercium bau yang gurih dan harum , setelah dicari asal muasal bau tersebut ternyata adalah bakso yang tercebur di dalam anglo. Bukannya dibuang, iseng- iseng pak Man malah menambahkan kecap di bakso tersebut. Tak diyana dari keisengan tadi malah justru menjadi ciri khasnya selama ini dan mendorong Pak Man mulai mengenalkan bakso bakar ini.

Bakso Kota Cak Man
“Kegedean ? Digunting Dulu”
Coba tengok etalase kaca, bakso kota Cak Man. Ternyata makan bakso tidak hanya pentol saja tapi jenis lain yang menemani banyak macamnya. Gorengannya saja ada tiga jenis, bentuknya panjang, mekar dan bulat. Ditambah jeroannya, ada usus, rempelo, ati, limpa, paru. Ada pula siomay, tahu bakso kasar dan halus. Untuk penyajiannya jika Anda memesan satu porsi lengkap maka pegawainya terlebih dulu memotong gorengan, jeroan, kikil menggunakan gunting menjadi empat bagian.

Bakso Malang di sini Tempatnya :
Bakso Bakar Pak Man : Jl Dr. Cipto 18 Sebelah Radio Mas FM
Bakso Kota : Jl Letjen S. Parman No. 77
Bakso Stasiun : Jl Trunojoyo ( Stasiun Kereta Api)
Bakso President : JL Letjen Sutoyo 32-34
Belakang Mitra II dept
Bakso Duro : Jl Raya Kepanjen
Bakso Solo : Jl Sawahan sebelah Pom Bensin Kasin

NB : Coba perhatiin serius, nggak di Surabaya nggak di Malang, kenapa seh tukang bakso selalu pake nama PAK MAN ? Emanggg kawinnya ama Bu Man....Da !!Hhueueeue !!!!.